ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU DAN BUDI PEKERTI FASE C
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Fase C mencakup lima elemen yaitu Sejarah Suci, Kitab Suci, Keimanan, Tata Ibadah, dan Perilaku Junzi.
Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Fase C mencakup lima elemen yaitu Sejarah Suci, Kitab Suci, Keimanan, Tata Ibadah, dan Perilaku Junzi.
Sejarah Suci
Peserta didik meyakini Wahyu Tiān yang diterima oleh para Nabi dan raja suci, menceritakan kisah nabi purba dan raja suci penerima wahyu Tiān dan karya- karya yang ditemukannya, menjelaskan sejarah perkembangan agama Khonghucu di Indonesia sejak lahirnya Tionghoa Hwe Koan sebagai organisasi/kelembagaan Khonghucu di Indonesia sampai dengan sejarah perkembangan organisasi MATAKIN di Indonesia, mengenal tokoh-tokoh agama Khonghucu: Dŏng Zhòngshū serta sumbangsih pemikirannya, dan menjelaskan sejarah dan makna Salam Kebajikan Wéi Dé Dòng Tiān dan Xián Yŏu Yì Dé.
- 1Memahami sembahyang merupakan pokok dari agama.
- 2Memahami persembahyangan kepada Nabi Kŏngzĭ.
- 3Memahami persembahyangan kepada Shénmíng.
- 4Memahami kitab suci sebagai pedoman hidup.
- 5Memahami keimanan dalam agama Khonghucu.
- 6Memahami persembahyangan kepada Leluhur.
- 7Memahami wahyu Tian yang diterima oleh para Nabi dan para Suci.
- 8Menerapkan perilaku yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan kearifan lokal.
- 9Menerapkan perilaku yang mencerminkan cinta tanah air.
- 10Memahami konsep Yīnyáng.
- 11Memahami sifat-sifat Tiān.
- 12Memahami persembahyangan kepada Tiān.
- 13Memahami konsep Sāncái.
Kitab Suci
Peserta didik menemukan ayat-ayat dalam kitab Sishu yang menjelaskan Nabi sebagai Tiān Zhī Mùduó, menerapkanayat ‘di empat penjuru lautan semua saudara’ dalam pergaulan dengan teman lintas agama dan suku, menemukan ayat suci dalam kitab Sìshū dan Wŭjīng yang berkaitan dengan rasa cinta tanah air, dan menjelaskan ayat suci tentang Sì wù (Empat Pantangan).
- 1Menerapkan tuntunan dalam kitab suci pada kehidupan sehari-hari.
- 2Menerapkan prinsip-prinsip dalam membangun hubungan dan toleransi dengan sesama manusia.
- 3Menerapkan sikap semangat belajar yang diteladani oleh Nabi Kŏngzĭ.
- 4Mengingat tokoh-tokoh agama Khonghucu.
- 5Memahami sejarah perkembangan agama Khonghucu di Indonesia.
Keimanan
Peserta didik meyakini bahwa sembahyang adalah pokok dari agama, meyakini keimanan dalam agama Khonghucu baik dari arti iman berdasarkan karakter huruf maupun pengakuan iman yang pokok umat Khonghucu (Chéngxìnzhĭ), meyakini Hukum Yīnyáng sebagai dasar hukum alam semesta, menjelaskan konsep Tiga Dasar Kenyataan (Sāncái) Tiān, Dì, Rén, meyakini sifat-sifat Tiān yang Yuán, Hēng, Lì, Zhēn, meyakini Salam Kebajikan Wéi Dé Dòng Tiān dan Xián Yŏu Yì Dé sebagai salam yang diperkenankan Tuhan, dan meyakini dengan bersembahyang maka akan mendapatkan berkah dari Tuhan dan Para Leluhur.
- 1Memahami keimanan dalam agama Khonghucu.
- 2Memahami konsep Yīnyáng.
- 3Memahami konsep Sāncái.
- 4Memahami sifat-sifat Tiān.
- 5Memahami sembahyang merupakan pokok dari agama.
Tata Ibadah
Peserta didik menjelaskan hari raya/sembahyang agama Khonghucu dan nilai-nilai persembahyangan kepadaTiān dan Leluhur (Qīngmíng, hari persaudaraan/ èrsì shēng-ān, Xinnian/tahun baru Yīnyánglì, Jìngtiāngōng, Duānyáng, Dōngzhì, Zhōngqiū Jié. mengidentifikasi berbagai perlengkapan sembahyang di altar Nabi Kŏngzĭ, menyusun perlengkapan (piranti) pada altar Nabi Kŏngzĭ pada saat kebaktian di Lĭtáng / Miào, melakukan sembahyang memuliakan Shénmíng di Miào /Kelenteng, mempraktekan cara membersihkan peralatan sembahyang dengan baik dan benar, menjelaskan waktu persembahyangan sesuai denganperedaran musim, dan menjelaskan Makna Hari Wafat Nabi Kŏngzĭ.
- 1Memahami persembahyangan kepada Tiān.
- 2Memahami persembahyangan kepada NabiKŏngzĭ.
- 3Memahami persembahyangan kepada Shénmíng.
- 4Memahami persembahyangan kepada Leluhur.
Perilaku Junzi
Peserta didik menunjukkan sikap mencintai sesama manusia dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan, menunjukkan pribadi yang luhur yang cinta tanah air sesuai prinsip dimana kita hidup di situ kita wajib mengabdi, menunjukkan sikap kompak dan saling mendukung tanpa memandang latar belakang agama, suku, golongan sesuai prinsip ‘Apabila diri sendiri ingin maju maka bantulah orang lain untuk maju’, menunjukkan sikap mencintai sesama, menunjukkan sikap hidup tepa salira dan harmonis sebagai cara menempuh jalan suci di dunia, menunjukkan cara praktik belajar dengan berdiskusi dan menghargai pendapat orang lain sesuai prinsip pengajaran yang dilakukan oleh Nabi Kŏngzĭ dengan murid-muridnya, menunjukkan sikap semangat belajar tidak merasa jemu dan mengajar tidak merasa lelah, melakukan kegiatan atau membuat karya terkait dengan kebersihan lingkungan, pelestarian alam dengan teman yang berbeda agama, kunjungan ketempat ibadah agama lain sebagai wujud syukur dan bakti kepada Sāncái, dan mempraktekkan salah satu prinsip Sì wù dari Wŭ lún dalam keseharian.
- 1Menerapkan prinsip-prinsip dalam membangun hubungan dan toleransi dengan sesama manusia.
- 2Menerapkan sikap semangat belajar yang diteladani oleh Nabi Kŏngzĭ.
- 3Menerapkan perilaku yang mencerminkan cinta tanah air.
- 4Menerapkan perilaku yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan kearifan lokal.