SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN KONSENTRASI KEAHLIAN PENGAWASAN MURU HASIL PERTANIAN

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pengawasan Mutu Hasil Pertanian Fase F mencakup tujuh elemen utama meliputi teknik pengambilan sampel, pengujian organoleptik, volumetri dan gravimetri, fisikokimia dan instrumentasi, proksimat, mikrobiologis, hingga perekaman dan penyajian data hasil pengujian.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pengawasan Mutu Hasil Pertanian Fase F mencakup tujuh elemen utama meliputi teknik pengambilan sampel, pengujian organoleptik, volumetri dan gravimetri, fisikokimia dan instrumentasi, proksimat, mikrobiologis, hingga perekaman dan penyajian data hasil pengujian.

Teknik Pengambilan Sampel Uji

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan berbagai teknik pengambilan sampel uji (Sub sampling) dari sampel lapangan, menangani dan menyimpan contoh, serta mengarsipkan data sampel

  1. 1Menerapkan teknik pengambilan sampel uji (subsampling) dari sampel lapangan
  2. 2Menerapkan teknik penanganan dan penyimpanan contoh
  3. 3Menerapkan teknik pengarsipan data sampel

Teknik Pengujian Organoleptik

Pada akhir fase F, peserta didik dapat menerapkan metode uji kesukaan (Hedonic Test)/uji penerimaan (Preference Test), dan uji pembedaan (Difference Test) terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian.

  1. 1Menerapkan teknik pengujian metode uji kesukaan (hedonic test) terhadap produk makanan/ minuman ataupun komoditas pertanian.
  2. 2Menerapkan teknik pengujian metode uji penerimaan (preference test) terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian
  3. 3Menerapkan teknik pengujian metode uji pembedaan (difference test) terhadap produk makanan/ minuman ataupun komoditas pertanian.

Prinsip dan Teknik Pengujian Volumetri dan Gravimetri

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengujian metode Volumetri (Titrimetri) yang meliputi pemahaman stoikiometri dan konsep mol, menghitung konsentrasi larutan (pereaksi dan larutan standar), pengujian volumetri konvensional, dan menyimpan bahan kimia. Peserta didik juga dapat melakukan pengujian metode Gravimetri yang meliputi teknik penimbangan menggunakan neraca analitik, teknik pemisahan analit, pengendapan, elektrolisis, ekstraksi pelarut, kromatografi, pengatsirian dan pengujian kadar air Metode Thermogravimetri/ pengujian gravimetri konvensional, serta menangani limbah pereaksi dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

  1. 1Mengaplikasikan teknik pengujian metode volumetri /titrimetri (stoikiometri dan konsep mol, menghitung konsentrasi larutan (pereaksi dan larutan standar) dan menyimpan bahan kimia)
  2. 2Menerapkan teknik pengujian metode gravimetri (penimbangan, pemisahan analit, pengendapan, elektrolisis, ekstraksi pelarut, kromatografi, pengatsirian)
  3. 3Menerapkan teknik pengujian kadar air metode thermogravimetri/ pengujian gravimetri konvensional
  4. 4Menerapkan teknik penanganan limbah pereaksi secara konvensional dan/atau modern

Teknik Pengujian Fisikokimia dan Instrumentasi

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengujian terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian menggunakan instrumen sederhana seperti konduktometer, potensiometer, kolorimeter, refraktometer, polarimeter, viskometer, kromatografi (kromatografi kertas), dan spektrofotometer UV-VIS. Peserta didik juga dapat menggunakan berbagai jenis test kit seperti uji boraks, uji formalin, uji rhodamin B, dan uji metanil yellow. Peserta didik dapat menguji mutu air baku produksi/limbah produksi (TSS/COD/BOD) dan menangani limbah pereaksi menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

  1. 1Menerapkan teknik pengujian menggunakan instrumen sederhana terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian
  2. 2Menerapkan teknik pengujian menggunakan berbagai jenis test kit
  3. 3Menerapkan teknik penanganan limbah pengujian fisikokimia dan instrumentasi menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Teknik Pengujian Proksimat, Mneral dan Vitamin

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengujian terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, serat kasar, mineral (terhadap air baku pengolahan/ komoditas/produk) dan pengujian vitamin C/vitamin B menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 1Menerapkan teknik pengujian proksimat (kadar air, protein, lemak, karbohidrat) terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian menggunakan metode konvensional dan/ atau alat modern
  2. 2Menerapkan teknik pengujian serat kasar dan mineral (terhadap air baku pengolahan/ komoditas/produk) terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian menggunakan metode konvensional dan/ atau alat modern
  3. 3Menerapkan teknik pengujian vitaminC/ vitamin B terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian menggunakan metode konvensional dan/ atau alat modern menggunakan metode konvensional dan/ atau alat modern

Teknik Pengujian Mikrobiologis

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami teknik pengujian mikrobiologis dengan melakukan pembuatan media tumbuh/kultur mikroba, melakukan proses sterilisasi alat dan media kultur, pengujian secara mikrobiologis terhadap sampel produk makanan/minuman dengan menggunakan metode konvensional dan/ atau alat modern

  1. 1Menguraikan teknik pengujian mikrobiologis (media, sterilisasi peralatan) sesuai dengan tujuan pengujian
  2. 2Menerapkan teknik pengujian mikrobiologis terhadap sampel produk makanan/minuman dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Teknik Perekaman dan Penyajian Data Hasil Pengujian

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami teknik perekaman dan penyajian data dengan menerapkan control chart/pareto chart/fishbone diagram serta mengkomunikasikan hasil analisis data.

  1. 1Menguraikan teknik perekaman dan penyajian data dengan menerapkan control chart/pareto chart/fishbone diagram
  2. 2Menerapkan teknik komunikasi hasil analisis data