SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) Seni Teater Fase E

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Seni Teater pada Fase E mencakup elemen Berpikir dan Bekerja Secara Artistik, Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan, dan Berdampak.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Seni Teater pada Fase E mencakup elemen Berpikir dan Bekerja Secara Artistik, Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan, dan Berdampak.

Berpikir dan Bekerja Secara Artistik (Thinking Artistically)

Proses dilakukan oleh peserta didik berpikir dan bermain dengan tata artistik mengeksplorasi, merancang, dan memainkan tata artistik panggung. Konsep ini dilakukan dengan kerja ansambel untuk melatih peserta didik bertanggung jawab atas peran masing masing dalam pertunjukan, baik secara artistik maupun non-artistik, untuk mengusung dan mensukseskan pertunjukan bersama.

  1. 1Merancang tata artistik panggung teater realis
  2. 2Merancang tata artistik panggung teater non-realis
  3. 3Menciptakan tata artistik panggung teater realis
  4. 4Menciptakan tata artistic panggung teater non realis

Mengalami (Experiencing)

Latihan olah tubuh dan vokal merupakan dasar keaktoran yang dilakukan untuk penguasaan gerak tubuh agar mampu memainkan beragam karakter, kemudian penguasaan membaca dialog atau naskah dengan penekanan kuat pada ekspresi wajah, artikulasi dan intonasi. Eksplorasi bahasa tubuh, wajah, dan suara untuk menunjukkan kepekaan terhadap persoalan sosial, dan eksplorasi komunikasi non-verbal. Proses mengalami dilakukan ketika observasi dan mulai fokus pada konsentrasi dengan mencatat dan merekam: tokoh dan perwatakannya berdasar analisis fisik, fisiologis dan sosiologis, hasil investigasi dan riset teknik/ genre teater, serta mencatat dan merekam proses gladi resik.

  1. 1Melaksanakan latihan olah tubuh dan vokal.
  2. 2Menganalis tokoh dan perwatakan berdasar dimensi fisikologis, sosiologis dan psikologis

Menciptakan (Making/Creating)

Imajinasi adalah proses menciptakan biografi tokoh hasil analisis peran, sekaligus menyusun kembali cerita dan alur pertunjukan, dan menciptakan naskah orisinil (alur permulaan, klimaks dan akhir, tensi, emosi). Proses merancang pertunjukan dimulai dengan membuat konsep dan menampilkan sebuah pertunjukan sederhana sesuai dengan panduan. Secara empirik peserta didik terlibat atau tampil secara mandiri dalam pertunjukan.

  1. 1Merancang pertunjukan teater sederhana.
  2. 2Merancang biografi tokoh berdasar hasil analisis peran.
  3. 3Memainkan tokoh berdasar analisis peran.
  4. 4Memainkan pertunjukan teater sederhana.

Merefleksikan ( Reflecting )

Refleksi dalam tahap berikutnya adalah bagaimana peserta didik mampu menggali ingatan emosi dan latar belakang tokoh yang diembannya sekaligus memberikan pembelajaran agar persoalan-persoalan yang ada dalam lakon menginspirasi dalam kehidupan. Bentuk apresiasi karya seni dilakukan untuk menggali kelebihan dan kekurangan karya sendiri dan karya orang lain, proses ini pun dapat memberi saran perbaikan menggunakan terminologi teater sederhana serta memberikan argumentasi dengan pembuktian, serta mulai mengkritisi produksi seniman profesional sesuai dengan terminologi teater.

  1. 1Mengevaluasi kelebihan dan kelemahan pertujukan teater yang sudah dimainkan
  2. 2Mengintepretasikan pesan dan makna dalan lakon bagi kehidupan.

Berdampak ( Impacting )

Proses belajar dan produk akhir mencerminkan Profil Pelajar Pancasila dengan observasi, pengumpulan data serta peristiwa sebagai dasar untuk membuat lakon (kritis, kreatif), menghadirkan solusi, serta berempati terhadap sesama dan lingkungan (mandiri dan berkebhinekaan global).

  1. 1Mengapresiasi dan meghargai keberagaman karya seni teater.
  2. 2Mengimplementasikan nilai- nilai Pancasila pada seni teater dalam kehidupan sehari-hari.