SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN KONSENTRASI KEAHLIAN AGRIBISNIS PERBENIHAN TANAMAN

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Perbenihan Tanaman pada Fase F mencakup elemen teknik penanaman, pengelolaan pertanaman, pemanenan hingga penanganan pasca panen, pengolahan, produksi/penangkaran, perbanyakan vegetatif, pengujian benih, pengelolaan limbah, serta pendistribusian dan pemasaran benih.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Perbenihan Tanaman pada Fase F mencakup elemen teknik penanaman, pengelolaan pertanaman, pemanenan hingga penanganan pasca panen, pengolahan, produksi/penangkaran, perbanyakan vegetatif, pengujian benih, pengelolaan limbah, serta pendistribusian dan pemasaran benih.

1. Teknik penanaman calon benih

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan persemaian, penyiapan lahan/media, dan penanaman secara konvensional dan/atau dengan alat mekanis modern dengan menerapkan prinsip genetis maupun prinsip agronomis tanaman sesuai potensi daerah.

  1. 11.1 Menerapkan teknik penyiapan lahan tanaman sayur dan tanaman pangan
  2. 21.2 Menerapkan teknik penyemaian dan penanaman tanaman sayur dan tanaman pangan
  3. 31.3 Menerapkan teknik penyiapan lahan tanaman buah dan tanaman perkebunan
  4. 41.4 Menerapkan teknik penyemaian dan penanaman tanaman buah dan tanaman perkebunan

2. Pengelolaan pertanaman

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pengelolaan pertanaman secara konvensional dan/atau dengan alat mekanis modern yang meliputi pengelolaan air irigasi, pemupukan, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terpadu, penyerbukan (polinasi) baik selfing (serumah) maupun crossing (silang), dan/atau pemangkasan tanaman sesuai potensi daerah.

  1. 12.1 Menerapkan teknik pengelolaan (irigasi, pemupukan, pengendalian OPT terpadu, tanaman sayur dan tanaman pangan
  2. 22.2 Menerapkan teknik penyerbukan polinasi tanaman sayur dan tanaman pangan
  3. 32.3 Menerapkan teknik pemangkasan tanaman sayur dan tanaman pangan
  4. 42.4 Menerapkan teknik pengelolaan (irigasi, pemupukan, pengendalian OPT terpadu, tanaman buah dan tanaman perkebunan
  5. 52.5 Menerapkan teknik penyerbukan polinasi tanaman buah dan tanaman perkebunan
  6. 62.6 Menerapkan teknik pemangkasan tanaman buah dan tanaman perkebunan

Pemanenan dan penanganan pasca panen

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pemanenan dan penanganan pasca panen calon benih secara konvensional dan/atau dengan alat mekanis modern yang meliputi teknik panen, ekstraksi biji calon benih, pengeringan, sortasi, dan grading untuk komoditas sesuai potensi daerah.

  1. 13.1 Menerapkan teknik pemanenan calon benih tanaman sayur dan panagan
  2. 23.2 Menerapkan teknik penanganan pasca panen calon benih tanaman sayur dan pangan
  3. 33.3 Menerapkan teknik pemanenan calon benih tanaman buah dan perkebunan
  4. 43.4 Menerapkan teknik penanganan pasca panen calon benih tanaman buah dan perkebunan

4. Pengolahan benih

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pembersihan, perlakuan benih/pemberian bahan kimia (pestisida), pengemasan, dan penyimpanan benih, baik secara manual maupun menggunakan alat mekanis untuk tanaman sesuai potensi daerah.

  1. 14.1 Menerapkan teknik pembersihan benih, perlakuan benih tanaman sayur dan tanaman pangan
  2. 24.2 Menerapkan teknik pengemasan dan penyimpanan benih tanaman sayur dan tanaman pangan
  3. 34.3 Menerapkan teknik pembersihan benih, perlakuan benih tanaman buah dan tanaman perkebunan
  4. 44.4 Menerapkan teknik pengemasan dan penyimpanan benih tanaman buah dan tanaman perkebunan

5. Produksi/penangkaran benih

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan produksi/penangkaran benih mulai dari pengelolaan benih inbrida, hibrida, produksi benih sumber, hingga sertifikasi benih tanaman sesuai potensi daerah

  1. 15.1 Menerapkan teknik produksi/penangkaran benih tanaman sayur dan tanaman pangan
  2. 25.2 Menerapkan teknik pengelolaan benih inbrida, hibrida, produksi benih sumber, hingga sertifikasi benih tanaman sayur dan tanaman pangan
  3. 35.3 Menerapkan teknik produksi/penangkaran benih tanaman buah dan tanaman perkebunan
  4. 45.4 Menerapkan teknik pengelolaan benih inbrida, hibrida, produksi benih sumber, hingga sertifikasi benih tanaman buah dan tanaman perkebunan

6. Perbanyakan benih secara vegetatif

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perbanyakan benih secara vegetatif dengan metode konvensional dan/atau alat mekanis modern seperti stek, cangkok, sambung, okulasi, dan/atau kultur jaringan (in vitro

  1. 16.1 Menerapkan teknik pengelolaan tanaman induk
  2. 26.2 Menerapkan teknik perbanyakan benih secara vegetative dengan teknologi dan metode konvensional
  3. 36.3 Menerapkan teknik perbanyakan benih secara modern/kultur jaringan (in vitro)

7. Pengujian benih

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pengujian benih mulai dari pengambilan contoh, pengujian standar (kadar air, kemurnian fisik, dan daya berkecambah benih), dan/atau pengujian khusus (uji hibriditas, uji viabilitas biokimia, penetapan bobot 1000 butir, uji kesehatan benih) dengan berbagai metode tanaman pangan, dan/atau hortikultura, dan/atau perkebunan.

  1. 17.1 Menerapkan teknik pengujian benih secara umum pengambilan contoh, pengujian standar (kadar air, kemurnian fisik, dan daya berkecambah benih, penetapan bobot 1000 butir
  2. 27.2 Menerapkan teknik pengujian khusus pada benih yaitu uji hibriditas, uji viabilitas biokimia, uji kesehatan benih)

8. Pengelolaan limbah hasil pertanian

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pengelolaan limbah hasil pertanian mulai dari pembuatan pupuk hijau, pembuatan kompos dengan berbagai metode dan/atau produk sampingan lainnya sesuai perkembangan teknologi

  1. 18.1 Menentukan metode pengelolaan limbah
  2. 28.2 Menerapkan teknik pengelolaan limbah hasil pertanian berbagai metode

9. Pendistribusian dan pemasaran benih

Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pendistribusian dan pemasaran benih mulai dari analisis peluang pasar, teknik pemasaran, teknik pemasaran, pengadministrasian hasil, hingga pemasaran secara konvensional maupun digital.

  1. 19.1 Menerapkan teknik pendistribusian dan pemasaran benih
  2. 29.2 Menerapkan teknik pembukuan hasil usaha benih