SiapQC lolos

Jelajah Dunia Pecahan

Modul ajar Jelajah Dunia Pecahan untuk Matematika kelas 4 fase B.

asesmen

  • Asesmen sumatif untuk mengevaluasi pemahaman peserta didik pada keterampilan mengenal, menggunakan, menyajikan dan memodelkan bilangan pecahan
  • Teknik performance task dengan instrumen lembar kerja atau kertas kosong

sumber belajar

  • Gernas Tastaka, Aktivitas Sederhana Untuk Memahami Pecahan Campuran
  • Sekolahmu, Belajar Pecahan untuk anak SD - Kenali Konsep Pecahan dengan buah
  • Tim Gakko Tosho, Belajar Bersama Temanmu Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas IV Volume 2
  • Hobri, et.al., Matematika untuk SD/MI Kelas IV SD/MI

media

  • Benda-benda yang ada di sekitar kehidupan peserta didik (pensil, buku, tas, sepatu, kertas berbagai ukuran dan warna, dan sejenisnya)
  • Makanan (kue, buah, sayuran matang, dan sejenisnya)
  • Tayangan video atau paparan
  • Fraction bar / media kertas putih dengan digambar batang pecahan sesuai nilainya
  • Potongan kertas berwarna yang berbeda-beda potongannya
  • Kertas strimin (kertas kotak-kotak) polos dan spidol kertas berbagai warna
  • Lembar kerja dengan gambar pecahan, diagram lingkaran sederhana, dan kotak pecahan
  • Coklat batang, puding atau agar-agar, berbagai kue tradisional

tujuan

  • Mengenal, menggunakan, menyajikan, dan memodelkan bilangan pecahan antara 0 dan 1 serta pecahan campuran positif (misalnya 2 1⁄4) dan yang senilai dalam berbagai bentuk representasi visualnya.

kegiatan

  • Peserta didik memperhatikan tayangan yang menunjukkan konsep tentang bentuk pecahan ½ dan ¼ pada link https://s.id/konseppecahan1
  • Peserta didik melalui pertanyaan terbuka mengulas isi tayangan dengan menggunakan beberapa alternatif pertanyaan
  • Peserta didik secara klasikal memperhatikan tayangan pada link https://s.id/konseppecahan2 tentang konsep pecahan campuran
  • Peserta didik diarahkan untuk menjawab pertanyaan terkait apa itu pecahan campuran menurut ide mereka berdasarkan tayangan yang telah disaksikan
  • Mengulas bersama materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya tentang konsep pecahan biasa dan pecahan campuran
  • Peserta didik memperhatikan penjelasan guru terkait penerapan pecahan biasa dan pecahan campuran positif pada penyelesaian kehidupan sehari-hari
  • Peserta didik secara klasikal melalui pertanyaan terbuka menentukan persoalan yang muncul pada penjelasan guru
  • Peserta didik mengulas kembali pembelajaran pada pertemuan sebelumnya tentang penggunaan pecahan biasa dan pecahan campuran positif
  • Peserta didik membuat model peraga sederhana menggunakan kertas strimin (kertas kotak-kotak) polos dan spidol kertas berbagai warna
  • Mengulas kembali materi pada pertemuan sebelumnya tentang menyajikan dan memodelkan pecahan biasa dan pecahan campuran
  • Peserta didik memperhatikan beberapa makanan yang diperlihatkan guru
  • Peserta didik menjawab pertanyaan tentang berapa banyak jenis makanan yang diperlihatkan di depan kelas
  • Peserta didik diberikan waktu untuk mendiskusikan secara berkelompok (jumlah anggota kelompok paling banyak 5 anak) tentang bagaimana menunjukkan bentuk pecahan ½ dan ¼ menggunakan sarana media yang ada
  • Peserta didik mengidentifikasi mana penyebut dan pembilang pada bilangan pecahan
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas
  • Peserta didik diberikan potongan kertas berwarna yang berbeda-beda potongannya sebagai alat peraga pecahan
  • Peserta didik menyusun bentuk pecahan dan menuliskannya dengan simbol angka pada bentuk pecahan yang benar
  • Diskusi tentang konsep pecahan sederhana (1/2, 1/4, 3/4) dengan menggunakan potongan-potongan kertas tersebut
  • Peserta didik mengidentifikasi bentuk pecahan sesuai nilai yang ada pada masing-masing potongan kertas
  • Peserta didik dapat mengelilingi kelompok lainnya dan mengecek hasil pekerjaan menurut asumsi kelompoknya
  • Sebagai kegiatan hiburan (games), peserta didik secara berkelompok dapat melakukan kegiatan menyusun potongan kertas menjadi pecahan yang benar
  • Peserta didik mengidentifikasi persoalan yang muncul pada cerita tersebut melalui diskusi dengan teman terdekatnya
  • Peserta didik mengulas secara klasikal hasil identifikasi dari cerita yang telah disimalk melalui diskusi dengan teman terdekatnya
  • Peserta didik menuliskan bentuk bilangan pecahan yang telah disimak di depan kelas/papan tulis
  • Peserta didik mengeluarkan beberapa barang yang dibawanya dari rumah ke kelas sebagai alat peraga
  • Peserta didik secara berkelompok, menyelesaikan persoalan dalam bentuk studi kasus matematis dalam kehidupan sehari-hari
  • Peserta didik mengidentifikasi penyelesaian persoalan pada konsep pecahan biasa dan pecahan campuran positif dari studi kasus yang disajikan
  • Diskusi tentang cara menggunakan pecahan dalam situasi nyata, seperti membagi barang-barang tersebut dengan teman sekelas
  • Peserta didik dapat berbagi barang mereka dan menerapkan konsep pecahan dengan membagi menggunakan nilai pecahan yang mereka pelajari
  • Diskusi tentang hasil dari aktivitas tersebut dan manfaat penggunaan pecahan biasa dan pecahan campuran positif dalam kehidupan sehari-hari
  • Peserta didik diberikan lembar kerja berupa merepresentasikan kumpulan bilangan pecahan biasa dan pecahan campuran dengan benda konkret
  • Peserta didik memvisualkan bentuk model nilai pecahan yang diberikan pada lembar kerja menggunakan peraga sederhana
  • Peserta didik diberikan 5 soal bentuk pecahan yang lebih kompleks lagi dan melakukan langkah yang sama
  • Peserta didik diberikan berbagai alat peraga visual pecahan, seperti lembar kerja dengan gambar pecahan, diagram lingkaran sederhana, dan kotak pecahan
  • Peserta didik bekerja dengan alat peraga visual tersebut untuk menggambarkan beberapa pecahan pada lembar kerja kedua
  • Peserta didik mendiskusikan kelebihan dan kelemahan masing-masing alat peraga visual yang sudah diperagakannya
  • Peserta didik memilih alat peraga yang mereka sukai dan memberikan alasan yang rasional
  • Peserta didik membuat infografis sederhana berisi keunggulan dan kelemahan dua alat peraga yang disediakan bersama teman kelompoknya
  • Peserta didik melakukan games simulasi yaitu membuat bentuk bangunan simbolis menggunakan model peraga pecahan yang disediakan
  • Peserta didik menunjukkan bagian salah satu jenis makanan dengan seluruh makanan yang dibawa
  • Peserta didik diberikan pemahaman awal tentang konsep pecahan senilai berdasarkan ilustrasi yang ditunjukkan menggunakan beberapa jenis makanan
  • Peserta didik membuat hubungan konsep pecahan senilai dengan berbagai jenis makanan yang disajikan
  • Peserta didik dapat melakukan simulasi dengan mengumpulkan beberapa jenis makanan atau memotong salah satu jenis makanan yang ada
  • Peserta didik melakukan simulasi perbandingan pecahan senilai seperti dengan membandingkan dua buah coklat dengan ukuran sama
  • Peserta didik menemukan kembali konsep pecahan senilai dari dua buah makanan seperti coklat tadi
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang konsep pecahan biasa dan pecahan campuran menggunakan benda atau makanan
  • Refleksi bersama melalui kegiatan berbagi pengalaman antar peserta didik dalam menyusun dan memahami konsep pecahan
  • Informasi untuk pembelajaran berikutnya terkait persiapan pembelajaran dan perlengkapan yang perlu dipersiapkan peserta didik
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang penggunaan pecahan biasa dan pecahan campuran positif
  • Informasi untuk pembelajaran selanjutnya tentang gambaran aktivitas yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang menyajikan dan memodelkan pecahan biasa dan pecahan campuran
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang pengenalan dan menyajikan pecahan senilai