SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Fase F mencakup sepuluh elemen utama mulai dari penyiapan media tanam hingga pemasaran.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Fase F mencakup sepuluh elemen utama mulai dari penyiapan media tanam hingga pemasaran.

Penyiapan media tanam

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan media tumbuh untuk tanaman yang ditanam di lahan basah, lahan kering, di pot dan tanaman yang ditanam dengan metode lainnya seperti hidroponik, aquaponik dan aeroponik maupun pertanian organik secara konvensional dan/atau dengan alat modern

  1. 11.1 Menerapkan teknik penyiapan media tumbuh tanaman sayuran secara konvensional dan/atau mekanis
  2. 21.2 Menerapkan teknik penyiapan tumbuh tanaman pangan secara konvensional dan/atau mekanis
  3. 31.3 Menerapkan teknik penyiapan tumbuh tanaman hias secara konvensional dan/atau mekanis
  4. 41.4 Menerapkan teknik penyiapan tumbuh tanaman buah secara konvensional dan/atau mekanis

Penyiapan bibit

Pada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan bibit melalui perbanyakan tanaman secara vegetatif (stek, okulasi, cangkok, menyambung, kultur jaringan) serta generatif untuk tanaman pangan dan hortikultura secara konvensional dan/atau dengan alat modern

  1. 12.1 Menerapkan teknik penyiapan bibit tanaman sayuran secara konvensional dan/atau dengan alat modern
  2. 22.2 Menerapkan teknik penyiapan bibit tanaman pangan secara konvensional dan/atau dengan alat modern
  3. 32.3 Menerapkan teknik penyiapan bibit tanaman hias secara vegetatif dan generatif menggunakan alat konvensional dan/atau modern
  4. 42.4 Menerapkan teknik penyiapan bibit tanaman buah-buahan secara vegetatif dan generatif menggunakan alat konvensional dan/atau modern

Penanaman

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan penanaman mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan penyulaman sesuai komoditas tanaman secara konvensional dan/atau dengan alat modern.

  1. 13.1 Menerapkan teknik penanaman tanaman sayuran
  2. 23.2 Menerapkan teknik penanaman tanaman pangan
  3. 33.3 Menerapkan teknik penanaman tanaman hias
  4. 43.4 Menerapkan teknik penanaman tanaman buah

Pengairan

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pengairan yang meliputi berbagai teknik pengairan di lahan basah, lahan kering, untuk tanaman semusim dan tanaman tahunan, maupun penanaman sistem hidroponik, aquaponik, dan aeroponik secara konvensional dan/atau dengan alat modern.

  1. 14.1 Menerapkan teknik pengairan tanaman sayuran secara konvensional dan/atau dengan alat modern
  2. 24.2 Menerapkan teknik pengairan tanaman pangan secara konvensional dan/atau dengan alat modern
  3. 34.3 Menerapkan teknik pengairan tanaman hias secara konvensional dan/atau dengan alat modern
  4. 44.4 Menerapkan teknik pengairan tanaman buah secara konvensional dan/atau dengan alat modern

Pemupukan

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pemupukan meliputi pupuk organik dan/atau anorganik secara manual maupun mekanis secara konvensional dan/atau dengan alat modern

  1. 15.1 Menerapkan teknik pemupukan tanaman sayuran
  2. 25.2 Menerapkan teknik pemupukan tanaman pangan
  3. 35.3 Menerapkan teknik pemupukan tanaman hias
  4. 45.4 Menerapkan teknik pemupukan tanaman buah

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) meliputi gulma, hama dan/atau penyebab penyakit tanaman dengan berbagai metode, secara konvensional dan/atau dengan alat modern

  1. 16.1 Menerapkan teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman sayuran
  2. 26.2 Menerapkan teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman pangan
  3. 36.3 Menerapkan teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman hias
  4. 46.4 Menerapkan teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman buah

Perlakuan khusus

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perlakuan khusus pada tanaman pangan dan hortikultura seperti pemberian hormon tumbuh, pembumbunan, pemangkasan, pemasangan ajir yang disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan secara konvensional dan/atau dengan alat modern

  1. 17.1 Menerapkan teknik perlakuan khusus pada tanaman sayuran
  2. 27.2 Menerapkan teknik perlakuan khusus pada tanaman pangan
  3. 37.3 Menerapkan teknik perlakuan khusus pada tanaman hias
  4. 47.4 Menerapkan teknik perlakuan khusus pada tanaman buah

Panen dan pascapanen

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan panen dan pasca panen produksi tanaman meliputi persiapan panen, teknik panen, sorting, grading, packing, dan/atau labelling secara konvensional dan/atau dengan alat modern

  1. 18.1 Menerapkan teknik panen dan pasca panen tanaman sayuran
  2. 28.2 Menerapkan teknik panen dan pasca panen tanaman pangan
  3. 38.3 Menerapkan teknik panen dan pasca panen tanaman hias
  4. 48.4 Menerapkan teknik panen dan pasca panen tanaman buah

Pengelolaan limbah hasil pertanian

Pada akhir fase F, peserta didik mampu Menerapkan teknik pengelolaan limbah hasil produksi tanaman meliputi pembuatan pupuk hijau dan/atau kompos, pestisida nabati dengan berbagai metode

  1. 19.1 Menerapkan teknik pengelolaan limbah hasil produksi tanaman sayuran
  2. 29.2 Menerapkan teknik pengelolaan limbah hasil produksi tanaman pangan
  3. 39.3 Menerapkan teknik pengelolaan limbah hasil produksi tanaman hias
  4. 49.4 Menerapkan teknik pengelolaan limbah hasil produksi tanaman buah

Pemasaran

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pemasaran mulai dari analisa peluang pasar, komunikasi, Teknik pemasaran konvensional dan/atau digital, hingga administrasi dan pembukuan usaha

  1. 110.1 Menerapkan teknik pemasaran tanaman sayuran
  2. 210.2 Menerapkan teknik pemasaran tanaman pangan
  3. 310.3 Menerapkan teknik pemasaran tanaman hias
  4. 410.4 Menerapkan teknik pemasaran tanaman buah