SiapQC lolos

Bab 4 Belajar Berwirausaha

Bab ini membahas tentang dasar-dasar berwirausaha melalui kisah kreatif Lala yang membuat stiker dari hobinya menggambar dan Bima yang belajar dari kesalahan dagang esnya yang kurang laku. Siswa diajak untuk memahami makna kata konotasi dan denotasi, mengikuti prosedur kerja, serta merancang kegiatan wirausaha berdasarkan hobi.

Ringkasan

Bab ini membahas tentang dasar-dasar berwirausaha melalui kisah kreatif Lala yang membuat stiker dari hobinya menggambar dan Bima yang belajar dari kesalahan dagang esnya yang kurang laku. Siswa diajak untuk memahami makna kata konotasi dan denotasi, mengikuti prosedur kerja, serta merancang kegiatan wirausaha berdasarkan hobi.

Isi Materi

Bersiap-Siap Belajar

A. Ide Kreatif Lala Setiap hari tanpa disadari, kamu melihat ide-ide orang lain yang sudah terwujud. Ide itu bisa berupa buku yang kamu baca, musik yang kamu dengar, atau 昀椀lm yang kamu tonton. Ide yang sudah terwujud itu juga bisa berupa kue yang kamu makan, baju yang kamu pakai, atau benda yang kamu mainkan. Seperti orang lain, kamu juga bisa punya ide sendiri dan mewujudkannya. Saat memiliki sebuah ide, pikirkanlah cara mewujudkan ide itu. Kamu bisa merancang ide itu sendiri atau mendiskusikannya bersama orang tua dan teman-temanmu.

Kamu bisa belajar dari kisah Lala berikut. Cermatilah bagaimana hobi Lala memberinya ide untuk melakukan sesuatu yang baru.

Stiker Lala Lala suka menggambar. Dia suka menggambar hewan, bunga, dan daun-daun. Setiap hari ia pergi ke hutan kecil di belakang rumah untuk menemukan objek menarik. Ia suka memungut daun-daun kering yang bentuknya unik, lalu menggambarnya di buku. Ia juga suka mengamati serangga dan menggambarnya dengan teliti. Ia baru pulang saat sang raja siang mulai meredup. Biasanya, pada saat itu ia sudah selesai menggambar satu objek.

Suatu hari Sita bermain ke rumah Lala. Ia kagum sekali melihat hasil karya Lala. Gambar-gambarmu sungguh tidak bisa dipandang sebelah mata!

“Gambar-gambarmu bagus sekali,” kata Sita. Pujian itu membuat hati Lala berbunga-bunga. Ia merobek kertas berisi gambar capung tanpa berat hati. “Nih, untukmu,” katanya. Ia berniat menjadikan itu sebagai buah tangan untuk Sita.

“Wah, kau baik sekali. Terima kasih, ya. Akan kutempel gambar ini di tas.”

Malamnya Lala memikirkan peristiwa hari itu sembari melihat-lihat gambar di buku sketsanya, sebuah ide muncul di benak. “Jika orang-orang menyukai gambarku, apakah mungkin bila aku menjualnya?”

Makin lama ide itu terasa makin keren. Sita mulai mencari-cari ide untuk menjual gambarnya secara kreatif. Ia pergi ke pasar, ke toko buku alat tulis, sampai ke pameran komik untuk menemukan inspirasi. Akhirnya di pameran komik ia menemukan cara kreatif. Di situ ia melihat orang-orang menjual gambar mereka dalam bentuk stiker. Banyak anak-anak yang tertarik membeli stiker-stiker itu. Lala berpikir, ia bisa mengubah gambar di bukunya menjadi stiker.

Pada akhir pekan Lala mulai bereksperimen. Agar gambar bisa ditempel, Lala perlu memberinya selotip. Lala mencoba menempel gambar serangganya di selotip bening. Selotip lalu digunting mengikuti bentuk gambar. Setelah itu apa lagi ya yang harus dilakukan? Lala bingung. Masa ke mana-mana Lala harus menenteng selotip dan gambar serangganya? Tidak praktis sama sekali!

Lala terus berpikir. Ia panjang akal! Satu ide muncul di benaknya. Beginilah cara dia membuat stikernya.

  1. Lala menggambar serangga dan mewarnainya dengan spidol.
  2. Lala menggunting gambar serangga itu.
  3. Lala menempelkan gambar serangga itu di selotip besar.
  4. Selotip digunting, kemudian ditempel di plastik tebal.
  5. Stiker Lala pun jadi. Pembeli stikernya nanti tinggal mengambil gambar serangga yang sudah berselotip, lalu menempelnya di benda kesayangan mereka.

Keesokan harinya, Lala membawa stiker hasil kreasinya sendiri ke sekolah. Ia menawarkan stikernya ke teman-temannya. Ternyata mereka semua menyukai stiker-stiker serangga Lala. Dalam sekejap stikernya menjadi buah bibir di sekolah. Banyak anak-anak penasaran dan mencari stikernya. Lala sampai kewalahan melayani permintaan mereka. Untunglah Sita turun tangan membantu. Dalam sekedip mata, stiker Lala ludes tanpa sisa.

Aktivitas 1: Memasangkan Pernyataan

Kamu sudah membaca kisah Lala dalam membuat stiker. Sekarang bacalah informasi dalam tabel berikut. Diskusikan dengan teman sebangku. Manakah pasangan informasi yang sesuai?

Aktivitas 2: Menemukan Makna Kata

Dalam cerita “Stiker Lala” kalian menemukan kalimat berisi kata-kata unik:

  1. Pujian itu membuat hati Lala berbunga-bunga.
  2. Ia berniat menjadikan itu sebagai buah tangan untuk Sita.
  3. Ia panjang akal! Satu ide muncul di benaknya.
  4. Dalam sekejap stikernya menjadi buah bibir di sekolah.

Bahas Bahasa

Dalam percakapan sehari-hari, kadang kita menggunakan sebuah gaya bahasa agar kalimat terdengar mengesankan. Kata-kata yang dicetak tebal dalam kalimat di atas disebut kata konotasi. Kata konotasi adalah kata yang memiliki makna tidak sebenarnya.

Cara mengetahui makna konotasi:

  1. Perhatikan kalimatnya.
  2. Banyaklah membaca.

Kosakata Baru

  • berbunga-bunga : bahagia atau senang
  • buah tangan : oleh-oleh
  • panjang akal : pintar, kreatif
  • buah bibir : bahan pembicaraan

Aktivitas 3: Menemukan Kalimat yang Mengandung Makna Konotasi

Cerita “Stiker Lala” mengandung beberapa kata konotasi lain.

Lala dan Hutan Kecil Ini adalah kisah Lala dan gambarnya. Lala senang teman-temannya suka pada gambarnya. Dia juga senang ketika gambar itu diubah jadi stiker. Teman-temannya mau membelinya. Semangat Lala untuk berkarya jadi meningkat.

Aktivitas 4: Menulis Kreatif

Kamu sudah membaca cerita “Lala dan Hutan Kecil”. Cermatilah hewan apa saja yang dilihat Lala di hutan kecilnya. Dapatkah kamu membuat sebuah cerita imajinatif tentang hewan-hewan yang melihat Lala?

Aktivitas 5: Mengenal Prosedur Kerja

Apakah kamu masih ingat bagaimana cara Lala membuat stikernya? Ceritakanlah langkah pembuatan stiker tersebut berdasarkan gambar-gambar.

B. Di Mana Salah Bima? Es Bima Hari ini orang banyak berjualan es di lapangan. Dari sisi kanan hingga sisi kiri lapangan bertebaran penjual segala macam es.

Aktivitas 6: Mencentang Pernyataan

Kamu sudah membaca kisah Bima. Cermatilah informasi dalam tabel berikut dan centanglah pernyataan yang sesuai.

Aktivitas 7: Menganalisis Informasi

Duduklah berkelompok dan bacalah bacaan "Membantu Bima" untuk memecahkan masalahnya terkait peta lapangan dan jenis es yang dijual.

Aktivitas 8: Mencentang Pernyataan

Centanglah pernyataan yang benar sesuai teks rencana Bima di hari kedua.

Kosakata Baru

  • nyaris : hampir
  • menggiurkan : menimbulkan keinginan
  • berbinar-binar : bersinar
  • terik : panas sekali
  • mengapung : mengambang
  • mengemas : membereskan

Aktivitas 9: Menulis Kreatif

Buatlah cerita imajinatif mengenai Bima dan uangnya.

C. Pasar Kecil Bayangkan kamu mendapat kesempatan untuk menjual sesuatu. Memulai usaha dari hobi itu juga menyenangkan karena kita menyukai apa yang kita lakukan.

Aktivitas 10

Berdiskusilah dengan kelompok kalian untuk merancang sebuah ide kegiatan wirausaha.

Jurnal Membaca

Saatnya menulis jurnal membaca dengan membaca buku "Karena Anggrek Ibu" yang mengisahkan perjalanan Janu berwirausaha.

Refleksi

Kita telah sampai pada akhir pelajaran bab ini. Gunakan tabel di bawah ini sebagai panduan untuk merefleksikan pengalaman belajarmu.

  • Menemukan informasi dalam bacaan
  • Menjelaskan langkah-langkah sebuah pekerjaan
  • Merancang kegiatan wirausaha sederhana
  • Mempresentasikan rancangan kegiatan di depan kelas

Referensi

Indonesia_BS_KLS_V_Rev.pdf