SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN SEJARAH FASE E

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Sejarah untuk Fase E mencakup pemahaman konsep sejarah dan keterampilan proses sejarah.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Sejarah untuk Fase E mencakup pemahaman konsep sejarah dan keterampilan proses sejarah.

1. Pemahaman Konsep Sejarah

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami konsep dasar ilmu sejarah yang dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan analisis untuk mengkaji peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan evaluasi untuk mengkaji peristiwa sejarah; serta mengevaluasi manusia sebagai subjek dan objek sejarah; menganalisis serta mengevaluasi peristiwa sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dari aspek perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; memahami peristiwa sejarah secara diakronis (kronologi) maupun sinkronis. Peserta didik juga dapat memahami konsep dasar asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam ruang lingkup lokal, nasional, serta global; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam dimensi masa lalu, masa kini, serta masa depan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah secara diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis.

  1. 1memahami konsep-konsep dasar ilmu Sejarah: manusia, ruang, waktu, diakronis/kronologi, sinkronis, guna sejarah, sejarah dan teori sosial, metode penelitian sejarah, serta sejarah lokal.
  2. 2menggunakan berbagai keterampilan sejarah untuk menjelaskan peristiwa sejarah dengan cara diakronis dan sinkronis serta memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kemudian mengomunikasikannya secara lisan/tertulis/digital/non-digital.
  3. 3menganalisis dan mengevaluasi berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia meliputi konsep asal-usul nenek moyang dan jalur rempah di Indonesia secara diakronis/kronologis dan sinkronis; dalam lingkup lokal, nasional, dan global; dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; serta dari aspek perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan.
  4. 4menggunakan berbagai keterampilan sejarah untuk menjelaskan peristiwa sejarah terkait konsep asal usul nenek moyang dan jalur rempah dengan cara diakronis dan sinkronis serta memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kemudian mengomunikasikannya secara lisan/tertulis/digital/non-digital.
  5. 5menganalisis dan mengevaluasi berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia meliputi konsep kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara diakronis/kronologis dan sinkronis; dalam lingkup lokal, nasional, dan global; dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; serta dari aspek perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan.
  6. 6menggunakan berbagai keterampilan sejarah untuk menjelaskan peristiwa sejarah terkait konsep kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dengan cara diakronis dan sinkronis serta memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kemudian mengomunikasikannya secara lisan/tertulis/digital/non-digital.
  7. 7menganalisis dan mengevaluasi berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia meliputi konsep kerajaan Islam di Indonesia secara diakronis/kronologis dan sinkronis; dalam lingkup lokal, nasional, dan global; dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; serta dari aspek perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan.
  8. 8merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif tentang akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam dalam kebudayaan masyarakat serta memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kemudian mengomunikannya dalam bentuk tulisan/non-tulisan/digital/non-digital.