SiapQC lolos

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA (PENDIDIKAN UMUM) FASE A

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Fase A mencakup elemen Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, serta Larangan dan Kewajiban.

Alur Tujuan Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Fase A mencakup elemen Keagungan Tuhan, Budi Pekerti, Martabat Spiritual, serta Larangan dan Kewajiban.

Keagungan Tuhan

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal kebesaran Tuhan melalui pengamatan tubuh, Peserta didik dapat mengenal dan menunjukkan anggota tubuh, fungsi pancaindra agar dapat menjaga kebersihan merawat anggota tubuh sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa..

  1. 1Mengenal dan memahami kebesaran Tuhan melalui pengamatan tubuh.
  2. 2Mengenal dan menunjukkan anggota tubuh dan fungsi pancaindra agar dapat menjaga kebersihan.
  3. 3Memahami merawat tubuh sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
  4. 4Menunjukkan dan memahami cara menahan diri terhadap larangan-larangan di lingkungan keluarga, teman, dan guru.
  5. 5Menunjukkan dan memahami kewajiban dirinya di lingkungan keluarga, guru, dan temannya.

Budi Pekerti

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal budi pekerti. Peserta didik mulai mengenal hingga menunjukkan sikap-sikap dalam budi pekerti dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.

  1. 1Mengenal dan memahami budi pekerti.
  2. 2Mengenal dan menunjukan sikap-sikap dalam budi pekerti dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
  3. 3Mengenal dan memahami rasa syukur atas karunia ciptaan tuhan.

Martabat Spiritual

Pada akhir Fase A, peserta didik dapat mengenal rasa bersyukur atas karunia ciptaan Tuhan dengan cara mengeksplorasi kecintaanya kepada dirinya, orang tua, teman, dan guru, sebagai bukti ciptaan-Nya dalam lingkungan yang beragam. Peserta didik juga dapat mengikuti kegiatan ritual di tempat/bangunan peribadatan untuk memahami kapasitas dirinya sebagai ciptaan-Nya yang patut disyukuri yang dapat berupa martabat spiritual.

  1. 1Mengeksplorasi kecintaannya kepada dirinya, orang tua, teman, dan guru sebagai bukti ciptaan-Nya dalam lingkungan yang beragam..
  2. 2Memahami kapasitas diri dalam mengikuti kegiatan ritual di tempat/bangunan peribadatan yang patut disyukuri yang berupa martabat spiritual.