SiapQC lolos

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) DAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya - Seni Teater Fase B mencakup berbagai elemen dasar akting, tata artistik, dan pementasan untuk kelas III dan IV.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya - Seni Teater Fase B mencakup berbagai elemen dasar akting, tata artistik, dan pementasan untuk kelas III dan IV.

Berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking and Working Artistically)

Bermain dengan tata artistik panggung dilakukan dalam proses bertahap secara mandiri, termasuk di dalamnya dapat menggunakan properti sesuai dengan fungsi tokoh yang diembannya. Proses kerja ansambel dilakukan dengan melatih inisiatif dalam merancang permainan atau cerita bersama (kooperatif).

  1. 1Mengenal konsep, bentuk, dan fungsi tata artistik panggung.
  2. 2Mengenal konsep dan fungsi properti dalam hubungannya dengan tokoh.
  3. 3Mengenal prinsip kerja ansambel.
  4. 4Menyiapkan properti sesuai fungsi tokoh yang diperankan.
  5. 5Merancang permainan atau cerita bersama.

Mengalami (Experiencing)

Proses observasi dan konsentrasi dengan cara melihat dan mencatat kebiasaan diri sendiri dan orang lain, serta melakukan latihan olah tubuh dan vokal, sehingga peserta didik mampu mengenal fungsi gerak tubuh, ekspresi wajah dan suara. Memahami irama dalam membaca dialog pada sebuah cerita sesuai karakter.

  1. 1Mengenal konsep, bentuk, dan fungsi olah tubuh dan olah vokal
  2. 2Menunjukan fungsi gerak tubuh, ekspresi wajah, dan suara.
  3. 3Menunjukan bentuk dan fungsi irama dalam membaca dialog tokoh.
  4. 4Menerapkan olah tubuh dan olah vokal
  5. 5Memeragakan gerak tubuh, ekspresi wajah, dan suara.
  6. 6Memeragakan irama dalam membaca dialog tokoh pada naskah drama/cerita sesuai dengan karakter tokoh.
  7. 7Mengenal konsep, bentuk, dan fungsi olah tubuh dan olah vokal
  8. 8Menunjukan fungsi gerak tubuh, ekspresi wajah, dan suara.
  9. 9Menunjukkan bentuk dan fungsi irama dalam membaca dialog tokoh.
  10. 10Menerapkan olah tubuh dan olah vokal
  11. 11Memeragakan gerak tubuh, ekspresi wajah, dan suara.
  12. 12Memeragakan irama dalam membaca dialog tokoh pada naskah drama/cerita sesuai dengan karakter tokoh.

Menciptakan (Making/Creating)

Cara menciptakan imajinasi adalah proses memainkan dan menirukan tokoh, dan menceritakan ulang kejadian/cerita yang diamati. Selain itu, dalam menciptakan imajinasi perlu dirancang pertunjukan dengan secara langsung terlibat dalam sebuah pertunjukan, dilakukan dengan pembimbingan.

  1. 1Mengamati peniruan dan penciptaan imajinasi baik melalui pemeranan atau peniruan tokoh dan melalui penceritaan kembali sebuah kejadian/cerita yang diamati.
  2. 2Mengidentifikasi elemen dan struktur pertunjukan.
  3. 3Memeragakan penciptaan imajinasi melalui pemeranan atau peniruan tokoh yang telah diamati.
  4. 4Membuat rancangan pertunjukan.
  5. 5Meniru dan menciptakan tokoh imajinasi dalam sebuah kejadian/cerita yang diamati.
  6. 6Mengidentifikasi elemen dan struktur seni pertunjukan.
  7. 7Mempraktikkan penciptaan imajinasi melalui pemeranan atau peniruan tokoh yang telah diamati.
  8. 8Membuat rancangan pertunjukan.

Merefleksikan (Reflecting)

Refleksi dilakukan dalam penggalian ingatan emosi sesuai suasana hati tokoh yang diperankan dengan mengambil peristiwa serupa pada ingatan masa lalu pemeran. Selain itu, proses refleksi dilakukan melalui apresiasi karya seni dengan menggali kelebihan dan kekurangan hasil karya sendiri.

  1. 1Menggali ingatan emosi berdasarkan tokoh yang diperankan
  2. 2Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan karya seni
  3. 3Menghubungkan ingatan emosi berdasarkan tokoh yang diperankan dengan peristiwa masa lalu yang dialami oleh pemeran tokoh.
  4. 4Mempraktikkan refleksi karya sendiri.
  5. 5Menggali ingatan emosi berdasarkan tokoh yang diperankan
  6. 6Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan karya seni
  7. 7Mempraktikkan menghubungkan ingatan emosi berdasarkan tokoh yang diperankan dengan peristiwa masa lalu yang dialami oleh pemeran tokoh.
  8. 8Mengomunikasikan hasil refleksi karya sendiri.

Berdampak (Impacting)

Proses belajar dan produk akhir mencerminkan profil pelajar pancasila secara kooperatif (gotong royong), mandiri, dan kreatif.

  1. 1Mengkreasi karakter tokoh dalam cerita, ruang dan waktu yang baru.
  2. 2Merancang pementasan teater baru.
  3. 3Mendemonstrasikan penampilan dalam pementasan teater menjadi seorang tokoh atau penata artistik panggung.