Harmoni dalam Ekosistem
Bab ini membahas tentang ekosistem yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. Materi mencakup konsep rantai makanan, jaring-jaring makanan, peran dekomposer, serta dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem.
Ringkasan
Bab ini membahas tentang ekosistem yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. Materi mencakup konsep rantai makanan, jaring-jaring makanan, peran dekomposer, serta dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem.
Isi Materi
A. Berkenalan dengan Ekosistem
Semua makhluk hidup di bumi berbagi tempat tinggal dengan makhluk hidup lain dan benda alam tak hidup di sebuah lingkungan. Makhluk hidup disebut komponen biotik (manusia, hewan, tumbuhan, jamur), sedangkan benda tak hidup disebut komponen abiotik (matahari, air, udara, batu, tanah, mineral).
Komponen dalam Ekosistem
- Individu: Satu makhluk hidup.
- Populasi: Kelompok makhluk hidup sejenis yang tinggal bersama.
- Habitat: Lingkungan tempat tinggal makhluk hidup.
- Komunitas: Beraneka ragam populasi yang hidup berdampingan dan berinteraksi.
- Ekosistem: Sistem di alam yang membuat komponen biotik berinteraksi dengan komponen abiotik.
B. Interaksi Antarkomponen dalam Ekosistem
Salah satu interaksi antarkomponen biotik adalah proses makan dan dimakan yang disebut rantai makanan. Dalam rantai makanan, terjadi transfer energi antar makhluk hidup.
Komponen Rantai Makanan
- Produsen: Makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanannya sendiri (tumbuhan).
- Konsumen: Makhluk hidup yang memakan produsen atau hewan lain. Berdasarkan jenis makanannya dibagi menjadi herbivora, karnivora, dan omnivora.
- Dekomposer: Bakteri dan jamur yang menguraikan bangkai makhluk hidup menjadi nutrisi bagi tanah (humus).
Jaring-Jaring Makanan
Kumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling berkaitan dalam sebuah ekosistem disebut jaring-jaring makanan.
C. Peran Manusia dalam Ekosistem
Harmoni dalam ekosistem terjadi saat jumlah dan komposisi setiap komponen terjaga. Ketidakseimbangan ekosistem dapat terjadi karena bencana alam atau perilaku manusia.
Ketidakseimbangan Ekosistem
Perilaku manusia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem antara lain:
- Penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan (polusi udara).
- Penggunaan pupuk kimia berlebihan (menurunkan kualitas tanah).
- Penebangan pohon/kerusakan habitat.
- Penggunaan plastik berlebihan (pencemaran tanah dan laut).
Refleksi
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan memahami peran komponen biotik dan abiotik, interaksi dalam rantai makanan, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dari aktivitas yang merusak.
Referensi
IPAS_BS_KLS_V_Rev.pdf