Bab 5: Ini Khas Daerahku dan Bab 6: Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Materi ini membahas mengenai keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di Indonesia berdasarkan bentang alamnya, pengaruhnya terhadap mata pencaharian dan profesi masyarakat, serta pentingnya peran, tugas, dan tanggung jawab dalam interaksi sosial di sekolah dan masyarakat.
Ringkasan
Materi ini membahas mengenai keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di Indonesia berdasarkan bentang alamnya, pengaruhnya terhadap mata pencaharian dan profesi masyarakat, serta pentingnya peran, tugas, dan tanggung jawab dalam interaksi sosial di sekolah dan masyarakat.
Isi Materi
A. Keanekaragaman Hayati
Tidak ada satu pun makhluk hidup yang sama di dunia ini. Setiap makhluk hidup memiliki wujud dan perilaku yang berbeda. Keragaman inilah yang disebut dengan keanekaragaman hayati.
Tingkatan Keanekaragaman Hayati
- Keanekaragaman Gen: Variasi antarindividu sejenis, dalam satu spesies. Contoh: Variasi warna kulit manusia, variasi warna bunga mawar.
- Keanekaragaman Spesies: Variasi jenis, dan menjadi spesies berbeda. Contoh: Kupu-kupu dan ngengat, harimau, singa, dan macan tutul.
- Keanekaragaman Ekosistem: Variasi jenis kenampakan alam, yang lahir dari interaksi ragam makhluk hidup dan lingkungannya. Contoh: Hutan Hujan Tropis, Padang Pasir, Sabana, Rawa.
Apa Manfaat Keanekaragaman Hayati untuk Manusia?
Masyarakat cenderung memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka:
- Bahan Pangan: Rempah sebagai ragam bumbu masakan; ragam tumbuhan dan hewan sebagai lauk makanan.
- Kosmetik: Lidah buaya untuk penyubur rambut; serai bisa diolah menjadi losion atau minyak untuk mengusir nyamuk.
- Perabotan/Perkakas: Kayu, rotan, bambu dapat diolah menjadi perkakas dan bahan bangunan.
- Obat-obatan: Cacing untuk membuat obat tifus, kulit buah kina untuk obat antimalaria, kumis kucing untuk mengobati infeksi saluran kencing, kayu putih sebagai bahan dasar minyak kayu putih.
- Pakaian: Kapas, serat nanas, serat pisang, dan eceng gondok dapat diolah menjadi bahan untuk membuat pakaian, tas, dan sandal; kayu dan kulit hewan dapat menjadi gendang.
- Alat Musik: Bambu dapat dibuat menjadi suling.
Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia
Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah:
- Wilayah Barat (Asiatis): Curah hujan tinggi, bentang alam berupa hutan lebat, hutan bakau, rawa gambut. Flora khas: Meranti, keruing, rotan, jati. Fauna khas: Gajah, badak, siamang, harimau sumatra, banteng, kerbau, dll.
- Wilayah Tengah (Peralihan): Curah hujan rendah, cenderung kering. Bentang alam berupa stepa tropis, sabana tropis, hutan musim. Fauna khas: Anoa, babirusa, monyet hitam sulawesi, tarsius, musang sulawesi, komodo, maleo, dll.
- Wilayah Timur (Australis): Curah hujan tinggi-sedang. Flora khas: Matoa, pohon sagu, cendana, merbau. Fauna khas: Kuskus, kanguru pohon, walabi, landak irian, cendrawasih, kasuari, nuri, dll.
B. Daerahku Kaya Sumber Daya
Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup disebut sebagai sumber daya alam hayati. Sebaliknya, sumber daya alam yang berasal dari benda mati dikenal sebagai sumber daya alam nonhayati.
Keberlimpahan Sumber Daya Alam
- Dapat diperbarui: Dapat diganti dan diperbarui sepanjang waktu. Contoh: Matahari, Air, Angin, Tanah, Tanaman.
- Tidak dapat diperbarui: Tidak dapat digantikan dan tidak dapat diperbarui secara cepat. Contoh: Batu bara, Minyak bumi, Emas, Nikel.
C. Kehidupan Masyarakat Daerahku
Letak geografis suatu daerah memengaruhi kehidupan masyarakatnya, termasuk dalam hal mata pencaharian dan profesi.
Perbedaan Pekerjaan/Mata Pencaharian dan Profesi
- Pekerjaan/Mata Pencaharian: Cara seseorang atau kelompok memperoleh pendapatan atau memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dipengaruhi oleh bentang alam pada suatu wilayah. Contoh: Nelayan, petambak, petani, pemburu, peternak, penambang, dan pedagang.
- Profesi: Jenis pekerjaan yang memerlukan banyak pendidikan dan pelatihan khusus. Dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat pada suatu wilayah. Contoh: Guru, dokter, kartografer, peneliti, pelukis, insinyur, teknisi, jurnalis, arsitek, dan fotografer.
Peranku di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Sebagai makhluk sosial, manusia akan berusaha untuk melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Salah satu peran manusia dalam interaksi sosial adalah menerapkan nilai positif yang ada di lingkungan sekitar. Bekerja sama dan bergotong royong merupakan salah satu syarat terjadinya interaksi sosial.
Tujuan Pembelajaran
Pada bab ini, kamu akan menyelidiki penerapan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial yang terjadi di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Kata Kunci
- peran
- tugas
- tanggung jawab
- interaksi
- peraturan
Refleksi
Hal yang saya kuasai, hal yang perlu saya perdalam, hal yang akan saya tingkatkan dalam kegiatan pembelajaran, rencana yang akan saya lakukan untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya, dan tindakan jika perencanaan tidak berhasil.
Referensi
IPAS_BS_KLS_IV_Rev.pdf