SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Alur tujuan pembelajaran mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur pada Fase F mencakup elemen Teknik Pemesinan Konvensional, Teknik Pemesinan Non Konvensional, Teknik Fabrikasi Logam, Gambar Teknik dan Perancangan Fabrikasi Logam dan Manufaktur, Penerapan Pengujian Mutu, serta Pembuatan Produk dari Bahan Logam.

Alur tujuan pembelajaran mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur pada Fase F mencakup elemen Teknik Pemesinan Konvensional, Teknik Pemesinan Non Konvensional, Teknik Fabrikasi Logam, Gambar Teknik dan Perancangan Fabrikasi Logam dan Manufaktur, Penerapan Pengujian Mutu, serta Pembuatan Produk dari Bahan Logam.

Teknik Pemesinan Konvensional (Kode: TPK)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan pekerjaan membubut, menerapkan pekerjaan dengan mesin frais, dan menerapkan pekerjaan menggerinda.

  1. 1Memahami proses kerja pada pekerjaan dengan mesin bubut
  2. 2Memahami parameter pemotongan pada mesin, frais.
  3. 3Melakukan pekerjaan dengan mesin bubut.
  4. 4Memahami proses kerja pada pekerjaan dengan mesin frais.
  5. 5Memahami parameter pemotongan pada mesin frais.
  6. 6Melakukan pekerjaan dengan mesin frais.
  7. 7Memahami proses kerja pada pekerjaan dengan mesin gerinda.
  8. 8Memahami parameter pemotongan pada mesin gerinda.
  9. 9Melakukan pekerjaan dengan mesin gerinda.

Teknik Pemesinan Non Konvensional (Kode: TPNK)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan pengoperasian sistem komputer pada mesin CNC, menerapkan proses penyetelan mesin CNC, menerapkan proses penyetelan dan penyuntingan program pada mesin CNC, menerapkan pemrograman mesin CNC (dasar), menerapkan proses pengoperasian mesin CNC, dan menerapkan pengoperasian dan memantau mesin/proses.

  1. 1Menerapkan pengoperasian sistem komputer pada mesin CNC.
  2. 2Menerapkan proses penyetelan mesin CNC.
  3. 3Menerapkan proses penyetelan dan penyuntingan program pada mesin CNC.
  4. 4Menerapkan pemrograman mesin CNC (dasar).
  5. 5Menerapkan proses pengoperasian mesin CNC.
  6. 6Menerapkan pengoperasian dan memantau mesin/proses.

Teknik Fabrikasi Logam (Kode: TFL)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan rutinitas las Oksi-Asetilen, menerapkan pemotongan secara mekanik, menerapkan penyolderan dengan kuningan dan perak, menerapkan pemotongan panas secara manual, menerapkan proses pembentukan, pelengkungan, pencetakan dan merakit komponen fabrikasi, menerapkan rutinitas pengelasan menggunakan las busur manual dan/atau las gas (Metal), melakukan proses pengelasan dengan proses las oksigen-asetilen (las karbit), melakukan proses pengelasan dengan proses las busur manual, dan melakukan pengelasan dengan proses las gas (metal), menerapkan pengelasan dengan proses las gas tungsten.

  1. 1Melakukan rutinitas las Oksi-Asetilen
  2. 2Menerapkan pemotongan secara mekanik.
  3. 3Menerapkan penyolderan dengan kuningan dan perak.
  4. 4Menerapkan pemotongan panas secara manual.
  5. 5Menerapkan proses pembentukan, pelengkungan, pencetakan dan merakit komponen fabrikasi.
  6. 6Menerapkan rutinitas pengelasan menggunakan las busur manual dan/atau las gas (Metal).
  7. 7Melakukan proses pengelasan dengan proses las oksigen-asetilen (las karbit).
  8. 8Melakukan proses pengelasan dengan proses las busur manual.
  9. 9Melakukan pengelasan dengan proses las gas (metal).
  10. 10Menerapkan pengelasan dengan proses las gas tungsten

Gambar Teknik dan Perancangan Fabrikasi Logam dan Manufaktur (Kode: GTPF)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan proses menggambar sketsa, menerapkan penyiapan gambar teknik, menerapkan perancangan gambar teknik rinci tingkat dasar, menerapkan proses menggambar 2D dengan sistem CAD, menerapkan pembuatan model 3D dengan sistem CAD dasar, dan menerapkan konsep rancangan teknik dengan sistem CAD 3D.

  1. 1Menerapkan proses menggambar sketsa.
  2. 2Menerapkan penyiapan gambar teknik.
  3. 3Menerapkan perancangan gambar teknik rinci tingkat dasar.
  4. 4Menerapkan proses menggambar 2D dengan sistem CAD.
  5. 5Menerapkan pembuatan model 3D dengan sistem CAD dasar.
  6. 6Menerapkan konsep rancangan teknik dengan sistem CAD 3D.

Penerapan Pengujian Mutu (Kode: PPM)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan prosedur-prosedur mutu, menerapkan penggunaan peralatan pembanding dan/atau alat ukur dasar, dan menerapkan pengukuran mekanik presisi.

  1. 1Menerapkan prosedur-prosedur mutu.
  2. 2Menerapkan penggunaan peralatan pembanding dan/atau alat ukur dasar.
  3. 3Menerapkan pengukuran mekanik presisi.

Pembuatan Produk dari Bahan Logam (Kode: PPBL)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan sikap dan perilaku wirausahawan, menerapkan analisis peluang usaha produk barang/jasa, menerapkan pemasaran produk, menerapkan pembuatan lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa, menerapkan pembuatan prototype produk dengan menggunakan berbagai peralatan, dan menerapkan perhitungan biaya produksi barang/jasa dengan mengidentifikasi unsur-unsur biaya produksi dan melakukan perhitungan economic feasibility.

  1. 1Menerapkan sikap dan perilaku wirausahawan.
  2. 2Menerapkan analisis peluang usaha produk barang/jasa.
  3. 3Menerapkan pemasaran produk.
  4. 4Menerapkan pembuatan lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa.
  5. 5Menerapkan pembuatan prototype produk dengan menggunakan berbagai peralatan.
  6. 6Mengidentifikasi unsur-unsur biaya produksi
  7. 7Melakukan perhitungan economic feasibility.
  8. 8Menerapkan perhitungan biaya produksi barang/jasa