SiapQC lolos

Alur Tujuan Pembelajaran Konsentrasi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian pada Fase F mencakup elemen produksi olahan hasil nabati, hewani, tanaman bahan penyegar dan perkebunan, tanaman rempah, sistem manajemen keamanan pangan, pengemasan, penanganan limbah, hingga analisa usaha.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian pada Fase F mencakup elemen produksi olahan hasil nabati, hewani, tanaman bahan penyegar dan perkebunan, tanaman rempah, sistem manajemen keamanan pangan, pengemasan, penanganan limbah, hingga analisa usaha.

Produksi olahan hasil nabati

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan pemilihan dan penanganan bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil nabati, penyiapan dan pengoperasian peralatan, pengendalian proses dan penilaian mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 11.1. menerapkan teknik pemilihan dan penanganan bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil nabati
  2. 21.2. mengaplikasikan cara memilih dan mengoperasikan peralatan
  3. 31.3. menerapkan teknik pengendalian proses dan penilaian mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Produksi olahan hasil hewani

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan produksi olahan daging/ ikan/telur dan/atau susu dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil hewani, menyiapkan dan mengoperasikan peralatan, mengendalikan proses dan menilai mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 12.1 menerapkan teknik produksi olahan daging/ ikan/telur dan/atau susu dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil hewani
  2. 22.2 mengaplikasikan cara memilih dan mengoperasikan peralatan
  3. 32.3 menerapkan teknik pengendalian proses dan penilaian mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Produksi olahan hasil tanaman bahan penyegar dan perkebunan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan produksi olahan teh/kopi/coklat/kelapa/tembakau dan/atau komoditas lainnya dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil tanaman bahan penyegar dan perkebunan, menyiapkan dan mengoperasikan peralatan, mengendalikan proses dan menilai mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 13.1 menerapkan teknik produksi olahan teh/kopi/coklat/kelapa/tembakau dan/atau komoditas lainnya dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil tanaman bahan penyegar dan perkebunan
  2. 23.2 mengaplikasikan cara memilih dan mengoperasikan peralatan
  3. 33.3 menerapkan teknik pengendalian proses dan penilaian mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Produksi olahan hasil tanaman rempah

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan produksi olahan jahe/kunyit/temulawak/cengkeh/kayu manis/pala dan/atau komoditas lainnya dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil tanaman rempah, menyiapkan dan mengoperasikan peralatan, mengendalikan proses dan menilai mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 14.1 menerapkan teknik produksi olahan jahe/kunyit/temulawak/cengkeh/kayu manis/pala dan/atau komoditas lainnya dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan tambahan untuk proses produksi pengolahan hasil tanaman rempah
  2. 24.2 mengaplikasikan cara memilih dan mengoperasikan peralatan
  3. 34.3 menerapkan teknik pengendalian proses dan penilaian mutu hasil dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Sistem manajemen keamanan pangan dan kualitas produk

Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami dan menyusun spesifikasi produk, penerapan sanitasi/SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures), GMP (Good Manufacturing Practice) dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).

  1. 15.1 memahami tentang spesifikasi produk, penerapan SSOP (Sanitation Standard Operation Procedure), GMP, dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)
  2. 25.2 menyusun spesifikasi produk , SSOP (Sanitation Standard Operation Procedure), GMP (Good Manufacturing Practice) , dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)

Pengemasan, penyimpanan dan penggudangan

Pada akhir fase F, peserta didik dapat menentukan bahan kemasan, teknik pengemasan, penyimpanan produk olahan hasil pertanian, proses penggudangan dan sistem pengelolaan penggudangan dalam penerapannya di bidang pengolahan hasil pertanian dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

  1. 16.1 menerapkan proses pengemasan produk olahan hasil pertanian (bahan kemasan, teknik pengemasan)
  2. 26.2 menerapkan teknik penyimpanan produk olahan hasil pertanian
  3. 36.3 menerapkan teknik penggudangan dan sistem pengelolaan penggudangan dalam bidang pengolahan hasil pertanian dengan menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern.

Penanganan limbah pengolahan hasil pertanian

Pada akhir fase F, peserta didik dapat melakukan penanganan dan pemanfaatan hasil samping pengolahan hasil pertanian alat modern.

  1. 17.1 menerapkan teknik penanganan hasil samping pengolahan hasil pertanian menggunakan alat metode konvensional dan/atau alat modern
  2. 27.2 mengaplikasikan teknik pemanfaatan hasil samping pengolahan hasil pertanian menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern

Analisa usaha pengolahan hasil pertanian

Pada akhir fase F, peserta didik dapat menganalisis aspek kelayakan usaha yaitu aspek hukum, aspek lingkungan, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis/teknologi, aspek sumber daya manusia, aspek keuangan (perhitungan kebutuhan investasi, biaya operasional, perhitungan hpp produk, B/C Rasio, IRR, NPV, PI, BEP), serta pengadministrasian dan pembukuan sederhana.

  1. 18.1 menerapkan teknik analisis aspek kelayakan usaha (aspek hukum, aspek lingkungan, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis/teknologi, aspek sumber daya manusia, aspek keuangan (perhitungan kebutuhan investasi, biaya operasional, perhitungan hpp produk, B/C Rasio, IRR, NPV, PI, BEP)
  2. 28.2 menerapkan cara pengadministrasian dan pembukuan sederhana