CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI FASE F
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk Fase F mencakup elemen Kitab Suci, Tattwa, Susila, Acara, dan Sejarah.
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk Fase F mencakup elemen Kitab Suci, Tattwa, Susila, Acara, dan Sejarah.
Kitab Suci
Peserta didik dapat menerapkan, menganalisis, menilai kitab suci Hindu bagian upanisad dan kodifikasi Weda dalam Hindu dengan penerapan tri kerangka Hindu (tattwa, susila dan acara) sebagai pedoman kehidupan pada lingkup berbangsa.
- 1Menerapkan, menganalisis, dan menilai Upanisad sebagai bagian dari kitab suci Weda yang dapat dijadikan pedoman kehidupan.
- 2Menerapkan dan menilai kodifikasi Weda sebagai pedoman kehidupan.
Tattwa (Sradha dan Bhakti)
Peserta didik dapat menalar, menganalisis tentang Darsana serta Mokṣa. Hal ini dilakukan untuk melatih dirinya untuk memahami akan kecintaanya kepada Hyang Widhi Wasa dan menerapkan dalam kehidupan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara serta warga global.
- 1Menalar dan menganalisis Darsana, serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara, serta warga global.
- 2Menalar dan menganalisis ajaran tentang Moksa untuk melatih diri dalam kecintaanya kepada Hyang Widhi Wasa.
Susila
Peserta didik dapat menerapkan, menilai dan menciptakan dari nilai-nilai susila Hindu pada lingkup keluarga Sukinah dan Tri Guna untuk diterapkan dalam kehidupan untuk keseimbangan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam agar terbentuk pribadi yang unggul
- 1Menerapkan dan menilai ajaran tentang keluarga Sukhinah untuk membangun keseimbangan dan keharmonisan hidup.
- 2Menerapkan ajaran Tri Guna dalam kehidupan serta membangun nilai-nilai susila yang ada di dalamnya guna membentuk pribadi yang unggul.
Acara
Peserta didik dapat menganalisis, mengidentifikasi dan membuat kreatifitas bentuk Yajña dalam Mahabharata dan Yogacara sesuai dengan kearifan lokal kaitannya dengan nilai nilai budaya bangsa dan kebangsaan. Hal ini dilakukan untuk melestarikan budaya daerah dan penerapan nilai keagamaan Hindu di Nusantara. Serta mewujudkan tri kerukanan umat beragama agar tercipta kehidupan harmonis.
- 1Menganalisis dan membuat kreatifitas bentuk yajna sesuai dengan kearifan lokal sebagaimana yang terkandung dalam Mahabharata.
- 2Menerapkan, mengidentifikasi, dan menganalisis ajaran yogacara guna mewujudkan keharmonisan hidup.
Sejarah
Peserta didik dapat menganalisis, mengkreasikan serta kontribusi sejarah Hindu dalam perkembangan kekinian. Peserta didik dapat menjadikan sejarah sebagai sumber pembelajaran positif pada kehidupan kekinian dan berupaya melestarikan peninggalan sejarah dan kebudayaan Hindu di Dunia.
- 1Menganalisis sejarah perkembangan Hindu di dunia sebagai pembelajaran positif dalam kehidupan masa kini.
- 2Mengkreasikan upaya-upaya pelestarian dan kebudayaan Hindu pada kehidupan kekinian.