SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Fase E mencakup elemen Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, serta Larangan dan Kewajiban.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Fase E mencakup elemen Sejarah, Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, serta Larangan dan Kewajiban.

Sejarah

Peserta didik dapat mengamalkan Ajaran Kepercayaannya dan mengkomunikasikan sejarah Kepercayaan terhadap Tuhan YME. Peserta didik juga dapat memberikan argumentasi pengetahuan tentang sistem Kepercayaan prosedural asal-usul hidup dan kehidupan dengan beberapa teori asal mula alam semesta.

  1. 1Mengumpulkan informasi tentang (pengertian keberadaan/asal usul manusia, keragaman kepercayaan, perjumpaan dalam kebudayaan
  2. 2Menganalisis tentang Ajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  3. 3Membuat infografis tentang sejarah Kepercayaan
  4. 4Mengidentifikasi asal usul kepercayaan, religi ajaran, ritus serta perkembangan keragaman Kepercayaan.
  5. 5Menghayati tentang kebesaran Tuhan dilihat dari fenomena-fenomena alam, kebesaran Tuhan.

Keagungan Tuhan

Pada akhir Fase E, peserta didik dapat menghayati keagungan Tuhan dengan rasa syukur atas karunia adanya ciptaan-Nya serta mendeskripsikan unsur-unsur diri dan kewajiban manusia sujud syukur sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME,

  1. 1Mendeskripsikan kebesaran Pencipta alam semesta.
  2. 2Menyebutkan dan eksplorasi manusia dengan dirinya, Tuhan dan ciptaan_nya yang lain.
  3. 3Menjelaskan tentang keberagaman tahapan martabat sujud dan kecerdasan spiritual bentuk-bentuk ritual Kepercayaan Nusantara.

Budi Pekerti

Pada akhir Fase E, peserta didik dapat mengamalkan dan mengkomunikasikan konsep prosedural penumbuhan sikap budi pekerti luhur dalam dirinya serta penerapannya dalam wujud sikap tanggungjawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan -menghargai, santun–menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas–terpercaya dalam kehidupannya berbangsa dan bernegara berdasarkan nilai nilai Pancasila

  1. 1Menjabarkan tahapan martabat sujud dan kecerdasan spiritual
  2. 2Mengidentifikasi budi pekerti luhur.
  3. 3Mengkomunikasikan konsep prosedural penumbuhan sikap budi pekerti luhur dalam dirinya serta penerapan dalam kehidupan
  4. 4Menginterpretasikan menerapkan nilai budi pekerti luhur dalam kehidupannya
  5. 5Berperilaku budi pekertiluhur
  6. 6Mengamalkan tahapan belajar sepanjang hayat menumbuhkan budi pekerti luhur

Martabat Spiritual

Pada akhir Fase E, peserta didik dapat menghayati dan mendeskripsikan pola ritual religius ajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di daerahnya serta mencintai nilai kearifan lokal lingkungan hidup. Peserta didik mengamalkan nilai religius spiritual melalui kreasi penerapan nilai ekospiritual dan teknologi kekinian dalam kehidupan dan penghidupan.

  1. 1Mengindentifikasi dan menjelaskan keragaman budaya spiritual nusantara dan nilai kearifan lokal warisan leluhur.
  2. 2Menghayati ritual religius ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  3. 3Menelaah keragaman budaya spiritual nusantara dan nilai kearifan lokal warisan leluhur,
  4. 4Mengintegrasikan dan menerapkan nilai religius spiritual melalui kreasi penerapan nilai ekospiritual dan teknologi kekinian dalam kehidupan dan penghidupan sebagai pelajar senajang hayat.

Larangan dan Kewajiban

Pada akhir Fase E peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan berbagai perintah dan larangan kepercayaan Kepercayaannya. Peserta didik dapat mendeskripsikan ragam larangan dan kewajiban ajaran Kepercayaannya.

  1. 1Menghayati dan mengamalkan pokok-pokok perbuatan baik menerapkan ajaran dengan hukum alam sebagai rambu larangan dalam norma adat istiadat.
  2. 2Menelaah tentang Kewajiban dan larangan dalam ajaran Kepercayaan.
  3. 3Mengintegrasikan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, dengan argumentasi logis tentang pentingnya prosedur melakukan perbuatan baik / positif sebagai baian menghidari perbuatan tercela.
  4. 4Menganalisis dan menunjukkan indikator aturan kewajiban dan larangan ajaran Kepercayaan dan pola ajaran kepercayaan