SiapQC lolos

Gotong Royong dalam Permainan Tradisional yang Adil (Mendukung Fair Play) dan Inklusif

Modul ajar Gotong Royong dalam Permainan Tradisional yang Adil (Mendukung Fair Play) dan Inklusif untuk Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan kelas 6 fase C.

kegiatan

  • Pendidik dan murid melakukan pembukaan dengan salam pembuka, berdoa, dan pengecekan kehadiran.
  • Murid diajak mengingat kembali pembelajaran sebelumnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan sambil melakukan asesmen awal.
  • Murid diminta melakukan kegiatan Berpikir-Berpasangan-Berbagi dengan menjawab pertanyaan pengalaman melakukan gotong royong.
  • Murid menyimak penjelasan pendidik tentang tujuan pembelajaran, rencana kegiatan pembelajaran, dan manfaat pembelajaran.
  • Murid menyaksikan video permainan tradisional dan melakukan kegiatan Lihat, Pikir, dan Bertanya.
  • Murid diajak melakukan tanya jawab mengenai permainan tradisional, gotong royong, dan bela negara.
  • Murid menulis rangkuman hasil diskusi kegiatan-kegiatan sebelumnya pada selembar kertas sebagai Asesmen Formatif Pertemuan 1.
  • Murid diajak mengingat kembali pembelajaran sebelumnya melalui tanya jawab tentang permainan tradisional dan nilai gotong royong (Pertemuan 2).
  • Murid menyimak penjelasan pendidik mengenai tujuan, rencana, manfaat pembelajaran, dan Pertanyaan Unit (Pertemuan 2).
  • Murid melakukan tanya jawab yang dipandu pendidik mengenai keadilan dan fair play dalam permainan (Pertemuan 2).
  • Murid menyimak presentasi narasumber mengenai aturan baku permainan tradisional dan alasan perlunya memodifikasi aturan (Pertemuan 2).
  • Murid memainkan permainan yang aturannya sudah dimodifikasi, dipandu oleh narasumber dan pendidik (Pertemuan 2).
  • Murid menulis catatan singkat mengenai apa yang dipelajari tentang modifikasi aturan permainan yang menunjukkan keadilan, inklusivitas, dan gotong royong (Pertemuan 2).
  • Murid mendiskusikan dan membuat daftar permainan tradisional yang memungkinkan untuk dimainkan di satuan pendidikan (Pertemuan 2).
  • Murid diajak mengingat kembali tujuan pembelajaran, Pertanyaan Unit, dan materi sebelumnya pada Pertemuan 3.
  • Murid melakukan kegiatan Berpikir-Berpasangan-Berbagi menjawab pertanyaan mengapa modifikasi aturan permainan perlu dilakukan untuk keadilan dan inklusivitas (Pertemuan 3).
  • Murid bekerja bergotong royong dalam kelompok untuk mengisi Lembar Kerja rencana proyek permainan tradisional dengan aturan modifikasi (Pertemuan 3).
  • Murid melakukan refleksi dengan mengisi tabel Poin Kompas (Pertemuan 3).
  • Murid melakukan kegiatan kelompok untuk meningkatkan kerja sama seperti membangun menara kertas (Pertemuan 4).
  • Murid melakukan diskusi kelas tentang keberhasilan membangun menara kertas, gotong royong, dan keterlibatan kelompok (Pertemuan 4).
  • Kelompok meninjau rancangan modifikasi aturan permainan mereka dan menjelaskan peran masing-masing anggota (Pertemuan 4).
  • Setiap kelompok menguji permainan tradisional dengan aturan modifikasi di lapangan/ruang kelas (Pertemuan 4).
  • Murid melakukan diskusi kelompok berdasarkan umpan balik pendidik, penilaian diri, dan umpan balik rekan sejawat (Pertemuan 4).
  • Murid menyiapkan rancangan aturan final yang telah disempurnakan dan akan diuji kembali (Pertemuan 4).
  • Murid melakukan diskusi penyempurnaan aturan permainan berdasarkan masukan dan melakukan persiapan akhir festival (Pertemuan 5).
  • Murid mempraktikkan penyempurnaan aturan permainan dalam kelompoknya dan diujicobakan kepada kelompok lain (Pertemuan 5).
  • Murid melakukan tanya jawab mengenai hal yang sudah dilakukan bersama dan hal yang perlu dilakukan berikutnya (Pertemuan 5).
  • Murid dengan kelompoknya melakukan persiapan untuk melaksanakan permainan tradisional yang aturannya sudah dimodifikasi (Pertemuan 6).
  • Murid mempresentasikan aturan permainan tradisional yang sudah dimodifikasi dan mempraktikkannya dengan memperhatikan prinsip keadilan, inklusivitas, dan gotong royong sebagai Asesmen Sumatif (Pertemuan 6).
  • Murid mendemonstrasikan cara memainkan permainan tradisional yang dimodifikasi kepada adik kelasnya (Pertemuan 6).
  • Murid melakukan kegiatan "Dulu saya pikir …, sekarang saya pikir …" untuk merefleksikan pemahaman mereka (Pertemuan 6).
  • Murid membuat pohon refleksi dengan menuliskan jawaban pada kertas berbentuk daun dan menempelkannya (Pertemuan 6).
  • Pembelajaran ditutup dengan melakukan doa bersama.
  • Murid mendapat apresiasi atas hal-hal yang sudah dilakukan dengan baik serta mendapatkan penguatan terkait praktik gotong royong sebagai wujud bela negara.

asesmen

  • Asesmen awal (pengecekan pemahaman gotong royong melalui jempol dan tanya jawab)
  • Asesmen Formatif Pertemuan 1 (rangkuman hasil diskusi pada selembar kertas)
  • Asesmen Formatif Pertemuan 2 (catatan singkat 1-2 kalimat mengenai modifikasi aturan)
  • Asesmen Formatif Pertemuan 3 (pengamatan Lembar Kerja rencana proyek)
  • Asesmen Formatif Pertemuan 4.1 (pengamatan kompetensi kerja sama dalam permainan menara kertas)
  • Asesmen Formatif Pertemuan 4.2 (pengujian aturan modifikasi melalui penilaian diri dan sejawat serta pengamatan pendidik)
  • Asesmen Sumatif (festival permainan tradisional yang dimodifikasi dengan prinsip keadilan, inklusivitas, dan gotong royong)

sumber belajar

  • Majalah BOBO. Permainan Tradisional Indonesia yang Terkenal - Kids Zone
  • Narasumber (pendidik, tokoh masyarakat, atau warga lokal)

media

  • Video pembelajaran
  • Media sosial
  • Aplikasi sistem pembelajaran
  • Papan tulis
  • Kertas bekas atau kertas koran
  • Isolasi
  • Gunting
  • Lembar Kerja
  • Lembar asesmen
  • Pohon refleksi

tujuan

  • Pendidikan Pancasila: Mempraktikkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara
  • PJOK: Merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif