SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN KONSENTRASI KEAHLIAN KESEHATAN HEWAN

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Kesehatan Hewan pada Fase F mencakup lima elemen utama terkait kesehatan dan penanganan hewan.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Kesehatan Hewan pada Fase F mencakup lima elemen utama terkait kesehatan dan penanganan hewan.

1. Pengantar Kesehatan Hewan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami anatomi hewan, fisiologi hewan, mengklasifikasikan bakteri, virus, jamur, dan parasit. Peserta didik mengidentifikasi jenis dan karakteristik obat dan vaksin, serta menerapkan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).

  1. 11.1 Memahami anatomi dan fisiologi hewan
  2. 21.2 Melakukan klasifikasi agen penyebab penyakit hewan
  3. 31.3 Melakukan identifikasi obat dan vaksin hewan
  4. 41.4 Menerapkan kesejahteraan hewan

2. Pencegahan dan pengendalian penyakit hewan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengendalian penyakit hewan meliputi pemeriksaan fisik hewan, pencatatan rekam medik, identifikasi gejala klinis penyakit hewan, perawatan hewan, pengobatan pada hewan. Peserta didik juga dapat melakukan pencegahan penyakit hewan dengan cara grooming, pemberian vaksin, isolasi, disinfeksi, pemusnahan hewan dan/atau bangkai.

  1. 12.1 Melakukan pemeriksaan fisik hewan
  2. 22.2 Menerapkan teknik pencegahan penyakit hewan
  3. 32.3 Menerapkan teknik pengendalian penyakit hewan

3 Pemeriksaan dan pengujian laboratorium

Pada akhir fase F, peserta didik dapat menangani alat pengujian, melakukan prosedur bedah bangkai, pengambilan sampel pemeriksaan dan menerapkan prosedur pengujian sampel secara organoleptik, biologis, kimia dan fisikokimia. Peserta didik juga dapat membuat preparat awetan, media biakan, dan memelihara biakan mikroorganisme.

  1. 13.1 Melakukan perawatan alat pengujian
  2. 23.2 Melakukan bedah bangkai pada unggas
  3. 33.3 Melakukan pengujian sampel
  4. 43.4 Melakukan pemeliharaan mikroorganisme

4 Penanganan reproduksi hewan.

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan penampungan semen, pemeriksaan kualitas semen, inseminasi buatan, dan menerapkan teknologi reproduksi. Peserta didik juga dapat menerapkan prosedur pemeriksaan kebuntingan, penentuan status reproduksi hewan, penanganan kelahiran, dan gangguan reproduksi pada hewan.

  1. 14.1 Melakukan penanganan semen
  2. 24.2 Menerapkan teknologi reproduksi
  3. 34.3 Menerapkan prosedur penanganan reproduksi hewan
  4. 44.4 Menerapkan prosedur penanganan gangguan reproduksi hewan

5 Penjaminan keamanan produk hewan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami ruang lingkup kesehatan masyarakat veteriner, pemotongan hewan, dan zoonosis. Peserta didik dapat melakukan pemeriksaan ante mortem, post mortem. Peserta didik juga dapat melakukan penanganan produk hewan, pemeriksaan kualitas susu, telur, daging, dan produk asal hewan, serta pemusnahan produk hewan.

  1. 15.1 Memahami ruang lingkup kesehatan masyarakat hewan
  2. 25.2 Melakukan pemeriksaan pemotongan hewan
  3. 35.3 Melakukan penanganan produk asal hewan
  4. 45.4 Memahami zoonosis