SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN KONSENTRASI KEAHLIAN PENGAWASAN MUTU HASIL PERTANIAN

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pengawasan Mutu Hasil Pertanian untuk Fase F mencakup elemen teknik pengambilan sampel uji, pengujian organoleptik, prinsip dan teknik pengujian volumetri dan gravimetri, pengujian fisikokimia dan instrumentasi, pengujian proksimat mineral dan vitamin, pengujian mikrobiologis, serta perekaman dan penyajian data.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pengawasan Mutu Hasil Pertanian untuk Fase F mencakup elemen teknik pengambilan sampel uji, pengujian organoleptik, prinsip dan teknik pengujian volumetri dan gravimetri, pengujian fisikokimia dan instrumentasi, pengujian proksimat mineral dan vitamin, pengujian mikrobiologis, serta perekaman dan penyajian data.

Teknik Pengambilan Sampel Uji

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan berbagai teknik pengambilan sampel uji (Sub sampling) dari sampel lapangan, menangani dan menyimpan contoh, serta mengarsipkan data sampel

  1. 11.1 Menerapkan berbagai teknik pengambilan sampel uji (Sub sampling) dari sampel lapangan
  2. 21.2 Menerapkan teknik penanganan dan penyimpanan contoh
  3. 31.3 Menerapkan teknik pengarsipan data sampel

Teknik Pengujian Organoleptik

Pada akhir fase F, peserta didik dapat menerapkan metode uji kesukaan (Hedonic Test)/uji penerimaan (Preference Test), dan uji pembedaan (Difference Test) terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian.

  1. 12.3 Menerapkan teknik pengujian metode uji kesukaan (hedonic test) terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian.
  2. 22.4 Menerapkan teknik pengujian metode uji penerimaan (preference test) terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian
  3. 32.5 Menerapkan teknik pengujian metode uji pembedaan (difference test) terhadap produk makanan/ minuman ataupun komoditas pertanian.

Prinsip dan Teknik Pengujian Volumetri dan Gravimetri

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengujian metode Volumetri (Titrimetri) yang meliputi pemahaman stoikiometri dan konsep mol, menghitung konsentrasi larutan (pereaksi dan larutan standar), pengujian volumetri konvensional, dan menyimpan bahan kimia. Peserta didik juga dapat melakukan pengujian metode Gravimetri yang meliputi teknik penimbangan menggunakan neraca analitik, teknik pemisahan analit, pengendapan, elektrolisis, ekstraksi pelarut, kromatografi, pengatsirian dan pengujian kadar air Metode Thermogravimetri/ konvensional, serta menangani limbah pereaksi dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

  1. 13.1 Menerapkan teknik pengujian volumetri/titrimetri ( pemahaman stoikiometri dan konsep mol, menghitung konsentrasi larutan (pereaksi dan larutan standar), pengujian volumetri konvensional, dan menyimpan bahan kimia.
  2. 23.2 Menerapkan teknik pengujian gravimetri (teknik penimbangan menggunakan neraca analitik, teknik pemisahan analit, pengendapan, elektrolisis, ekstraksi pelarut, kromatografi, pengatsirian dan pengujian kadar air secara konvensional)
  3. 33.3 Menerapkan teknik pengujian gravimetri dengan metode konvensional dan/atau alat modern

Teknik Pengujian Fisikokimia dan Instrumentasi

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengujian terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian menggunakan instrumen sederhana seperti konduktometer, potensiometer, kolorimeter, refraktometer, polarimeter, viskometer, kromatografi (kromatografi kertas), dan spektrofotometer UV-VIS. Peserta didik juga dapat menggunakan berbagai jenis test kit seperti uji boraks, uji formalin, uji rhodamin B, dan uji metanil yellow. Peserta didik dapat menguji mutu air baku produksi/limbah produksi (TSS/COD/BOD) dan menangani limbah pereaksi menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 14.1 Menerapkan teknik pengujian produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian menggunakan instrumen sederhana (konduktometer, potensiometer, kolorimeter, refraktometer, polarimeter, viskometer, kromatografi (kromatografi kertas), dan spektrofotometer UV-VIS)
  2. 24.2 Menerapkan teknik pengujian menggunakan berbagai jenis test kit(uji boraks, uji formalin, uji rhodamin B, dan uji metanil yellow)
  3. 34.3 Menerapkan teknik pengujian mutu air baku produksi/limbah produksi (TSS/COD/BOD)
  4. 44.4 Menerapkan teknik penanganan limbah pereaksi menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Teknik Pengujian Proksimat, mineral dan Vitamin

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengujian terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian meliputi pengujian kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, serat kasar, mineral (terhadap air baku pengolahan/ komoditas/produk) dan pengujian vitamin C/vitamin B menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 15.1 Menerapkan teknik pengujian proksimat (pengujian kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat ) dengan metode konvensional terhadap produk makanan/minuman ataupun komoditas pertanian
  2. 25.2 Menerapkan teknik pengujian serat kasar, mineral (terhadap air baku pengolahan/ komoditas/produk) secara konvensional dan/atau alat modern.terhadap produk makanan/ minuman ataupun komoditas pertanian
  3. 35.3 Menerapkan teknik pengujian vitamin C atau B secara konvensional terhadap produk makanan/ minuman ataupun komoditas pertanian

Teknik Pengujian Mikrobiologis

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami teknik pengujian mikrobiologis dengan melakukan pembuatan media tumbuh/kultur mikroba, melakukan proses sterilisasi alat dan media kultur, pengujian mikrobiologis terhadap sampel produk makanan/minuman dengan menggunakan metode konvensional dan/ atau alat modern

  1. 16.1 Memahami teknik pengujian mikrobiologis (pembuatan media tumbuh/kultur mikroba, sterilisasi alat dan media kultur)
  2. 26.2 Menerapkan teknik pengujian mikrobiologis terhadap sampel produk makanan/minuman dengan menggunakan metode konvensional dan/ atau alat modern

Teknik Perekaman dan Penyajian Data Hasil Pengujian

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami teknik perekaman dan penyajian data dengan menerapkan control chart/pareto chart/fishbone diagram serta mengkomunikasikan hasil analisis data.

  1. 17.1 Memahami teknik perekaman dan penyajian data dengan menerapkan control chart/pareto chart/fishbone diagram
  2. 27.2 Mengkomunikasikan hasil analisis data.