ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KESEHATAN HEWAN
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Kesehatan Hewan pada Fase F mencakup elemen pengantar kesehatan hewan, pencegahan dan pengendalian penyakit, pemeriksaan dan pengujian laboratorium, penanganan reproduksi hewan, serta penjaminan keamanan produk hewan.
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Kesehatan Hewan pada Fase F mencakup elemen pengantar kesehatan hewan, pencegahan dan pengendalian penyakit, pemeriksaan dan pengujian laboratorium, penanganan reproduksi hewan, serta penjaminan keamanan produk hewan.
Pengantar Kesehatan Hewan
Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami anatomi hewan, fisiologi hewan, mengklasifikasikan bakteri, virus, jamur, dan parasit. Peserta didik mengidentifikasi jenis dan karakteristik obat dan vaksin, serta menerapkan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).
- 11.1 Memahami anatomi dan fisiologi hewan
- 21.2 Melakukan klasifikasi jenis mikroorganisme
- 31.3 Melakukan identifikasi obat dan vaksin hewan
- 41.4 Menerapkan kesejahteraan hewan
Pencegahan dan pengendalian penyakit hewan
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pengendalian penyakit hewan meliputi pemeriksaan fisik hewan, pencatatan rekam medik, identifikasi gejala klinis penyakit penyakit hewan, perawatan hewan, pengobatan pada hewan. Peserta didik juga dapat melakukan pencegahan penyakit hewan dengan cara grooming, pemberian vaksin, isolasi, disinfeksi, pemusnahan hewan dan/atau bangkai.
- 12.1 Melakukan pencegahan penyakit hewan
- 22.2 Melakukan pengendalian penyakit hewan
Pemeriksaan dan pengujian laboratorium
Pada akhir fase F, peserta didik dapat menangani alat pengujian, melakukan prosedur bedah bangkai, pengambilan sampel pemeriksaan dan menerapkan prosedur pengujian sampel secara organoleptik, biologis, kimia dan fisikokimia. Peserta didik juga dapat membuat preparat awetan, media biakan, dan memelihara biakan mikroorganisme.
- 13.1 Melakukan perawatan alat pengujian
- 23.2 Menerapkan teknik pemeriksaan lanjutan
- 33.3 Merapkan prosedur pengujian sampel secara organoleptic
- 43.4 Membuat preparate awetan
Penanganan reproduksi hewan.
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan penampungan semen, pemeriksaan kualitas semen, inseminasi buatan, dan menerapkan teknologi reproduksi. Peserta didik juga dapat menerapkan prosedur pemeriksaan kebuntingan, penentuan status reproduksi hewan, penanganan kelahiran, dan gangguan reproduksi pada hewan.
- 14.1 Melakukan penampungan dan pemeriksaan kualitas semen
- 24.2 Melakukan inseminasi buatan dan menerapkan teknologi reproduksi
- 34.3 Melakukan pemeriksaan kebuntingan
- 44.4 Melakukan penanganan kelahiran dan gangguan reproduksi
Penjaminan keamanan produk hewan
Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami ruang lingkup kesehatan masyarakat veteriner, pemotongan hewan, dan zoonosis. Peserta didik dapat melakukan pemeriksaan ante mortem, post mortem. Peserta didik juga dapat melakukan penanganan produk hewan, pemeriksaan kualitas susu, telur, daging, dan produk asal hewan, serta pemusnahan produk hewan.
- 15.1 Memahami ruang lingkup kesehatan masyarakat veteriner
- 25.2 Melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem
- 35.3 Melakkan penanganan produk hewan