SiapQC lolos

Senam Lantai: Bisa Guling Depan Itu Keren !!

Modul ajar Senam Lantai: Bisa Guling Depan Itu Keren untuk PJOK kelas 5 fase C.

asesmen

  • Asesmen formatif awal (Lembar Kerja Peserta Didik / Lembar Kerja Resiprokal)
  • Lembar Observasi Guru
  • Asesmen Sikap (Asesmen Pengembangan Karakter / Lembar Asesmen Sikap Diri)
  • Asesmen Pengetahuan (Tes Tulis Pilihan Ganda dan Uraian Tertutup)

sumber belajar

  • https://s.id/ATP_Fase_C

media

  • Video
  • Gambar
  • Matras
  • Kartu

tujuan

  • Menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan modifikasi berbagai aktivitas pola gerak dasar dominan (bertumpu, keseimbangan,berpindah/lokomotor, tolakan, putaran,ayunan, melayang, dan mendarat) dalam aktivitas senam.
  • Menerapkan konsep berbagai aktivitas pola gerak dasar dominan (bertumpu, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat) serta keterampilan gerak secara mandiri (tanpa meniru contoh) dalam aktivitas senam.
  • Menunjukkan perilaku kesadaran personal dalam penggunaan alat dan fasilitas pembelajaran, Menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam penggunaan alat dan fasilitas pembelajaran, Menunjukkan perilaku menghargai orang lain dan Meyakini adanya interaksi sosial melalui aktivitas jasmani.

kegiatan

  • Pembukaan kelas.
  • Guru mengecek penguasaan kompetensi peserta didik di fase sebelumnya dengan meminta peserta didik mencontohkan/ melakukan demonstrasi gerak guling depan semampunya. Dilanjut dengan memberikan Pertanyaan Pemantik.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dikuasai. Bisa dengan link video atau demontrasi guru. Konsep gerak dibagi langkah perbagian gerak guling depan: Sikap lengan, kepala, badan dan kaki. Penjelasan bisa menggunakan media Video (link Video) atau Gambar.
  • Peserta didik melakukan pemanasan dengan berpasangan melakukan pemanasan terlebih dahulu.
  • Dilanjutkan kegiatan tugas gerak guling depan secara berpasangan. Selanjutnya peserta didik mempraktikkan tugas gerak dan mengobservasi pasangannya secara mandiri. Obeservasi ini digunakan untuk Asesmen formatif awal.
  • Bagi peserta didik dalam Asesmen formatif awal sebagai kesiapan belajar, kebutuhan belajar, dan level kompetensi peserta didik terkait keterampilan dalam melakukan aktivitas permainan yang berhubungan dengan konsep GULING DEPAN.
  • Selanjutnya dilakukan Tindak Lanjut. Guru memberikan tugas gerak berupa modifikasi pola gerak dasar peserta didik sesuai hasil asesmen awal berdasarkan kebutuhan.
  • Peserta didik dapat melanjutkan berkelompok atau berpasangan berdasarkan tindak lanjut asesmen formatif awal untuk menunjang perbedaan (pembelajaran berdiferensiasi) dan mengikuti aktivitas pembelajaran sesuai capaian kompetensi awal peserta didik yang di bagikan guru dalam lembar tugas.
  • Selama peserta didik melakukan aktivitas, guru dapat memberikan saran untuk memperbaiki dan mengoreksi kualitas gerak yang dilakukan oleh siswa. Berdasarkan lembar observasi guru.
  • Melakukan pemanasan dengan bermain gerobak dorong.
  • Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok, diberi tugas untuk melakukan aktivitas seperti gambar yang diberikan.
  • Peserta didik yang memiliki keterampilan gerak yang mahir/ahli, terbagi dalam beberapa kelompok tersebut.
  • Kelompok peserta didik diminta Guru melakukan diskusi menggurutkan gambar pola gerak dasar guling depan dan mendeskrisikan dalam bentuk kalimat/penjelasan setiap kelompok.
  • Peserta didik melakukan penilaian sumatif konsep dan prinsip guling depan yang baik. Secara berpasangan atau berkelompok. Sesuai konsep dan prinsip gerak guling depan.
  • Peserta didik dan guru melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran di pertemuan 1. Siswa melakukan pendinginan dengan guru memberikan contoh gerakan-gerakan pendinginan.
  • Peserta didik diajak berdiskusi pengalaman belajar hari ini. Ajak siswa untuk merenungkan pengalaman mereka selama latihan dan berbagi pemikiran tentang bagaimana mereka meningkat dalam kesadaran diri, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap orang lain melalui aktivitas ini.