SiapQC lolos

Buku Jendela Dunia

Bab ini membahas tentang kisah inspiratif Kartini dan kecintaannya pada membaca serta menulis, proses panjang pembuatan sebuah buku dari ide hingga sampai ke tangan pembaca, hingga cara memilih dan memahami buku bacaan yang sesuai.

Ringkasan

Bab ini membahas tentang kisah inspiratif Kartini dan kecintaannya pada membaca serta menulis, proses panjang pembuatan sebuah buku dari ide hingga sampai ke tangan pembaca, hingga cara memilih dan memahami buku bacaan yang sesuai.

Isi Materi

A. Kartini dan Buku

Membaca

Berikut ini adalah dua bacaan tentang Kartini. Bacalah keduanya dengan baik.

Kotak Baca Kartini

Kotak bacaku sudah datang! POS ini majalah kesukaanku!

Majalah De Hollandsche Lelie adalah majalah kesukaan Kartini. Berkat membaca, Kartini tahu hal yang terjadi dalam masyarakat. Ia juga tahu kalau di Eropa, anak perempuan bisa bersekolah sampai dewasa. Kartini ingin seperti itu juga.

Tulisanku dimuat majalah!

Kartini punya banyak ide di kepalanya. Ia lalu menuliskan idenya itu dan mengirimkannya ke majalah De Hollandsche Lelie. Tulisannya bagus, tentu saja majalah itu memuatnya.

Kartini punya beberapa sahabat pena. Ia suka menulis surat kepada mereka. Dalam surat-suratnya ia bercerita tentang cita-citanya. Ia ingin membuat sekolah agar para perempuan bisa belajar di situ. Sahabat-sahabatnya mendukung cita-citanya.

Kartini juga punya cita-cita bersekolah di Belanda. Ia lalu memberanikan diri mengajukan beasiswa. Pemerintah Belanda menerima permintaannya. Namun, Kartini tidak jadi mengambil beasiswa itu.

Meski Kartini tidak jadi bersekolah ke Belanda, ia tetap berhasil mencapai cita-citanya yang lain, yaitu mendirikan sekolah. Setelah ia wafat, surat-suratnya dikumpulkan dan dibukukan. Semua gagasannya untuk memajukan perempuan akhirnya dibaca masyarakat luas.

Berbicara, Berdiskusi, dan Mempresentasikan

Mencermati Informasi pada Gambar Lihatlah gambar-gambar di komik tersebut lebih detail. Temukanlah hal-hal yang umum terdapat pada zaman dahulu, tetapi tidak umum ditemukan pada masa sekarang.

Contoh: Pada zaman dahulu anak-anak perempuan Jawa umum memakai kebaya sebagai pakaian sehari-hari.

Kartini dan Ayahnya

Kartini merupakan pahlawan perempuan Indonesia. Ia adalah putri Bupati Japara, RM Sasraningrat. Sejak kecil Kartini yang lahir pada 21 April 1879 ini sudah suka membaca. Di rumahnya ada banyak sekali bacaan. Ayah Kartini berlangganan leestrommel atau kotak baca untuk anak-anaknya. Kotak itu berisi koran, majalah, dan buku-buku. Kartini banyak belajar dari bacaan yang ada di rumahnya. Ia belajar bahwa perempuan juga berhak mendapat pendidikan, sesuatu yang saat itu sulit didapatkan perempuan Jawa.

Pada masa Kartini hidup, anak-anak perempuan Jawa sulit bersekolah. Ayah Kartini melawan kebiasaan itu. Ia menyekolahkan semua anaknya, baik lelaki maupun perempuan ke sekolah Belanda. Ia juga memberikan bacaan bagus untuk mereka. Tidak hanya itu, Kartini dan saudara-saudaranya juga diperkenankan mengikuti ayahnya berkeliling untuk melihat keadaan masyarakat. Berkat ayahnya, Kartini dan semua saudara-saudaranya terampil membaca, menulis, dan fasih berbahasa Belanda. Kelak setelah dewasa, semua pengalaman itu mendorongnya mendirikan sekolah untuk anak perempuan.

Aktivitas 1

Mengidentifikasi Informasi Berikut ini adalah informasi tentang Kartini. Informasi apa saja yang terdapat di tulisan yang berjudul "Kotak Baca Kartini" dan "Kartini dan Ayahnya"? Centanglah informasi yang sesuai dari kedua tulisan tersebut.

No. Pernyataan

  1. Kartini lahir pada 21 April 1879.
  2. Ayah Kartini berlangganan kotak baca.
  3. Kotak baca berisi koran, majalah, dan buku-buku.
  4. Kartini suka menulis surat untuk sahabat-sahabatnya.
  5. Pada masa Kartini hidup, anak perempuan sulit bersekolah.
  6. Setelah dewasa Kartini mendirikan sekolah untuk anak perempuan.

Berdiskusi Dari bacaan, Kartini mengetahui bahwa perempuan di Eropa bisa bersekolah. Menurut kalian, seandainya Kartini tidak suka membaca buku, masihkah dia berkisah akan mendirikan sekolah? Apa yang membuat seorang pembaca buku bisa punya gagasan hebat di kepalanya?

Berimajinasi Sekarang bayangkan kalian berada pada zaman Kartini. Dari semua anak, hanya kalian yang bisa membaca dan menulis serta punya banyak buku. Apa kira-kira yang akan kalian lakukan? Tulislah secara singkat imajinasi kalian.

Gambar juga diri kalian pada masa itu. Kalian bisa melihat contohnya di samping ini.

Dari kisah Kartini kalian tahu bahwa mereka yang suka membaca punya banyak kelebihan. Inilah beberapa di antara kelebihan itu.

  1. Punya banyak pengetahuan.
  2. Punya kosakata yang banyak sehingga tidak kesulitan saat menulis.
  3. Tidak mudah percaya sebuah berita karena selalu berusaha mencari kebenarannya terlebih dahulu.
  4. Karena sering membaca berbagai kisah tokoh cerita, kamu jadi mudah mengerti perasaan orang lain di dunia nyata.
  5. Bisa memahami berbagai peristiwa, seorang pembaca tahu bagaimana cara menghadapinya.
  6. Karena memahami berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar.
  7. Punya banyak gagasan.
  8. Mampu belajar untuk mewujudkan gagasanmu itu dengan baik.

Bagaimana dengan kalian? Adakah manfaat lain yang kalian rasakan dari membaca?

B. Bagaimana Buku Dibuat

Tahukah kamu, buku-buku bagus yang dibaca Kartini tidak dibuat dalam waktu cepat? Sebuah buku yang baik melewati proses pembuatan yang panjang. Lihatlah info berikut. Pelajarilah langkah-langkah atau proses pembuatan sebuah buku.

Pada mulanya, seorang penulis menemukan sebuah ide. Ia lalu menuliskannya. Penulis mengirim tulisannya ke penerbit. Lalu tulisan tersebut dibaca oleh editor.

Jika tulisan itu bagus, editor segera membahasnya di rapat redaksi. Editor kepala akan memutuskan apakah naskah itu diterbitkan atau tidak.

Rapat redaksi memutuskan untuk menerbitkan naskah itu. Editor kemudian membuat catatan-catatan perbaikan. Naskah itu dikirim kembali kepada penulis.

Penulis sangat gembira karena naskahnya diterima. Ia setuju untuk melakukan revisi. Ia diberi waktu dua bulan untuk memperbaiki naskahnya. Penulis melakukan riset untuk melengkapi informasi di novelnya. Ia bekerja siang malam agar naskah itu menjadi bagus. Setelah selesai, ia mengirimkan kembali naskahnya.

Editor memeriksa naskah itu kembali. Menurutnya naskah itu sudah baik. Ia lalu meminta korektor bahasa memperbaiki kesalahan ketik dan tata bahasa.

Naskah kemudian diberikan pada pengarah visual. Ia bertugas membuat konsep desain buku. Konsep itu kemudian ia serahkan pada ilustrator dan desainer.

Ilustrator kemudian membuat ilustrasi sesuai petunjuk pengarah visual.

Setelah gambar selesai, desainer buku akan menata halaman. Ia mengatur peletakan gambar dan tulisan. Naskah sudah selesai ditata, saatnya dicetak.

Buku yang sudah dicetak, kemudian diedarkan ke berbagai toko buku oleh bagian pemasaran.

Aktivitas 2

Kamu sudah membaca informasi mengenai proses pembuatan buku. Jelaskanlah kembali proses pembuatan itu dengan bahasa kalian.

Kosakata Baru Dalam komik tersebut, kamu membaca kosakata yang berhubungan dengan proses pembuatan buku. Mari kita kenali satu per satu.

  • Penulis: orang yang menulis naskah
  • Penerbitan: pihak yang menerbitkan buku, proses menerbitkan buku
  • Editor: orang yang bertugas memeriksa dan mengedit naskah
  • Editor kepala: orang yang memutuskan penerbitan sebuah naskah
  • Redaksi: kelompok orang yang bertugas menyeleksi sebuah naskah
  • Revisi: perbaikan
  • Riset: penelitian
  • Korektor bahasa: orang yang bertugas memperbaiki kesalahan penulisan kata
  • Pengarah visual: orang yang bertanggung jawab terhadap tampilan sebuah naskah
  • Ilustrator: orang yang membuat ilustrasi atau gambar
  • Desainer buku: orang yang bertanggung jawab mendesain atau menata sebuah buku agar lebih menarik
  • Percetakan: tempat untuk mencetak

Aktivitas 3

Memasangangkan Pernyataan yang Sesuai Cermatilah pernyataan berikut. Pasangkanlah pernyataan yang sesuai.

Membaca

Penulis dan Proses Kreatifnya Bayangkan sebuah dunia yang hanya bisa dijamah pikiran. Di dunia itu hidup aneka makhluk, petualangan, dan kisah-kisah luar biasa manusia. Kamu mungkin tidak bisa melihatnya, tetapi para penulis bisa. Mereka sangat ingin menceritakan kisah-kisah menakjubkan itu kepadamu. Mereka lalu mengambil sekeping petualangan dari dunia itu, kemudian menuliskannya. Mereka menceritakan kisah para raja, orang-orang yang menunggang naga, dan para pelaut keras hati yang berlayar mengikuti arah bintang. Mereka juga bercerita tentang kunang-kunang, capung, dan lebah. Ada pula cerita tentang raksasa yang melahap malam dan putri kecil dengan pipi ranum tomat.

Para penulis menarik ide itu dari dunia pikiran. Dengan tekun mereka menyulam kata menjadi kisah yang indah. Mereka menyusun cerita dengan hati-hati. Kadang cerita-cerita mereka membuat perasaan kalian mengharu biru. Terkadang cerita mereka membuat kalian naik darah. Cerita-cerita yang mereka hadirkan membuat hidup jadi gulali, penuh warna-warni.

Semua penulis yang baik adalah pembaca yang rakus. Mereka selalu tertarik membaca buku. Bagi mereka, buku adalah jendela ke dunia lain. Dengan membaca mereka jadi memiliki banyak kosakata dalam kepalanya. Mereka jadi mempunyai banyak informasi. Semua informasi ini kemudian mereka pilih, kembangkan, lalu digabungkan dengan informasi lain hingga menjadi sebuah tulisan yang baik.

Begitulah cara penulis menghadirkan cerita kepada kalian. Tertarikkah kalian untuk memasuki dunia mereka lebih jauh? Pergilah ke perpustakaan. Temukan dunia yang mereka ceritakan dalam buku-buku. Pergilah berpetualang bersama mereka ke dunia penuh imajinasi.

Aktivitas 4

Berimajinasi Bayangkanlah dirimu sebagai seorang penulis. Buku apa yang ingin kamu tulis? Mengapa kamu ingin menulisnya? Tulislah buku impianmu itu. Kamu bisa melihat contoh penulisannya sebagai berikut.

Buku yang Ingin Kutulis

  • Judul: Berlayar ke Lembata
  • Isi cerita: buku ini bercerita tentang perjalananku mengamati migrasi paus di perairan Lembata, Nusa Tenggara. Buku ini akan dilengkapi dengan foto-foto paus.
  • Alasan ingin menulis: karena aku penasaran dengan migrasi paus dari belahan bumi utara menuju belahan bumi selatan.

Bahas Bahasa

Majas Metafora Dalam tulisan “Penulis dan Proses Kreatifnya” kamu membaca beberapa kata yang mengandung majas metafora. Majas metafora adalah kata atau kelompok kata yang tidak mengandung arti sebenarnya. Mari kita lihat kalimat-kalimat yang mengandung majas tersebut. Kata yang dicetak tebal adalah majas metafora.

  1. Mereka menceritakan kisah para raja, orang-orang yang menunggang naga, dan para pelaut keras hati yang berlayar mengikuti arah bintang. Kata keras hati digunakan untuk menjelaskan keadaan pelaut yang teguh dengan niatnya berlayar.
  2. Ada pula cerita tentang raksasa yang melahap malam dan putri kecil dengan pipi ranum tomat. Kata pipi ranum tomat digunakan untuk menjelaskan pipi sang putri kecil yang kemerah-merahan seperti tomat yang ranum.

Aktivitas 5

Berlatih

  1. Temukanlah kalimat-kalimat lain yang mengandung majas metafora dari teks “Penulis dan Proses Kreatifnya”. Tulislah kalimat tersebut di tabel seperti berikut.
  2. Buatlah kalimat baru dengan menggunakan majas yang kamu temukan dalam teks tersebut.

C. Cara Memahami Bacaan

Ada banyak buku yang kamu jumpai di perpustakaan. Semua orang menawarkan buku pilihannya masing-masing untuk kamu baca. Buku manakah yang akan kamu pilih? Bagaimana cara memilih buku yang sesuai untukmu?

  1. Pilihlah jenis buku yang kalian suka. Setiap orang memiliki buku favoritnya masing-masing. Buku yang disukai seorang temanmu mungkin tidak disukai temanmu yang lain. Buku yang tidak disukai temanmu mungkin menjadi buku favoritmu. Tidak apa-apa jika kalian menyukai buku yang berbeda. Kalian bisa saling bercerita tentang buku favorit masing-masing.
  2. Tidak perlu ragu dengan buku yang kalian pilih. Setiap orang punya penilaian berbeda terhadap sebuah buku. Jika kamu sangat suka buku cerita bergambar, kamu bisa membaca buku-buku seperti itu. Nanti, setelah puas membaca buku cerita bergambar, kamu bisa mencoba buku yang tulisannya lebih banyak dari gambar. Buku seperti itu, tak kalah menariknya dengan buku cerita bergambar!
  3. Kalian bisa membaca buku yang ditawarkan. Terkadang kamu mendapatkan informasi tentang sebuah buku bagus. Jangan buru-buru menolak buku itu hanya karena tidak mengenalnya. Kamu bisa membaca ringkasan ceritanya. Kamu juga bisa membaca bagian awal buku itu. Buku yang baik biasanya menarik perhatian sejak halaman pertama. Kamu takkan rugi mencoba membacanya!

Aktivitas 6

Memilih Buku Berikut ini adalah jenis buku yang bisa kamu temukan di perpustakaan digital Kemendikbudristek. Cermatilah buku-buku ini. Buku jenis apakah yang kamu suka? Sampaikan jenis buku favoritmu, juga alasanmu menyukainya.

  1. Buku cerita bergambar yang gambarnya lebih banyak daripada tulisan
  2. Buku cerita bergambar yang gambar dan tulisannya hampir sama banyak
  3. Novel bergambar
  4. Buku nonfiksi bergambar

Mengamati

Langkah Memahami Buku Pernahkah kamu kesulitan memahami isi buku? Misalnya, ceritanya sulit dimengerti atau bahasanya terlalu sulit? Jika itu terjadi, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu mencoba membaca ulang, bertanya kepada teman, atau mencari buku lain?

Ada beberapa cara sederhana untuk memahami isi buku dengan mudah. Yuk, coba langkah-langkah berikut!

  1. Pikirkanlah bagian mana yang menyulitkanmu. Apakah kata-katanya terlalu sulit? Apakah kalimatnya terlalu panjang? Apakah ceritanya terlalu rumit buatmu?
  2. Ambillah alat tulismu. Tandai atau catatlah kata-kata dan kalimat yang tidak kamu pahami. Kamu bisa menggunakan kamus untuk mencari arti sebuah kata.
  3. Tandai atau catatlah informasi menarik di jurnalmu. Ini akan membuatmu mudah mengingat informasi itu kembali.
  4. Jika buku tersebut adalah buku bergambar, perhatikanlah gambarnya. Jika teksnya agak sulit dipahami, gambar bisa membantu menjelaskan maksudnya.
  5. Berdiskusilah dengan temanmu, saudaramu, guru, atau orang tuamu tentang isi buku tersebut. Dengan berdiskusi kamu akan bisa memahami isi buku itu.

Referensi

Indonesia_BS_KLS_V_Rev.pdf