ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI FASE F
Alur tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Buddha fase F.
Sejarah
Pada akhir Fase F, peserta didik membuat rencana dan meneladan sikap tokoh pendukung agama Buddha dan pelaku sejarah Buddhis lokal, nasional, dunia masa kontemporer, atau tokoh lainnya yang relevan berdasarkan produk budayanya dengan bersikap bijaksana dan terbuka terhadap keragaman agama, bangsa dan budaya bangsa maupun budaya Buddhis ditinjau dari sejarah yang diekspresikan minimal melalui kegiatan komunikasi lintas budaya, lintas budaya agama Buddha, dan kegiatan lainnya.
- 1Mengamalkan sikap tokoh pendukung agama Buddha dan pelaku sejarah Buddhis lokal, nasional, dam dunia masa kontemporer, atau tokoh lainnya yang relevan berdasarkan produk budayanya dengan bersikap bijaksana dan terbuka terhadap keragaman agama, bangsa maupun budaya Buddhis
- 2Mencipta kegiatan komunikasi lintas budaya agama Buddha
Ritual
Peserta didik menyusun rencana dan melaksanakan hidup berkesadaran dan ritual keagamaan disertai keyakinan dan kebijaksanaan dengan menyadari bahwa ritual keagamaan merupakan cara mencapai tujuan ritual; mengembangkan meditasi melalui pengembangan batin dan hidup berkesadaran wujud individu yang beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; serta menghargai orang lain yang melakukan ritual keagamaan sesuaidengan agama dan kepercayaannya, yang diperkuat dengan berperan aktif dalam kegiatan aksi sosial dan budaya maupun dalam dialog antaraliran atau antar tradisi agama Buddha, serta antar agama dan kepercayaan di wilayahnya.
- 1Menerapkan ritual keagamaan Buddha disertai keyakinan dan kebijaksanaan
- 2Menghargai orang lain yang melakukan ritual keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaannya
- 3Mengembangkan seni dan budaya selaras dengan nilai-nilai agama Buddha (moral, meditasi, dan kebijaksanaan) dan nilai-nilai Pancasila dasar negara sebagai wujud manusia beragama, berbangsa, dan bernegara
- 4Memahami Hukum Kebenaran sebagai pola pikir dalam memaknai fenomena dan masalah kehidupan terkait seni dan budaya dengan agama Buddha
- 5Memahami peran nilai-nilai Hukum Empat Kebenaran Mulia dan Hukum Tiga Corak Universal sebagai pola pikir dalam memaknai fenomena dan menghadapi masalah kehidupan terkait posisi dan peran manusia terhadap alam semesta, alam kehidupan, dalam menjaga keseimbangan alam
Etika
Peserta didik mendeskripsikan peran nilai-nilai Hukum Kebenaran sebagai pola pikir dalam memaknai fenomena dan masalah kehidupan terkait seni dan budaya dengan agama Buddha; dalam melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya selaras dengan nilai-nilai agama Buddha (moral, meditasi, dan kebijaksanaan) dan nilai-nilai Pancasila dasar negara sebagai wujud manusia beragama, berbangsa, dan bernegara. Peserta didik mendeskripsikan peran nilai-nilai Hukum Empat Kebenaran Mulia dan Hukum Tiga Corak Universal sebagai pola pikir dalam memaknai fenomena dan menghadapi masalah kehidupan terkait posisi dan peran manusia terhadap alam semesta, alam kehidupan, dalam menjaga keseimbangan alam; dan dalam berpartisipasi menghadapi masalah perekonomian di dunia modern, isu-isu global atau kontroversial lainnya, serta dalam menjaga keseimbangan moral dan keseimbangan sosial dengan mengembangkan pada nilai-nilai agama Buddha (moral, meditasi, dan kebijaksanaan) dan Pancasila dasar negara sebagai wujud manusia beragama, berbangsa, dan bernegara.
- 1Menerapkan cara dan contoh berpartisipasi menghadapi masalah perekonomian di dunia modern, isu-isu global atau kontroversial lainnya, serta dalam menjaga keseimbangan moral dan keseimbangan sosial dengan mengembangkan nilai-nilai agama Buddha (moral, meditasi, dan kebijaksanaan) dan Pancasila dasar negara sebagai wujud manusia beragama, berbangsa, dan bernegara
- 2Menerapkan meditasi melalui pengembangan batin dan hidup berkesadaran wujud individu yang beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara