SiapQC lolos

Kerangka ATP Fase F

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Seni Teater Fase F untuk kelas 11 dan kelas 12 mencakup elemen Berpikir dan Bekerja Secara Artistik, Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan, dan Berdampak.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Seni Teater Fase F untuk kelas 11 dan kelas 12 mencakup elemen Berpikir dan Bekerja Secara Artistik, Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan, dan Berdampak.

Berpikir dan Bekerja Secara Artistik (Thinking Artistically)

Proses dilakukan oleh peserta didik berpikir dan bermain dengan tata artistik panggung, mulai dari mengeksplorasi, merancang, memproduksi, dan memainkan dan mengkritisi konsep tata artistik panggung.

  1. 111.1 Mengenal konsep tata artistik panggung
  2. 211.2 Memahami konsep tata artistik panggung
  3. 311.3 Mengevaluasi konsep tata artistik panggung
  4. 411.4 Memahami olah tubuh, vokal dan dialog dengan membaca naskah
  5. 511.5 Memahami gaya penokohan Pertunjukan lakon modern
  6. 611.6 Menganalisis pertunjukan teman sebaya dan profesional
  7. 711.7 Menciptakan penokohan baru dan naskah original

Mengalami (Experiencing)

Latihan olah tubuh dan vokal merupakan dasar keaktoran yang dilakukan untuk penguasaan gerak tubuh agar mampu memainkan beragam karakter, termasuk penguasaan membaca dialog atau naskah dengan penekanan kuat pada ekspresi wajah, artikulasi dan intonasi.

  1. 112.1 Merancang pertunjukan sederhana dengan konsep pertunjukan orisinil atau adaptasi,
  2. 212.2 Menciptakan naskah drama dan pertunjukan
  3. 312.3 Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan karya seni sendiri atau orang lain
  4. 412.4 Menganalisis karya produksi seniman profesional. dengan menggunakan terminologi teater.
  5. 512.5 Menerapkan pertunjukan teater kreatif berdasarkan manajemen produksi.
  6. 612.6 Menganalisis dan mengevaluasi pertunjukan teater sesuai kaidah manajemen produksi pertunjukan dengan kritis dan mandiri.

Menciptakan (creating)

Imajinasi adalah proses menciptakan penokohan baru (biografi tokoh hasil analisis peran), sekaligus menyusun kembali cerita dan alur pertunjukan, dan menciptakan naskah orisinil (alur permulaan, klimaks dan akhir, tensi, emosi) dengan mengkombinasikan ragam gaya/genre teater menjadi alur cerita berkonsep atau berbentuk baru.

  1. 1Menciptakan penokohan baru dan naskah original
  2. 2Merancang pertunjukan sederhana dengan konsep pertunjukan orisinil atau adaptasi,
  3. 3Menciptakan naskah drama dan pertunjukan

Merefleksikan (Reflecting)

Refleksi dalam tahap berikutnya adalah bagaimana peserta didik mampu menggali ingatan emosi dan latar belakang tokoh yang diembannya sekaligus memberikan pembelajaran agar persoalan-persoalan yang ada dalam lakon menginspirasi dalam kehidupan.

  1. 1Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan karya seni sendiri atau orang lain
  2. 2Menganalisis karya produksi seniman profesional. Kritik karya teater dengan menggunakan terminologi teater

Berdampak (Impacting

Proses belajar dan produk akhir mencerminkan Profil Pelajar Pancasila dengan merancang atau memproduksi pertunjukan teater (kreatif), manajemen produksi pertunjukan (gotong royong), menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan karya profesional (kritis, mandiri).

  1. 1Menerapkan pertunjukan teater kreatif berdasarkan manajemen produksi dengan bergotong royong
  2. 2Menganalisis dan mengevaluasi pertunjukan teater sesuai kaidah manajemen produksi pertunjukan dengan kritis dan mandiri.