SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU

Dokumen ini merupakan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Pendidikan Agama Khonghucu untuk Fase D (Kelas 7-9). ATP ini mencakup lima elemen utama yaitu Sejarah Suci, Kitab Suci, Keimanan, Tata Ibadah, dan Perilaku Junzi.

Dokumen ini merupakan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Pendidikan Agama Khonghucu untuk Fase D (Kelas 7-9). ATP ini mencakup lima elemen utama yaitu Sejarah Suci, Kitab Suci, Keimanan, Tata Ibadah, dan Perilaku Junzi.

Sejarah Suci

Peserta didik menghayati Nabi Kongzi sebagai Tianzi Muduo, membuat peta perjalanan Nabi Kongzi dalam pengembaraannya sebagai Tianzi Muduo, mendiskusikan sikap dan perilaku Nabi Kongzi untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, menceritakan kisah Min Ziqian, menemukan makna tersirat dari rangkaian turunnya wahyu dalam agama Khonghucu, menganalisis peta dan rangkuman sikap dan kebijaksanaan Nabi Kongzi dalam pengembaraan-Nya sebagai Tianzi Muduo, menelaah Kisah Zhuxi Menelaah kisah raja Zhou Gongdan, mengenal Kisah Raja Cheng Tang, mengenal Kisah keteladanan Jenderal Yue Fei dalam sosok patriotisme dan cinta negara, Dan menceritakan fase-fase kehidupan Nabi Kongzi.

  1. 1Menghayati keteladanan hidup Nabi Kongzi dari mulai kelahiran sampai remaja.
  2. 2Memahami rangkaian turunnya wahyu Tian kepada nabi-nabi dalam agama Khonghucu.
  3. 3Mengahayati nabi Kongzi penyempurna rangkaian wahyu Tian
  4. 4Menghayati misi suci Nabi Kongzi sebagai Tianzi Muduo
  5. 5Menghayati kisah Min Ziqian dan termotivasi untuk meneladaninya.
  6. 6Menghayati keteladanan para Nabi dan orang-orang besar seperti riwayat Zhou Gongdan raja Cheng Tang, Yue Fei dan Zhuxi. serta terinspirasi untuk meneladaninya
  7. 7Memahami asal mula dan perkembangan agama Khonghucu di Indonesia, menghargai jasa para tokoh pejuang agama Khonghucu di Indonesia, serta termotivasi mengembangkan agama Khonghucu baik melalui aktivitas peribadahan, pendalaman kitab suci, maupun organisasi keagamaan Konghucu di Indonesia

Kitab Suci

Peserta didik menyebutkan ayat suci yang terdapat dalam kitab Sishu yang berkaitan dengan Tian Zi Mu Duo, menemukan ayat dalam kitab Wujing yang berkaitan dengan Upacara Persembahyangan, membuat Struktur skematik isi kitab Sishu dan Wujing, mengkorelasikan secara garis besar bagian kitab Sishu dan kitab Xiao Jing, menemukan ayat suci yang terdapat dalam kitab Wujing (Liji) tentang persembahyangan kepada Tian, dan menemukan ayat suci dalam kitab Sishu yang berkaitan dengan upacara Li Yuan.

  1. 1Memahami struktur dan skematik kitab suci agama Khonghucu (Sishu dan Wujing) dan meyakini sebagi pedoman hidup.
  2. 2Menghayati ayat suci dalam Sishu dan Wujing yang menjadi landasan persembahyangan kepada Tian
  3. 3Menghayati ayat suci dalam Sishu yang berkaitan dengan misi suci Nabi Kongzi sebagai Tianzi Muduo
  4. 4Menghayati ayat suci dalam Sishu dan Wujing yang menjadi landasan upacara Lìyuán (lì yüén 立愿)

Keimanan

Peserta didik meyakini ajaran agama sebagai pembimbing hidup menempuh Jalan suci, meyakini ajaran Khonghucu adalah wahyu Tian yang diturunkan melalui para nabi, menghayati makna dan nilai-nilai agama bagi kehidupan manusia, memahami keimanan yang pokok (Chen Xin Zhi Zhi), menganalisis Pengakuan Iman Yang Pokok (Chen Xin Zhi Zhi) dalam perilaku sehari-hari, menganalisis bahwa benih-benih kebajikan watak sejati (Xing) dalam diri manusia adalah Firman Tian, menegaskan makna bakti kepada orang tua adalah jalan untuk sujud dan taat kepada Tian. meyakini bahwa hidup menempuh jalan suci itulah yang diridhoi oleh Tuhan, meyakini bahwa melakukan sembahyang kepada Tian dan Nabi Kongzi merupakan kewajiban pokok yang harus selalu dilakukan dengan rutin, dan menghafal dan menghayati Pengakuan Iman sebagai kalimat yang wajib diingat dan di laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. 1Meyakini agama sebagai bimbingan menempuh Jalan Suci (Dao) dan menghindari fanatisme, radikalisme dan ekstrimisme dalam beragama
  2. 2Menghayati pengakuan iman yang pokok dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. 3Memahami makna kebajikan, dan menyakini watak sejati ( Xìng (sìng 性) adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang perlu dijaga dan dirawat untuk kembali keharibaan kebajikan Tuhan kelak ( pèi Tiān/ phèi thiēn 配天)
  4. 4Menghayati ajaran xiao (bakti) sebagai pondasi ajaran agama Khonghucu yang menjalin hubungan kepada Tuhan, kepada alam dan sesama manusia.
  5. 5Memahami pokok-pokok ajaran moral dalam agama Khonghucu.
  6. 6Menghayati sembahyang kepada Tian dan nabi Kongzi merupakan kewajiban umat Khonghucu sebagai umatNya serta sebagai salah satu sarana pembinaan diri.

Tata Ibadah

Peserta didik menjelaskan definisi, makna, fungsi, dan tujuan upacara persembahyangan dalam pengajaran agama, Rutin melaksanakan kebaktian di Lithang/Miao sebagai bentuk kewajiban terhadap agama yang diimani, mengenal macam-macam tempat-tempat ibadah umat Khonghucu, mempraktikan cara bersujud kepada Tian, menguraikan tata cara bersalam dan menghormat, menganalisis dupa (Xiang) dan Meja Abu (altar) Leluhur, memaksimalkan praktek upacara sembahyang kepada leluhur, menguraikan penggunaan dupa dalam sembahyang kepada Tuhan setiap pagi dan sore, menganalisis upacara sembahyang kepada Nabi Kongzi, mengenal upacara sembahyang kepada Tian, mengenal macam-macam upacara Li Yuan, memahami makna dan manfaat kebaktian bagi diri sendiri dan umat, mengenal upacara kepada Para Suci.

  1. 1Memahami makna salam dan tata cara menghormat, sebagai wujud implementasi kesusilaan.
  2. 2Menghayati persembahyangan kepada Tuhan dan merefleksikannya dalam perilaku sehari-hari.
  3. 3Mengenal tempat dan rumah ibadah agama Khonghucu dan fungsinya serta jasa Nabi Kongzi dalam mengembangkan kelenteng sebagai sarana peribadahan dan pembinaan rohani masyarakat.
  4. 4Memahami makna altar leluhur sebagai sarana bakti kepada leluhur.
  5. 5Menghayati upacara sembahyang kepada nabi Kongzi dan menunjukkan sikap cheng xin zhong jing (iman, percaya, satya dan hormat) dalam bersembahyang
  6. 6Menghayati persembahyangan kepada para suci dan menunjukkan sikap cheng xin zhong jing (iman, percaya, satya dan hormat) dalam bersembahyang
  7. 7Menghayati upacara Peneguhan iman (Liyuan) adalah langkah awal pembinaan diri sebagai janji suci untuk mengamalkan ajaran agama Khonghucu
  8. 8Menjelaskan fungsi dan tugas rohaniwan, serta menumbuhkan rasa terima kasih kepadanya
  9. 9Memahami makna dan fungsi kebaktian bagi umat beragama, sebagai sarana pembinaan rohani.

Perilaku Junzi

Peserta didik mengamalkan keimanan yang pokok, mempraktikkan sikap hati-hati, sungguh-sungguh, rendah hati, sederhana dan suka mengalah terhadap teman di lingkungan sekolah tanpa memandang suku dan agama, berpartisipasi aktif dalam kegiatan lintas agama sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas kebijakan pemerintah yang memberikan pelayanan yang setara dengan agama lain, memahami ciri-ciri karakter dan perilaku Junzi, mempraktekkan Pokok-pokok ajaran moral agama Khonghucu, mempraktekan poin-poin delapan kebajikan (Ba De), melakukan kunjungan ke tempat ibadah agama lain sebagai bentuk persaudaraan terhadap sesama, menganalisis makna Kebajikan (De), menetapkan jadual kegiatan belajar dan menjalankannya dengan konsisten, menghayati pentingnya pembinaan diri sebagai kewajiban pokok, menunjukkan sikap bakti (Xiao) kepada Tuhan, Alam, dan orang tua, menunjukkan sikap hidup rukun dan toleran antar sesama umat beragama, mempraktikkan sikap mengasihi sesama manusia dan usaha berhenti pada puncak kebaikan dari salah-satu predikat yang disandang, dan mempraktikkan hormat dan patuh kepada orang tua di rumah sebagai bentuk perilaku bakti.

  1. 1Menghayati pembinaan diri sebagai kewajiban pokok setiap manusia, dan memahami langkah-langkah proses pembinaan diri dalam agama Khonghucu.
  2. 2Memahami makna Junzi, dan termotivasi uatuk memiliki karakter seorang Junzi.
  3. 3Menghayati dan mempraktikkan pokok-pokok ajaran moral ( 5 Kebajikan/ wŭcháng (ŭ cháng 五常), 8 Kebajikan/ bādé (pā té 八德), 5 Hubungan Kemanusiaan / wŭlún (ŭ lúen 五伦)) dalam agama Khonghucu, dalam upaya menepati kedudukan/posisi yang diembannya.
  4. 4Memahami puncak kebaikan dan konsep lima hubungan kemanusiaan (Wulun)
  5. 5Menghayati sikap dan perilaku bakti kepada Tian, Alam semesta dan Orang tua sebagai landasan pokok dalam proses pembinaan diri
  6. 6Mempratikkan sikap dan perilaku hati-hati, sungguh-sungguh, rendah hati, sederhana, dan suka mengalah, dalam kehidupan sehari-hari
  7. 7Memahami adanya kedudukan dan peran antara negara dengan warga negaranya sebagai karunia yang patut disyukuri dan dijaga
  8. 8Memahami toleransi, saling menghargai, saling menghormati sebagai landasan dalam membangun kebersamaan dan kerjasama antar umat beragama