ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI FASE D
Alur tujuan pembelajaran PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI fase D.
Pribadi Peserta didik
Peserta didik mampu memahami manusia sebagai citra Allah yang unik, dan sederajat, baik sebagai perempuan ataupun laki-laki, yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, sehingga bangga dan bersyukur. Peserta didik menyadari dirinya yang tumbuh dan berkembang berkat peran keluarga, teman, sekolah dan Gereja.
- 1Memahami makna manusia sebagai citra Allah yang unik, sehingga merasa bangga atas dirinya, baik sebagai perempuan atau laki-laki dan, mensyukurinya sebagai anugerah Allah.
- 2Memahami kemampuan dan keterbatasannya, sehingga melakukan tindakan yang dapat mengembangkan kemampuan serta mengatasi keterbatasan
- 3Memahami peran keluarga, teman, sekolah, dan Gereja dalam mengembangkan dirinya serta mensyukurinya dengan berpartisipasi di dalamnya
Yesus Kristus
Peserta didik mengenal dan memahami pribadi Yesus yang berbelas kasih dan pengampun sehingga mampu membangun relasi dengan-Nya. Peserta didik mampu memahami pribadi dan karya Yesus sebagai pemenuhan janji Allah, yang mewartakan Kerajaan Allah melalui sabda, tindakan, dan mukjizat-Nya; yang memanggil dan mengutus para murid-Nya, mengalami sengsara, wafat dan kebangkitan serta naik ke surga, selanjutnya mengutus Roh Kudus yang memberi daya dan kekuatan bagi para murid.
- 1Memahami berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus yang patut diteladani sebagai orang beriman sehingga tergerak mewujudkannya dalam perilaku sehari-hari.
- 2Memahami nilai-nilai dasar hidup bersama yang diajarkan Yesus sehingga tergerak untuk mewujudkannya dalam perilaku hidup sehari-hari.
- 3Memahami ajaran Kitab Suci dan ajaran Gereja tentang makna Yesus Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, yang mewartakan Kerajaan Allah melalui sabda dan tindakan sehingga semakin bersyukur atas nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus.
- 4Memahami makna panggilan dan perutusan Yesus Kristus pada para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah sehingga dapat ikut ambil bagian mewujudkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari
- 5Memahami makna peristiwa sengsara,wafat,kebangkitan serta kenaikan Yesus Kristus sebagai puncak pewartaan-Nya sehingga dapat menghayati dalam kehidupan sehari-hari
- 6Memahami peranan Roh Kudus sebagai daya hidup dalam kehidupan Gereja Perdana dan Gereja masa kini
Gereja
Peserta didik memahami Gereja sebagai komunitas yang hidup, yang melakukan berbagai karya, dan menjadi tanda dan sarana keselamatan serta mewujudkan sakramen keselamatan, melalui sakramen Inisiasi dan Sakramen Penyembuhan. Pada akhirnya Peserta didik dapat mewujudkan dalam hidupnya sehari-hari sebagai murid-murid Yesus dan anggota Gereja. Peserta didik mampu memahami makna Sakramen Perkawinan, Sakramen Tahbisan, dan membangun masa depan.
- 1Memahami Gereja sebagai komunitas umat beriman yang hidup melalui berbagai karya pastoral Gereja, sehingga mereka mampu berperan serta dalam karya-karya Gereja
- 2Memahami ajaran Gereja tentang Sakramen Inisiasi yang telah menjadikannya sebagai anggota Gereja, sehingga mampu mensyukurinya.
- 3Memahami ajaran Gereja tentang makna dan konsekuensi Sakramen Penyembuhan dalam hidup menggereja sehingga dapat bersyukur atas rahmat yang diperoleh dari Sakramen tersebut.
- 4Memahami Sakramen Perkawinan dan Sakramen Imamat sebagai tanggapan atas panggilan hidup sehingga mampu bersyukur atas rahmat yang diterimanya
- 5Memahami pentingnya cita-cita dalam perjuangan membangun masa depan sehingga terdorong untuk bersikap lebih bertanggung jawab dan bekerja keras dalam mewujudkannya
Masyarakat
Peserta didik mewujudkan imannya melalui upaya membangun kehidupan bersama berlandaskan pada Kebebasan sebagai Anak-anak Allah dan Sabda Bahagia. Peserta didik mengimani Allah sebagai sumber keselamatan yang sejati dan menanggapinya dalam kebersamaan dengan jemaat serta meneladan Maria; beriman di tengah masyarakat dengan mewujudkan hak dan kewajiban sebagai anggota Gereja dan masyarakat, menghargai keluhuran martabat manusia dengan mengembangkan budaya kehidupan, mengembangkan keadilan dan kejujuran, bersahabat dengan alam; beriman dengan membangun persaudaraan dengan semua orang berdasar sikap Gereja Katolik terhadap agama dan kepercayaan lain sehingga dapat membangun kebersamaan. Akhirnya peserta didik dapat mewujudkan makna iman dalam perilaku hidupnya sehari-hari, karena iman tanpa perbuatan adalah mati.
- 1Memahami Allah sebagai sumber keselamatan sejati dan mewujudkan praktik hidup beriman kristiani dalam kehidupan sehari-hari
- 2Memahami ajaran Gereja dan Kitab Suci tentang hak dan kewajiban umat beriman kristiani dan mampu membangun sikap menghargai hak dan kewajiban dalam hidup sehari-hari
- 3Memahami sikap dan pandangan Gereja tentang keluhuran martabat hidup manusia dan keutuhan alam ciptaan dan mensyukurinya dengan terlibat aktif dalam perjuangan menegakkan keluhuran martabat manusia dan menjaga keutuhan ciptaan
- 4Memahami ajaran Gereja tentang persaudaraan sejati dengan penganut agama dan kepercayaan lain sehingga mampu membangun semangat toleransi hidup beragama