ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) AGRIBISNIS PERIKANAN PAYAU LAUT
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Perikanan Payau dan Laut untuk Fase F SMK mencakup delapan elemen utama mulai dari proses bisnis, pengelolaan kualitas air, produksi pakan, pembenihan, pendederan, pembesaran, pemanenan dan pasca panen, hingga pemasaran.
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Perikanan Payau dan Laut untuk Fase F SMK mencakup delapan elemen utama mulai dari proses bisnis, pengelolaan kualitas air, produksi pakan, pembenihan, pendederan, pembesaran, pemanenan dan pasca panen, hingga pemasaran.
Proses bisnis dan perkembangan teknologi
Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan proses bisnis dan perkembangan teknologi, membuat analisa kelayakan usaha, mengidentifikasi peluang usaha merencanakan produksi, manajemen dan tata kelola produksi, melaksanakan produksi, melakukan monitoring dan evaluasi proses bisnis komoditas, serta menerapkan perkembangan teknologi pada kegiatan agribisnis perikanan payau dan laut
- 1Melakukan analisis peluang usaha
- 2Melakukan perencanaan proses bisnis
- 3Melakukan proses bisnis produksi
- 4Melakukan pengembangan teknologi bisnis perikanan
Pengelolaan kualitas air dan mengendalikan hama penyakit ikan
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengelola kualitas air dan mengendalikan hama penyakit ikan mulai dari mengidentifikasi parameter kualitas air, mengukur dan mengelola kualitas air dengan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL), mengidentifikasi jenis hama dan penyakit, melakukan pencegahan hama dan penyakit, serta mengobati ikan yang sakit.
- 1Mengelola kualitas air dengan system IPAL dan 4 R
- 2Mengendalikan hama dan penyakit ikan/Non Ikan
Produksi pakan alami dan pakan buatan
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan produksi pakan alami baik secara terkontrol di bak maupun pro duksi pakan alami mulai dari menyiap kan wadah, melaku kan inokulasi, memantau partum buhan dan memanen pakan alami dan melaku kan produksi pakan buatan mulai dari menyusun ransum pakan, menyiapkan bahan baku, membuat pakan buatan dan menguji kualitas pakan, mengemas serta melakukan enrichment pakan.
- 1Melakukan kultur pakan alami baik secara terkontrol di bak maupun pro duksi pakan alami mulai dari menyiap kan wadah, melaku kan inokulasi, memantau partum buhan dan memanen pakan alami
- 2Melakukan kultur pakan alami secara masal
- 3Melakukan produksi pakan buatan mulai dari menyusun ransum pakan, menyiapkan bahan baku, membuat pakan buatan dan menguji kualitas pakan, mengemas
- 4Melakukan enrichment pakan alami dan buatan
Pembenihan perikanan payau dan laut
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pembenihan perikanan payau dan laut mulai dari menyiapkan persiapan wadah, menerapkan biosecurity (K3LH), sarana prasarana dan tenaga kerja, tata kelola wadah dan media, melakukan seleksi induk dan mengelola induk. Peserta didik juga dapat mematangkan gonad dengan teknik ablasi untuk kelompok crustacea dan aplikasi hormone, untuk kelompok ikan, memijahkan, menetaskan telur, menetaskan cyste artemia. Peserta didik dapat memelihara larva dan memantau laju pertumbuhan serta kesehatan ikan, mencatat secara terukur produksi benih serta penerapan teknologi di pembenihan baik yang secara konvensional dan atau modern sesuai dengan kemampuan sekolah dan kondisi daerahnya
- 1Melakukan pembenihan ikan/non ikan payau /laut dengan menerapkan biosecurity (K3LH), sarana prasarana dan tenaga kerja, tata kelola wadah dan media, melakukan seleksi induk dan mengelola induk
- 2Menerapkan perkembangan teknologi pembenihan ikan/non ikan
Pendederan perikanan payau dan laut
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pendederan perikanan payau dan laut perikanan payau dan laut mulai dari menyiapkan wadah, menerapkan biosecurity (K3LH), sarana prasarana dan tenaga kerja di kegiatan pendeder an seperti penggunaan alat pelindung, tata kelola wadah serta media pendederan. Peserta didik juga dapat melakukan seleksi benih dan memelihara benih ikan/ kekerangan/tokolan udang mulai dari manajemen kualitas air dan pakan, memantau laju pertumbuhan serta kesehatan ikan/udang. Peserta didik mencatat secara terukur proses produksi pada kegiatan pendederan dan melakukan penerapan teknologi di pendederan
- 1Melakukan pendederan benih ikan mulai dari menyiapkan wadah, menerapkan biosecurity (K3LH), sarana prasarana dan tenaga kerja di kegiatan pendeder an seperti penggunaan alat pelindung, tata kelola wadah serta media pendederan
- 2Menerapkan perkembangan teknologi pendederan ikan/non ikan payau
Pembesaran perikanan payau dan laut
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pembesaran perikanan payau dan laut mulai dari menyiapkan lahan, menerapkan biosecurity (K3LH), sarana prasarana dan tenaga kerja, serta tata kelola dan media pemeliharaan benih. Peserta didik juga dapat memelihara benih dan memantau laju pertumbuhan serta kesehatan benih, mencatat secara terukur proses produksi pada kegiatan pembesar an, serta melakukan penerapan teknologi di bidang pembesaran baik yang secara konvensional dan atau modern sesuai dengan kemampuan sekolah dan kondisi daerahnya.
- 1Melakukan pembesaran ikan/non ikan payau/laut dengan menerapkan biosecurity dan K3L
- 2Menerapkan teknologi pembesaran ikan/non ikan payau laut
Pemanenan dan penangan pasca panen ikan
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pemanenan ikan dan melakukan penanganan pasca panen mulai dari menentukan teknik pemanenan, menyiapkan alat dan bahan pemanenan, melakukan sortasi dan grading, meng hitung estimasi panen, melakukan panen, mencuci hasil panen, Mengendalikan mutu hasil panen, mengemas ikan, serta melaku kan trans portasi dan menerapkan teknologi pemanen an dan pasca panen baik yang secara konvensional dan atau modern sesuai dengan kemampu an sekolah dan kondisi daerahnya.
- 1Melakukan pemanenan dan pasca panen dengan perkembangan teknologi
- 2Melakukan packing dan transportasi
Pemasaran hasil produksi perikanan air payau dan laut
Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pemasaran mulai dari membaca peluang pasar, meningkatkan nilai jual, melakukan komunikasi pemasaran secara terpadu, melakukan pemasaran baik online dan/atau offline, mencatat secara terukur hasil produk berupa analisa usaha serta menggunakan data pemasaran untuk pengembangan usaha.
- 1Melakukan survai pasar
- 2Melakukan pemasaran dan analisa usaha