ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN DASAR-DASAR ANIMASI
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Dasar-Dasar Animasi untuk Fase E mencakup sepuluh elemen utama yang memuat pemahaman proses produksi, unsur visual, teknik dasar, aplikasi teknologi, proses bisnis, cerita visual, pergerakan buatan, aspek legal, hingga pengawasan mutu.
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Dasar-Dasar Animasi untuk Fase E mencakup sepuluh elemen utama yang memuat pemahaman proses produksi, unsur visual, teknik dasar, aplikasi teknologi, proses bisnis, cerita visual, pergerakan buatan, aspek legal, hingga pengawasan mutu.
Perkembangan teknologi di industri dan dunia kerja serta isu-isu global pada bidang animasi.
Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan tentang perkembangan proses produksi industri animasi, mulai dari teknologi konvensional sampai dengan teknologi modern, penggunaan peralatan baik manual maupun digital, Industri 4.0, Internet of Things (IOT), teknologi digital dalam dunia industri. isu pemanasan global, perubahan iklim, aspekaspek ketenagakerjaan, Life Cycle produk industri sampai dengan reuse dan recycling.
- 1TP 1- Memahami proses produksi animasi mulai dari teknologi konvensional sampai dengan teknologi modern.
- 2TP 2- Memahami penggunaan peralatan baik manual maupun digital dalam dunia industri.
- 3TP 3- Memahami konsep technopreneur/ pelaku wirausaha dalam bidang animasi,
- 4TP 4- Memahami peluang usaha di bidang seni dan ekonomi kreatif yang mampu membaca peluang pasar dan usaha,
Profil technopreneur, job profile, peluang usaha dan pekerjaan/profesi di bidang animasi
Pada akhir fase E, peserta didik mampu mendeskripsikan tentang profesi-profesi dalam industri animasi, tugas dan tanggung jawab setiap profesi dalam industri animasi, mampu membaca peluang pasar dan usaha di bidang animasi dan ekonomi kreatif, technopreneur/pelaku wirausaha dalam bidang animasi untuk membangun visi dan passion, serta melakukan pembelajaran berbasis projek nyata sebagai simulasi projek kewirausahaan.
- 1TP 3- Memahami konsep technopreneur/ pelaku wirausaha dalam bidang animasi,
- 2TP 4- Memahami peluang usaha di bidang seni dan ekonomi kreatif yang mampu membaca peluang pasar dan usaha,
- 3TP 5- Memahami pembelajaran berbasis projek nyata yang mampu membaca peluang pasar dan usaha,
- 4TP 6- Memahami tentang penciptaan desain berdasarkan prinsip dan unsur desain (bidang, bentuk, warna dan komposisi)
- 5TP 7- Memahami teknik bervisual dikaitkan dengan pencapaian nilai estetika.
- 6TP 8- Memahami tentang proses produksi dan teknologi yang diaplikasikan dalam industry animasi
- 7TP 9- Memahami perangkat kerja, pemakaian aplikasi atau tools untuk dioperasikan dalam ekosistem industri animasi (perangkat kerja produksi animasi)
- 8TP 10 - Memahami sikap kerja dalam melakukan komunikasi dan kerja sama tim, produksi animasi yang meliputi istilah teknis atau bahasa, unit kerja, proses (pipeline), workflow pekerjaan, fungsi kerja (job desk) serta SOP pada produksi animasi.
Unsur visual untuk diterapkan dan diaplikasikan ke dalam karya desain dalam produksi desain
Pada akhir fase E, peserta didik menjelaskan tentang unsur-unsur visual dalam penciptaan desain berdasarkan prinsip dan unsur desain (bidang, bentuk, warna dan komposisi), teknik yang benar dalam bervisual, dikaitkan dengan pencapaian nilai estetika.
- 1TP 6- Memahami tentang penciptaan desain berdasarkan prinsip dan unsur desain (bidang, bentuk, warna dan komposisi)
- 2TP 7- Memahami teknik bervisual dikaitkan dengan pencapaian nilai estetika.
Teknik dasar proses produksi pada industri animasi
Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan tentang proses produksi dan teknologi yang diaplikasikan dalam industri animasi secara tekun dan teliti, memahami perangkat kerja, pemakaian aplikasi atau tools untuk dioperasikan dalam ekosistem industri animasi (perangkat kerja produksi animasi), memahami sikap kerja dalam melakukan komunikasi dan kerja sama tim, produksi animasi yang meliputi istilah teknis atau bahasa, unit kerja, proses (pipeline), workflow pekerjaan, fungsi kerja (job desk) serta SOP pada produksi animasi.
- 1TP 8- Memahami tentang proses produksi dan teknologi yang diaplikasikan dalam industry animasi
- 2TP 9- Memahami perangkat kerja, pemakaian aplikasi atau tools untuk dioperasikan dalam ekosistem industri animasi (perangkat kerja produksi animasi)
- 3TP 10 - Memahami sikap kerja dalam melakukan komunikasi dan kerja sama tim, produksi animasi yang meliputi istilah teknis atau bahasa, unit kerja, proses (pipeline), workflow pekerjaan, fungsi kerja (job desk) serta SOP pada produksi animasi.
Aplikasi berbasis teknologi untuk digunakan selaras dengan kebutuhan industri
Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengoperasikan perangkat kerja produksi baik digital maupun non-digital yang dibutuhkan di area kerja pada bidang kerja 2 dimensi maupun 3 dimensi, fungsi dan kegunaan perangkat kerja, workflow kerja, kapasitas perangkat kerja (digital/non-digital), area tools kerja pada perangkat kerja sesuai dengan kebutuhan pasar maupun partner industri.
- 1TP 11- Memahami cara mengoperasikan perangkat kerja produksi digital dan non-digital yang dibutuhkan di area kerja pada bidang kerja 2 dimensi maupun 3 dimensi,
- 2TP 12- Memahami fungsi dan kegunaan perangkat kerja, workflow kerja perangkat kerja, kapasitas perangkat kerja (digital/nondigital), dan area tools kerja pada perangkat kerja sesuai dengan kebutuhan pasar maupun partner industri.
Proses bisnis industri kreatif di bidang animasi
Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan tentang kepribadian yang dibutuhkan agar dapat mengembangkan pola pikir kreatif, memadukan kearifan lokal dalam proses kreatif untuk menghasilkan solusi bisnis yang tepat sasaran, pengelolaan SDM di industri animasi dengan melihat potensi lokal, aspek pengetahuan media/platform dan teknologi untuk mendukung proses bisnis industri kreatif di bidang animasi.
- 1TP 13- Memahami K3 di bidang animasi
- 2TP 14- Menginterpretasikan jenjang karir di industry animasi.
- 3TP 15- Memahami simpulan proses kreasi untuk menghasilkan solusi desain yang tepat sasaran, aspek perawatan peralatan, potensi lokal dan kearifan local.
Cerita secara visual
Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan cerita, Shot/Scene/Sequence Storyboard dan penganalisisan cerita, pengambilan gambar, adegan, dan urutan storyboard.
- 1TP 16- Memahami cerita, Shot/Scene/Sequence Storyboard dan penganalisisan cerita.
- 2TP 17- Memahami pengambilan gambar, adegan, dan urutan storyboard.
Dasar pergerakan buatan untuk diterapkan berdasarkan instruksi kerja
Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam membuat gerak objek digital non-character, dasar pergerakan buatan sesuai instruksi kerja, meliputi unsur gerak dalam kehidupan, suara, waktu, masa dan sifat objek yang akan digerakan.
- 1TP 18- Memahami keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam membuat gerak objek digital baik character maupun non-character, dasar pergerakan buatan berdasarkan instruksi kerja.
- 2TP 19- Memahami unsur gerak dalam kehidupan, suara, waktu, masa dan sifat objek yang akan digerakan.
Aspek legal pada produksi animasi
Pada akhir fase E, peserta didik mampu menjelaskan aspek legal dalam produksi animasi meliputi: kode etik yang berlaku di tempat kerja, peraturan penamaan file kerja, peraturan format file kerja, peraturan penyimpanan file kerja, dan peraturan pengamanan file kerja pada produksi animasi.
- 1TP 20- Memahami aspek legal dalam produksi animasi meliputi: kode etik yang berlaku di tempat kerja.
- 2TP 21- Memahami peraturan format file kerja, peraturan penyimpanan file kerja, dan peraturan pengamanan file kerja pada produksi animasi.
Quality control pada produksi Animasi
Pada akhir fase E, peserta didik mampu mendeskripsikan pengawasan mutu terhadap hasil kerja animasi sesuai standar capaian yang disepakati, pengetahuan workflow area pekerjaan produksi animasi, pipeline praproduksi, produksi, dan pasca-produksi.
- 1TP 22- Memahami proses pengawasan mutu terhadap hasil kerja animasi sesuai.
- 2TP 23- Memahami implementasi standar capaian yang disepakati, pengetahuan workflow area pekerjaan produksi animasi, pipeline praproduksi, produksi, dan pasca-produksi.