SiapQC lolos

Mencintai Alam dan Budaya Lokal

Modul ajar Memahami konsep keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga, dan masyarakat tempat tinggalnya dan upaya pelestariannya untuk IPAS kelas 4 fase B.

asesmen

  • Asesmen formatif: Keunikan Diri
  • Asesmen formatif: Keragaman Tradisi dan Budaya Lokal
  • Asesmen formatif: Home Project
  • Asesmen formatif: Keanekaragaman Hayati
  • Asesmen formatif: Tantangan Keanekaragaman hayati
  • Asesmen sumatif: Seluruh Topik (project observasi keanekaragaman hayati pada acara tradisi dan budaya)
  • Checklist Ketercapaian tujuan pembelajaran

sumber belajar

  • https://bit.ly/3JFpzCV
  • https://youtu.be/j-7AKwQUhvw
  • Wawancara tokoh niniak mamak
  • buku ensiklopedia
  • https://www.liputan6.com/hot/read/5464804/10-contoh-keanekaragaman-hayati-tingkat-jenis-identifikasi-dari-ciri-fisik

media

  • media cetak
  • media digital
  • media berbasis teknologi
  • foto keluarga berukuran besar
  • lembar kerja peserta didik (LKPD) berjudul "My Self and my family"
  • lembar lovely person
  • media pengenalan tradisi atau budaya lokal
  • video YouTube (https://youtu.be/j-7AKwQUhvw)
  • lembar perencanaan home project dan misi mengungkap kebudayaan
  • website inaturalist
  • pencarian google
  • prinout hasil pencarian google
  • spidol

tujuan

  • Memahami konsep keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga, dan masyarakat tempat tinggalnya dan upaya pelestariannya

kegiatan

  • Guru menampilkan sebuah foto keluarga berukuran besar di depan kelas menggunakan media cetak atau media digital atau media berbasis teknologi. Adapun kriteria foto yang dapat digunakan guru yaitu telah menampilkan ciri fisik yang jelas dan dapat diamati oleh peserta didik. Contoh foto yang dapat dipakai, seperti di bawah !
  • Guru meminta peserta didik mengamati foto dan menjawab pertanyaan pemantik dari guru.
  • Guru menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD) berjudul "My Self and my family" yaitu lembar yang memuat konten untuk membantu peserta didik mengenali ciri fisik dirinya dan keluarga, serta mengenali asal usulnya berdasarkan kemiripan ciri yang diturunkan dari generasi sebelumnya. (LKPD dapat di lihat pada lampiran aktivitas 1).
  • Guru meminta peserta didik membaca teks secara mandiri.
  • Guru meminta peserta didik mengisi bagan silsilah keluarga berdasarkan keterangan yang telah disediakan. Seperti kakek dan nenek, ayah dan ibu, saudara dari ayah dan ibu, saudara kandung dari peserta didik.
  • Peserta didik menempelkan foto yang sudah di cetak pada lembar lovely person.
  • Guru meminta peserta didik mengidentifikasi ciri fisik setiap anggota keluarganya, dengan indikator ciri fisik yang dapat dilihat.
  • Guru menyiapkan media pengenalan tradisi atau budaya lokal. (Bapak/ibuk guru melakukan diferensiasi konten materi pengenalan tradisi dan budaya lokal dengan tradisi dan budaya yang ada di tempat masing-masing dan menyesuaikan dengan sarana dan prasarana sekolah yang memungkinkan).
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik, seperti: Kalimat guru: Anak-anak apakah kalian pernah pergi ke acara tradisi dan budaya, baik yang terjadi di tempat tinggal kalian atau yang dilakukan di tempat lain atau kalian pernah menonton acara tradisi dan budaya di sebuah media, seperti televisi atau layar lebar. 1.Bisakah kalian ceritakan bagaimana tradisi dan budaya itu dilakukan? Harapan jawaban: Peserta didik menceritakan tentang (nama budaya, latar tempat, latar waktu, latar suasana, dan kebutuhan tradisi yang berasal dari keanekaragaman hayati: buahan atau bahan makanan) sesuai pengalamannya. 2.Menurut kalian apakah setiap daerah memiliki tradisi dan budaya yang sama? berikan alasanmu! Harapan jawaban: Tidak. Peserta didik menceritakan asal usul budaya atau fungsi atau identitas budaya.
  • Guru memberikan materi mengenai tradisi dan budaya lokal yang sebelumnya sudah disiapkan (diferensiasi).
  • Guru melakukan ulasan jawaban peserta didik dengan lebih memfokuskan pada informasi keanekaragaman hayati yang menopang suatu tradisi dan budaya tersebut. Contoh kalimat: Anak-anak tadi kalian telah menceritakan pengalaman kalian pergi ke acara tradisi dan budaya, coba kalian sebutkan apa saja kebutuhan tradisi dan budaya yang berasal dari makhluk hidup seperti hewan atau tumbuhan.
  • Guru bersedia mendengarkan jawaban peserta didik sebagai kegiatan diskusi materi.
  • Guru membagikan lembar perencanaan home project dan misi mengungkap kebudayaan.
  • Guru memberikan kesimpulan konseptual yaitu: "Setiap orang memiliki nilai hidup yang berasal dari kebiasaan, norma yang berlaku, kemudian membentuk tradisi dan budayanya masing-masing. Keunikan tradisi dan budaya antar daerah berbeda dan di topang dengan keanekaragaman hayati juga".
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik, seperti: Kalimat guru: Anak-anak, kalian sudah melakukan misi mengungkap kebudayaan di aktivitas sebelumnya, dalam lembar tersebut terdapat informasi keanekaragaman hayati yang terlibat. 1.Apa yang kalian ketahui tentang keanekaragaman hayati? Harapan jawaban: keanekaragaman hayati adalah variasi ciri dan tampilan makhluk hidup yang digolongkan menjadi: manusia, hewan, dan tumbuhan. 2.Menurut kalian apa nilai penting keanekaragaman hayati dalam tradisi budaya yang kalian temukan? Harapan jawaban: keanekaragaman hayati memiliki nilai penting dalam acara tradisi budaya. Tanpa keanekaragaman hayati, tradisi tidak dapat terbentuk.
  • Sebelum melanjutkan aktivitas, Guru mengajak peserta didik untuk makan bersama, dimana pada pembelajaran sebelumnya sudah diinformasikan kepada peserta didik untuk membawa bekal makanan ke sekolah.
  • Guru meminta peserta didik melakukan tanya jawab tentang menu makanan
  • Guru memberikan pernyataan faktual tentang Keanekaragaman hayati: Kalimat guru: Anak-anak, kalian telah makan dengan sangat lahap dan nikmat, apakah kalian tahu semua yang kalian makan adalah keanekaragaman tanaman dan hewan yang telah diolah menjadi sebuah makanan. Keanekaragaman hayati adalah objek yang memiliki variasi ciri, bentuk, dan tampilan, yang ada pada manusia, hewan atau tumbuhan. Keanekaragaman hayati ini memiliki nilai penting dalam kehidupan manusia, selain makanan, keanekaragaman hayati juga telah dijadikan obat-obatan, hiasan pada beberapa acara tradisi dan budaya, atau alat tulismu yang berasal dari tanaman. Tentunya pada saat tradisi budaya dilaksanakan, kebutuhan akan keanekaragaman hayati tidak dapat dihilangkan, demikian tanpa keanekaragaman hayati maka tradisi budaya juga tidak dapat dilaksanakan.
  • Guru meminta peserta didik melakukan kegiatan observasi keanekaragaman hayati (hewan dan tumbuhan) di luar kelas atau yang ada di sekitar sekolah.
  • Guru membantu peserta didik mengelompokkan hewan atau tumbuhan
  • Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: "Keanekaragaman hayati telah berperan penting dalam budaya manusia, tanpa di topang keanekaragaman hayati, sebuah tradisi dan budaya tidak dapat terbentuk"
  • Guru mengajak peserta didik bermain susun kata, dimana guru dapat membuatkan kotak huruf di papan tulis dan lalu mengisinya dengan huruf tunggal secara acak.
  • Guru membacakan ciri hewan/tumbuhan sebagai panduan jawaban
  • Guru meminta peserta didik menyebutkan nama hewan/tumbuhan atau peserta didik dapat maju ke depan kelas untuk mengganti susunan huruf menggunakan spidol.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik: Kalimat guru: Anak-anak kalian pasti sudah mengenal hewan atau tumbuhan di sekitar kalian, namun ada hewan atau tumbuhan yang di masa lalu mudah dijumpai, namun sekarang sudah tidak dapat ditemukan lagi. 1.Menurut kalian apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi? Harapan jawaban: karena hewan/tumbuhan dapat punah, disebabkan oleh aktivitas penebangan hutan, tambang ilegal (emas, batu bara, dll), bencana alam. 2.Menurut kalian apa hal yang dapat mencegah kondisi tersebut dapat terjadi? Harapan jawaban: melakukan pemeliharaan hutan, merawat tempat tinggal hewan, tidak membuang sampah ke sungai.
  • Guru mengajak peserta didik melakukan cek data status hewan/tumbuhan yang punah, dilindungi, terancam, dan dalam status baik menggunakan website inaturalist/ pencarian google/ prinout hasil pencarian google.
  • Guru meminta peserta didik melakukan refleksi prilaku yang telah dilakukan dan berdampak pada keamanan hewan/tumbuhan
  • Guru memberikan waktu diskusi peserta didik untuk menemukan
  • Guru memberikan materi upaya melestarikan biodiversitas dan budaya
  • Guru memberikan kesimpulan: "Tidak akan bertahan suatu tradisi budaya, apabila keanekaragaman hayatinya tidak pula dipertahankan, agar dapat slalu dimanfaatkan maka kita harus menjaganya"
  • Sebagai aktivitas penutup, guru meminta peserta didik melengkapi lembar refleksi tertulis.