SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Fase B mencakup elemen Sejarah, Keagungan Tuhan Yang Maha Esa, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, serta Larangan dan Kewajiban.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Fase B mencakup elemen Sejarah, Keagungan Tuhan Yang Maha Esa, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, serta Larangan dan Kewajiban.

Sejarah

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengenal asal usul Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan cara mengenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta sejarah penyebaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia

  1. 1Memahami istilah Kepercayaan dan Ajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. 2Memahami tokoh penghayat dan keteladanannya yang berperan dalam perjuangan penyebaran ajaran Kepercayaan
  3. 3Mengenal organisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang ada di Indonesia
  4. 4Mengidentifikasi eksistensi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Keagungan Tuhan Yang Maha Esa

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat menunjukkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menunjukkan cara manembah di lingkungan rumahnya. Peserta didik dapat mengenal dan mengikuti hari-hari besar Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  1. 1Menunjukkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan sekitar melalui rasa syukur
  2. 2Memahami tujuan dan manfaat manembah dalam ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  3. 3Menunjukkan cara manembah sesuai ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  4. 4Memahami makna peringatan hari Besar penghayat

Budi Pekerti

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat menunjukkan budi pekerti. Peserta didik mulai mengenal hingga menunjukkan sikap-sikap dalam budi pekerti dalam berinteraksi dengan keluarga, lingkungan sekitarnya, teman, dan guru serta berdialog antar Agama dan Kepercayaan

  1. 1Mengenal tentang budi pekerti luhur
  2. 2Memahami sikap-sikap dalam budi pekerti dalam berinteraksi dengan keluarga, lingkungan sekitarnya, teman dan guru serta berdialog antar agama dan kepercayaan
  3. 3Menunjukkan penerapan sikap budi pekerti luhur dalam berinteraksi dalam berinteraksi dengan keluarga, lingkungan sekitarnya, teman dan guru serta berdialog antar agama dan kepercayaan

Martabat Spiritual

Pada akhir Fase B, peserta didik dapat menunjukkan rasa bersyukur atas karunia ciptaan Tuhan dengan cara mengeksplorasi kecintaannya kepada orang tua, teman, dan guru, bangsa dan negara serta alam sekitarnya sebagai bukti ciptaan-Nya dalam lingkungan yang beragam. Peserta didik juga dapat mengikuti kegiatan ritual di tempat/bangunan peribadatan untuk memahami kapasitas dirinya dan penghayat lainnya sebagai ciptaan-Nya yang patut disyukuri yang dapat berupa martabat spiritual

  1. 1Memahami kapasitas dan batas dirinya sebagai ciptaanNya, yang patut disyukuri yang dapat berupa martabat spiritual
  2. 2Memahami kecintaan kepada orang tua, teman, dan guru, bangsa dan negara serta alam sekitarnya sebagai wujud belas kasih kepada sesama dalam lingkungan yang beragam
  3. 3Menunjukkan rasa bersyukur atas karunia ciptaan Tuhan yang beragam yang ada di sekitar kita
  4. 4Mengikuti kegiatan ritual di tempat/bangunan peribadatan

Larangan dan Kewajiban

Pada akhir Fase B peserta didik dapat belajar menerima larangan-larangan yang terdapat di lingkungan keluarga, teman, dan guru. Peserta didik dapat menunjukkan kewajiban dirinya dalam lingkungan keluarga, guru, dan temannya.

  1. 1Menerima ajaran tentang kewajiban atau laranagan dalam Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. 2Memahami adanya hukum sebab akibat tentang adanya larangan dan kewajiban dalam ajaran Kepercayaan
  3. 3Menerapkan sikap menjauhi larangan dan melaksanakan kewajiban di lingkungan keluarga, teman dan guru