SiapQC lolos

Berkarya Lewat Teks dan Gambar (Anti Perundungan)

Modul ajar Berkarya Lewat Teks dan Gambar (Anti Perundungan) untuk Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 6 fase C.

asesmen

    sumber belajar

      media

        tujuan

        • Menerapkan produksi konten digital dalam bentuk teks dan gambar

        kegiatan

        • Pendidik melakukan apersepsi dengan mengajak murid melakukan permainan menggunakan PID. Murid bergantian memilih konten digital dalam bentuk gambar dan teks. Mana konten yang menarik dan tidak menarik.
        • Pendidik melakukan apersepsi dengan mengingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya.
        • Pendidik melakukan apersepsi dengan mengingat materi perundungan yang telah dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
        • Murid bersama pendidik melakukan identifikasi konten: mengamati gambar yang tidak menarik (warna hitam/putih, teks terlalu padat, posisi elemen berantakan) dan menanya mengapa tidak menarik; mengamati gambar yang buram dan mendiskusikan pentingnya kualitas gambar yang tajam; pendidik menampilkan poster tegak (portrait) di layar PID mendatar dan menanyakan tentang ruang hitam serta mengenalkan konsep rasio 9:16 dan 16:9.
        • Murid menyimpulkan ciri konten yang menarik yaitu pesan yang disampaikan terbaca jelas, memiliki warna kontras, dan penempatan gambar yang tidak terlalu padat.
        • Pendidik membagikan tautan lembar kerja mandiri/kelompok. Murid membuka Canva melalui tautan yang diberikan pendidik, murid bertugas meletakkan potongan gambar menggunakan perangkat digital masing-masing atau menggunakan PID secara bergantian. Alternatif: lembar kerja berupa potongan-potongan teks dan gambar yang disusun (menempelkan) di atas kertas agar tata letaknya rapi dan tidak saling menumpuk. Lembar Kerja Koding Pertemuan ke-1.pdf
        • Murid menyaksikan video anti perundungan: Riri Cerita Anak Interaktif: Perundungan.
        • Murid mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan menggunakan Bahan Materi Bentuk-bentuk perundungan.pdf.
        • Murid dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat karya digital.
        • Murid berdiskusi bersama kelompoknya untuk menyepakati rasio platform publikasi dan membuat sketsa konten digital yang akan dibuat, dengan contoh kalimat anti perundungan seperti “Teman sejati tidak mengejek, tapi saling menjaga” dan tema seperti Definisi Perundungan, Ajakan anti perundungan, Larangan perundungan.
        • Murid bersama kelompoknya didampingi pendidik mulai membuat konten digital melalui platform olah teks dan gambar seperti Canva, mencari gambar referensi melalui Google dengan pemahaman hak cipta, serta dapat membuat gambar sendiri menggunakan bantuan AI dengan prompt contoh seperti “Ilustrasi anak SD bermain bersama dengan ceria, suasana bahagia, gaya kartun, warna cerah, gambar jelas, tidak buram” di platform seperti chatgpt.com atau gemini.google.com.
        • Murid menyajikan hasil karyanya di kelompoknya masing-masing.
        • Satu murid per kelompok bertugas berjaga, menjelaskan isi dan tujuan konten, alasan pemilihan desain (warna, teks, tata letak), serta proses mencari dan memilih gambar agar sesuai dan terlihat jelas.
        • Murid lainnya berkeliling ke setiap kelompok untuk melihat hasil karya dari kelompok lain.
        • Murid memberikan masukan terhadap konten digital yang dibuat oleh kelompok lain dengan mengisi lembar kerja yang telah disediakan. Lembar Kerja Koding Pertemuan ke-3.pdf
        • Murid dan pendidik melakukan refleksi karya dengan menjawab pertanyaan pemantik dari pendidik secara lisan/tulisan di kelompoknya masing-masing, dengan pertanyaan seperti: bagian mana yang paling membuat saya bangga, apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki, bagian mana yang akan diubah jika diberikan waktu 1 jam lagi, dan kemampuan baru yang dirasakan peningkatannya.
        • Murid menyempurnakan konten digital yang telah diberikan masukan oleh kelompok lain.
        • Setelah disempurnakan, karya digital diekspor (diunduh) dan ditampilkan secara serentak di layar Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bentuk pameran kelas, atau dikirimkan ke pendidik untuk diunggah ke media sosial sekolah.