SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN TEKNIK FABRIKASI LOGAM DAN MANUFAKTUR

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur untuk Fase F mencakup enam elemen kompetensi utama mulai dari teknik pemesinan, fabrikasi logam, gambar teknik, pengujian mutu, hingga pembuatan produk dari bahan logam.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur untuk Fase F mencakup enam elemen kompetensi utama mulai dari teknik pemesinan, fabrikasi logam, gambar teknik, pengujian mutu, hingga pembuatan produk dari bahan logam.

Teknik Pemesinan Konvensional

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan pekerjaan membubut, menerapkan pekerjaan dengan mesin frais, dan menerapkan pekerjaan menggerinda.

  1. 11.1 Mampu menerapkan teknik pembubutan untuk menghasilkan benda kerja yang memenuhi persyaratan
  2. 21.2 Mampu menerapkan prosedur mengoperasikan mesin frais untuk menghasilkan benda kerja yang memenuhi persyaratan
  3. 31.3 Mampu mengaplikasikan operasi penggerindaan untuk menggerinda benda kerja dengan memenuhi standar

Teknik Pemesinan Non Konvensional

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan pengoperasian sistem komputer pada mesin CNC, menerapkan proses penyetelan mesin CNC, menerapkan proses penyetelan dan penyuntingan program pada mesin CNC, menerapkan pemrograman mesin CNC (dasar), menerapkan proses pengoperasian mesin CNC, dan menerapkan pengoperasian dan memantau mesin/proses.

  1. 12.1 Mampu menerapkan prosedur pengoperasian sistem komputer pada mesin CNC
  2. 22.2 Mampu mengaplikasikan proses penyetelan mesin CNC
  3. 32.3 Mampu menerapkan prosedur penyetelan dan penyuntingan program pada mesin CNC
  4. 42.4 Mampu menerapkan pemrograman mesin CNC (dasar)
  5. 52.5 Mampu menerapkan prosedur pengoperasian dan memantau mesin/proses.

Teknik Fabrikasi Logam

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan rutinitas las Oksi-Asetilen, menerapkan pemotongan secara mekanik, menerapkan penyolderan dengan kuningan dan perak, menerapkan pemotongan panas secara manual, menerapkan proses pembentukan, pelengkungan, pencetakan dan merakit komponen fabrikasi, menerapkan rutinitas pengelasan menggunakan las busur manual dan/atau las gas (Metal), melakukan proses pengelasan dengan proses las oksigen-asetilen (las karbit), melakukan proses pengelasan dengan proses las busur manual, dan melakukan pengelasan dengan proses las gas (metal), menerapkan pengelasan dengan proses las gas tungsten.

  1. 13.1 Mampu menerapkan teknik pemotongan secara mekanik
  2. 23.2 Mampu menerapkan teknik penyolderan dengan kuningan dan perak
  3. 33.3 Mampu menerapkan teknik pemotongan panas secara manual
  4. 43.4 Mampu menerapkan teknik pembentukan, pelengkungan, pencetakan dan merakit komponen fabrikasi
  5. 53.5 mampu menerapkan teknik pengelasan dengan proses las oksigen-asetilen (las karbit
  6. 63.6 Mampu menerapkan teknik pengelasan dengan proses las busur manual
  7. 73.7 Mampu menerapkan teknik pengelasan dengan proses las gas (metal)
  8. 83.8 Mampu menerapkan teknik pengelasan dengan proses las gas tungsten

Gambar Teknik dan Perancangan Fabrikasi Logam dan Manufaktur

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan proses menggambar sketsa, menerapkan penyiapan gambar teknik, menerapkan perancangan gambar teknik rinci tingkat dasar, menerapkan proses menggambar 2D dengan sistem CAD, menerapkan pembuatan model 3D dengan sistem CAD dasar, dan menerapkan konsep rancangan teknik dengan sistem CAD 3D.

  1. 14.1 Mampu menerapkan proses menggambar sketsa sesuai standar gambar teknik
  2. 24.2 Mampu menerapkan penyiapan gambar teknik
  3. 34.3 Mampu menerapkan perancangan gambar teknik rinci tingkat dasar
  4. 44.4 Mampu menerapkan proses menggambar 2D dengan sistem CAD
  5. 54.5 Mampu menerapkan pembuatan model 3D dengan sistem CAD dasar
  6. 64.6 Mampu menerapkan konsep rancangan teknik dengan sistem CAD 3D

Penerapan Pengujian Mutu

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan prosedur-prosedur mutu, menerapkan penggunaan peralatan pembanding dan/atau alat ukur dasar, dan menerapkan pengukuran mekanik presisi

  1. 15.1 Mampu menerapkan prosedur mutu
  2. 25.2 Mampu menerapkan penggunaan peralatan pembanding dan/atau alat ukur dasar
  3. 35.3 Mampu mengaplikasikan pengukuran mekanik presisi presisi

Pembuatan produk dari bahan logam

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan sikap dan perilaku wirausahawan, menerapkan analisis peluang usaha produk barang/jasa, menerapkan pemasaran produk, menerapkan pembuatan lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa, menerapkan pembuatan prototype produk dengan menggunakan berbagai peralatan, dan menerapkan perhitungan biaya produksi barang/jasa dengan mengidentifikasi unsur-unsur biaya produksi dan melakukan perhitungan economic feasibility.

  1. 16.1 Mampu menjelaskan sikap dan perilaku wirausahawan
  2. 26.2 Mampu menganalisis peluang
  3. 36.3 Mampu menganalisis pemasaran produk usaha
  4. 46.4 Mampu menerapkan pembuatan lembar kerja/gambar kerja untuk pembuatan prototype produk barang/jasa
  5. 56.5 Mampu menerapkan teknik pembuatan prototype produk dengan menggunakan berbagai peralatan
  6. 66.6 Mampu menerapkan perhitungan biaya produksi barang/jasa dan perhitungan economic feasibility.