Aku yang Unik
Bab ini membahas tentang cara mengenal ciri-ciri dan sifat seseorang melalui cerita pendek dan puisi akrostik. Siswa diajak untuk memahami informasi, memperkaya kosakata, mempelajari sinonim dan antonim, serta berlatih menceritakan diri sendiri secara kreatif.
Ringkasan
Bab ini membahas tentang cara mengenal ciri-ciri dan sifat seseorang melalui cerita pendek dan puisi akrostik. Siswa diajak untuk memahami informasi, memperkaya kosakata, mempelajari sinonim dan antonim, serta berlatih menceritakan diri sendiri secara kreatif.
Isi Materi
A. Mengenal Ciri-Ciri Seseorang Melalui Cerita
Membaca
Berikut ini adalah teks singkat tentang dua saudara kembar bernama Rana dan Rani. Pada teks ini kamu akan membaca tentang keunikan mereka masing-masing. Bacalah teks ini dengan lantang. Cermati kalimat yang menunjukkan keunikan mereka.
Rana dan Rani adalah dua bersaudara. Mereka memiliki rupa yang sama. Wajah, mata, dan alis mereka mirip. Mereka berhidung mancung dan berdagu lancip. Rana dan Rani adalah kembar identik. Membedakan rupa mereka sangatlah sulit. Kelahiran mereka berjarak tujuh menit. Rana adalah kakak dan Rani adalah adik. Rana dan Rani memiliki sifat yang berbeda. Rana pendiam, tetapi Rani periang. Hobi mereka juga tidak sama. Rana suka merangkai kembang, sedangkan Rani suka olahraga senam. Rana dan Rani bercita-cita mulia. Mereka ingin mengabdi pada negara tercinta Indonesia. Rana menjadi pengusaha ternama dan Rani menjadi atlet. Belajar rajin dan tekun menjadi usaha mereka.
Aktivitas 1: Menemukan Informasi
Kamu sudah membaca teks tentang Rana dan Rani. Sekarang jawablah pertanyaan berikut.
- Siapakah nama saudara kembar pada teks tersebut?
- Apakah yang dimaksud dengan kembar identik?
- Berapa lama jarak kelahiran si kembar?
- Jika kamu menjadi teman mereka, bagaimana kamu dapat membedakan keduanya?
Kosakata Baru
Berikut ini adalah kosakata yang terdapat pada cerita "Rana dan Rani". Kosakata ini berkaitan dengan ciri-ciri seseorang. Apakah ada di antara kata-kata ini yang tidak kamu ketahui maknanya? Jika ada, kamu bisa mencari maknanya di dalam kamus.
- rupa
- identik
- pendiam
- periang
- hobi
- cita-cita
Menggunakan Kamus
Apakah kamu pernah menggunakan kamus? Kamus sering digunakan untuk mencari makna kata. Di dalamnya juga terdapat contoh pemakaian kata pada kalimat. Di dalam kamus, kata disusun menurut abjad. Tujuannya supaya para pengguna mudah menemukan kata yang dicari. Seiring perkembangan zaman, kamus kini juga tersedia secara digital. Di situ kamu cukup mengetikkan kata yang tidak dipahami untuk menemukan artinya.
Aktivitas 2: Menulis Kalimat
Buatlah kalimat berdasarkan kosakata baru dari teks "Rana dan Rani" yang sudah kamu baca sebelumnya.
Membaca
Berikut ini adalah cerita tentang Heo, anak Nusa Tenggara yang berusia tiga belas tahun. Kisah ini sudah terjadi lama sekali, yaitu pada bulan April 1815. Kisahnya dimulai saat Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat meletus dahsyat dan menyebarkan abunya ke seluruh dunia.
Keteguhan Heo
Oleh Maya Lestari Gf
Heo memacu kudanya secepat mungkin. Di kejauhan, tiang api membubung tinggi. Melontarkan bunga-bunga api menyala ke seluruh penjuru. Udara penuh abu. Heo menutup hidung dan mulutnya. Sesekali ia terbatuk-batuk. Ia harus segera menjauh dari sini. Bila tidak, ia dan kudanya akan terkubur dalam abu dan batu yang diletuskan Gunung Tambora tanpa henti.
Heo adalah anak di Kerajaan Sanggar. Ia tinggal di Desa Koteh, tak jauh dari Gunung Tambora. Ayahnya adalah juragan di desa itu. Mereka memiliki ladang kacang hijau yang sangat luas di lereng Gunung Tambora. Tak lama lagi mereka akan panen. Biasanya, kalau panen tiba, pedagang dari Jawa dan Bali akan datang untuk membeli kacang hijau. Saat itu Heo akan membantu ayahnya mengawasi panen-panen yang diangkut orang. Dia selalu bekerja giat dari pagi hingga sore. Kini, harapan itu sepertinya musnah di bawah letusan Tambora.
Heo memacu kudanya melewati jalan sempit, keluar secepatnya dari Koteh. Ia menuju selatan, menjauhi angin panas letusan. Ia tidak tahu nasib keluarganya kini. Tadi, saat letusan menggelegar, Heo sedang berkuda menuju pulang. Begitu hujan abu turun, semua orang di desanya segera berlari menyelamatkan diri. Heo tidak bisa menemukan keluarganya.
Langit gelap, jalan makin sempit. Heo sendirian. Ia mulai menangis. Sendirian di tengah bencana terasa sangat menyiksa. Heo ingin bertemu ayah dan ibunya. Ia juga ingin bersua abang dan adiknya.
Apakah Heo harus kembali? Jangan-jangan orang tuanya masih di Koteh. Namun, pikiran Heo berkata, "jangan!". Ia harus berjalan ke selatan. Ia harus kuat. Ia harus siap menghadapi apa pun yang terjadi.
Perjalanan itu terasa berlangsung bertahun-tahun. Langit tidak terlihat. Matahari tertutup debu yang begitu tebal. Heo nyaris tidak bisa melihat apa pun. Namun, ia terus memacu kudanya. Ia hanya berhenti sesekali di tepi mata air saat kudanya haus. Hampir tidak ada air yang cukup bersih untuk diminum. Semuanya terkena debu. Heo menyaring air itu dengan kain bajunya. Ia memberi minum kudanya dengan air yang lebih bersih.
Setelah beberapa hari berkuda, Heo mulai lemah. Ia sudah berhari-hari tidak makan. Haruskah Heo menyerah sekarang? Ah, tidak. Heo tidak mau. Ia harus kuat untuk menemukan keluarganya.
Tak lama kemudian ia melihat jejak samar kuda-kuda di atas abu. Pastilah jejak itu belum lama karena belum tertutup lapisan abu yang baru. Harapan muncul di hati Heo. Ada orang di depan sana.
Heo menggebah kudanya dengan pelan. Tenaganya mulai hilang. Lari kudanya pun terasa makin lambat. Sepertinya mereka berdua sudah sama-sama lelah. Heo terkulai ke leher kudanya. Kini ia merasa tenaganya benar-benar habis.
Tak lama kemudian, ia mendengar kudanya meringkik. Lalu ia mendengar suara-suara orang. Seseorang menarik tali kudanya. Heo merasa tubuhnya diturunkan, lalu dibaringkan di rumput. Perlahan ia membuka mata.
“Heo!!” ia mendengar suara yang sangat dikenalnya. Suara ibunya! Apakah ia tengah bermimpi?
“Ibu,” panggilnya lemah. Ibu Heo langsung memeluknya. Heo melihat sekitarnya. Ada beberapa prajurit kerajaan di situ. Tahulah Heo kini. Orang tuanya berhasil selamat bersama rombongan keluarga raja. Heo tidak tahu cara orang tuanya bisa bertemu dengan keluarga raja, tetapi yang jelas mereka semua selamat. Itu sudah cukup. Ia memeluk ibunya. Hatinya terasa lega.
Aktivitas 3: Menemukan Informasi yang Tidak Benar
Kamu sudah membaca kisah Heo, anak Nusa Tenggara yang gagah berani. Kini lihatlah informasi di tabel berikut. Berilah tanda silang untuk informasi yang tidak benar tentang Heo.
Aktivitas 4: Menemukan Informasi Tersirat
Duduklah berkelompok. Diskusikan bersama teman sekelompok kalian mengenai sifat Heo. Kemudian sampaikanlah hasil diskusi kalian itu di depan teman sekelas.
B. Menceritakan Diri Sendiri secara Kreatif
Pada pelajaran sebelumnya kamu membaca keterangan tentang sifat dan ciri seseorang dalam bentuk cerita pendek. Kali ini kamu akan membaca informasi tersebut dalam bentuk puisi akrostik. Untuk memahami puisi akrostik, bacalah puisi yang dibuat Rafi berikut.
Rafi Ramah dan berani sifatku Anganku adalah menjadi tentara saat aku dewasa Futsal adalah olahraga favoritku Indonesia adalah tanah airku
Aktivitas 5: Menemukan Makna secara Mandiri
Kamu sudah membaca puisi Rafi. Kini mari menemukan pengertian puisi akrostik berdasarkan puisi yang ia buat.
1. Menceritakan Diri dengan Puisi Akrostik
Setelah membaca puisi Rafi, kamu mengetahui bahwa keunikan puisi ini terletak pada huruf awalnya. Bila semua huruf awalnya disusun maka akan membentuk kata tertentu. Kamu bisa membuat sebuah puisi akrostik dari kata apa pun.
Aktivitas 6: Bekerja Berpasangan
Ayo membuat dua puisi akrostik dari namamu dan nama temanmu.
Aktivitas 7: Menemukan Kata yang Menunjukkan Sifat dalam Puisi Akrostik
Temukanlah kata yang menunjukkan sifatmu dalam puisi akrostik yang kamu dan temanmu buat.
Bahas Bahasa: Mengenal Sinonim dan Antonim Kata
Dalam puisi-puisi akrostik yang kamu buat bersama teman-temanmu, kamu mungkin akan menemukan cukup banyak kata sifat seperti berikut ini:
- rapi
- cermat
- supel
- rajin
- lucu
Kata-kata yang memiliki arti sama ini disebut sinonim. Selain memiliki sinonim, sebuah kata juga memiliki lawan kata yang disebut antonim.
Aktivitas 8: Menemukan Sinonim dan Antonim
Baca kembali tabel kata sifat yang kamu susun pada Aktivitas 7. Berdiskusilah dengan teman sebangkumu mengenai sinonim dan antonim kata-kata di tabel itu.
2. Menceritakan Diri Secara Naratif
Kamu sudah belajar menceritakan diri sendiri melalui puisi akrostik. Kini mari belajar menceritakan diri sendiri melalui sebuah cerita pendek.
Aku si Anak Laut Kenalkan, namaku Taha. Aku tinggal di laut. Rumahku berada di atas laut dangkal di Desa Mbokita, Morowali, Sulawesi Tengah. Ayahku adalah nelayan, begitu juga dengan kakekku. Turun-temurun kami hidup sebagai nelayan di sini.
Setiap pagi seusai membantu ibu menyiapkan sarapan, aku pergi ke sekolah. Aku duduk di kelas 5 SD Mbokita. Aku suka mendengarkan cerita bapak dan ibu guru tentang para pengembara laut suku Bajo.
Sepulang sekolah biasanya aku akan mengganti baju dan mengeluarkan semua buku dari tas. Kemudian, aku akan menyusunnya dengan rapi di meja. Lalu, aku makan siang. Setelah makan kadang aku tidur siang, kadang aku mengerjakan tugas sekolah bila ada.
Waktu sore adalah favoritku. Saat itu aku akan bermain dengan teman-temanku. Aku punya beberapa teman, di antaranya Salim, Nasril, dan Mansyur. Salim anak yang supel. Nasril anak yang alim. Mansyur anak yang lucu.
Kami berempat sering menyelam bersama. Kadang kami menangkap ikan pari, kadang ikan ketamba. Kami tidak menangkap banyak ikan. Kami hanya mengambil ikan secukupnya. Kami orang-orang Bajo menyayangi laut.
Aktivitas 9: Berbicara, Berdiskusi, dan Mempresentasikan
Diskusikanlah jawaban dari pertanyaan berikut bersama teman-teman sekelas.
Aktivitas 10: Menulis
Kalian sudah membaca tulisan Taha si anak laut. Kini saatnya kamu menulis cerita tentang dirimu sendiri atau tentang teman.
Jurnal Membaca
Saatnya menulis jurnal. Bacalah buku-buku yang kamu suka.
Refleksi
Kita telah sampai pada akhir pelajaran bab ini. Sekarang gunakan tabel di bawah ini sebagai panduan untuk merefleksikan pengalaman belajarmu pada Bab Aku yang Unik.
Hal yang paling menyenangkan dari mempelajari bab ini adalah …. Bagian yang paling menantang dari bab ini adalah …. Bab Aku yang Unik mengajarkanku ….
Referensi
Indonesia_BS_KLS_V_Rev.pdf