SiapQC lolos

Jelajah Dunia Pecahan

Modul ajar Jelajah Dunia Pecahan untuk Matematika kelas 3 fase B.

asesmen

  • Asesmen ini merupakan asesmen sumatif dimana tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengevaluasi pemahaman peserta didik pada keterampilan mengenal, menggunakan, menyajikan dan memodelkan bilangan pecahan.
  • Menggunakan teknik performance task dengan instrumen lembar kerja atau kertas kosong yang bisa digunakan oleh peserta didik untuk menunjukkan pemahamannya tentang konsep pecahan biasa, pecahan campuran, dan pecahan senilai.

sumber belajar

  • Gernas Tastaka, “Aktivitas Sederhana Untuk Memahami Pecahan Campuran”, pada https://www.youtube.com/watch?v=Y3LXMg6JjdI diakses pada 14 Oktober 2023
  • Sekolahmu, “Belajar Pecahan untuk anak SD - Kenali Konsep Pecahan dengan buah”, pada https://www.youtube.com/watch?v=Y3LXMg6JjdI, diakses pada 15 Oktober 2023
  • Tim Gakko Tosho (diterjemahkan oleh I Made Sulandra). Belajar Bersama Temanmu Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas IV Volume 2. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • Hobri, et.al., Matematika untuk SD/MI Kelas IV SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi

media

  • Benda-benda yang ada di sekitar kehidupan peserta didik (pensil, buku, tas, sepatu, kertas berbagai ukuran dan warna, dan sejenisnya)
  • Makanan (dapat berupa kue, buah, sayuran matang, dan sejenisnya) yang ada dan mudah didapatkan di sekitar lingkungan kehidupan peserta didik yang dapat dibelah atau dipotong dengan ukuran yang presisi
  • Tayangan (sebagai alternatif) jika guru kesulitan menyediakan benda-benda dan makanan untuk memperkenalkan konsep pecahan pada peserta didik
  • Fraction bar, jika tidak ada dapat menggunakan media kertas putih dengan digambar batang pecahan sesuai nilainya

tujuan

  • Mengenal, menggunakan, menyajikan, dan memodelkan bilangan pecahan antara 0 dan 1 serta pecahan campuran positif (misalnya 2 1⁄4) dan yang senilai dalam berbagai bentuk representasi visualnya.

kegiatan

  • Peserta didik memperhatikan tayangan yang menunjukkan konsep tentang bentuk pecahan ½ dan ¼ pada link https://s.id/konseppecahan1
  • Peserta didik melalui pertanyaan terbuka mengulas isi tayangan dengan menggunakan beberapa alternatif pertanyaan, sebagai berikut: 1. Mengapa ibu membagi pizza yang sudah jadi dalam ukuran yang berbeda-beda? 2. Apa saja nilai pecahan yang dapat kita temukan pada tayangan tersebut? 3. Adakah yang bisa menjelaskan bentuk pecahan pada 3 buah pizza yang dibuat ibu?
  • Mengulas bersama materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya tentang konsep pecahan biasa dan pecahan campuran
  • Peserta didik mengulas kembali pembelajaran pada pertemuan sebelumnya tentang penggunaan pecahan biasa dan pecahan campuran positif
  • Mengulas kembali materi pada pertemuan sebelumnya tentang menyajikan dan memodelkan pecahan biasa dan pecahan campuran
  • Peserta didik diberikan waktu untuk mendiskusikan secara berkelompok (jumlah anggota kelompok paling banyak 5 anak) tentang bagaimana menunjukkan bentuk pecahan ½ dan ¼ menggunakan sarana media yang ada (menggunakan benda nyata/konkrit, bukan gambar ataupun bentuk abstrak)
  • Peserta didik mengidentifikasi mana penyebut dan pembilang pada bilangan pecahan
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas
  • Peserta didik secara klasikal memperhatikan tayangan pada link https://s.id/konseppecahan2 tentang konsep pecahan campuran
  • Peserta didik diarahkan untuk menjawab pertanyaan terkait apa itu pecahan campuran menurut ide mereka berdasarkan tayangan yang telah disaksikan
  • Peserta didik diberikan potongan kertas berwarna yang berbeda-beda potongannya sebagai alat peraga pecahan
  • Peserta didik menyusun bentuk pecahan dan menuliskannya dengan simbol angka pada bentuk pecahan yang benar
  • Diskusi tentang konsep pecahan sederhana (1/2, 1/4, 3/4) dengan menggunakan potongan-potongan kertas tersebut
  • Peserta didik mengidentifikasi bentuk pecahan sesuai nilai yang ada pada masing-masing potongan kertas
  • Peserta didik dapat mengelilingi kelompok lainnya dan mengecek hasil pekerjaan menurut asumsi kelompoknya dengan memberikan masukan dari temuan kesalahan melalui arahan dan bimbingan guru
  • Sebagai kegiatan hiburan (games), peserta didik secara berkelompok dapat melakukan kegiatan menyusun potongan kertas menjadi pecahan yang benar, dimana kelompok yang dapat menyelesaikan dengan benar dan paling cepat adalah juaranya
  • Peserta didik memperhatikan penjelasan guru terkait penerapan pecahan biasa dan pecahan campuran positif pada penyelesaian kehidupan sehari-hari
  • Peserta didik secara klasikal melalui pertanyaan terbuka menentukan persoalan yang muncul pada penjelasan guru terkait konsep pecahan biasa dan campuran positif sampai kepada bentuk bilangan pecahan yang disajikan pada cerita tersebut
  • Peserta didik mengidentifikasi persoalan yang muncul pada cerita tersebut melalui diskusi dengan teman terdekatnya (cukup berdua)
  • Peserta didik mengulas secara klasikal hasil identifikasi dari cerita yang telah disimalk melalui diskusi dengan teman terdekatnya
  • Peserta didik menuliskan bentuk bilangan pecahan yang telah disimak di depan kelas/papan tulis
  • Peserta didik mengeluarkan beberapa barang yang dibawanya dari rumah ke kelas sebagai alat peraga
  • Peserta didik secara berkelompok, menyelesaikan persoalan dalam bentuk studi kasus matematis dalam kehidupan sehari-hari terkait konsep pecahan biasa dan campuran positif
  • Peserta didik mengidentifikasi penyelesaian persoalan pada konsep pecahan biasa dan pecahan campuran positif dari studi kasus yang disajikan
  • Diskusi tentang cara menggunakan pecahan dalam situasi nyata, seperti membagi barang-barang tersebut dengan teman sekelas
  • Peserta didik dapat berbagi barang mereka dan menerapkan konsep pecahan dengan membagi menggunakan nilai pecahan yang mereka pelajari
  • Diskusi tentang hasil dari aktivitas tersebut dan manfaat penggunaan pecahan biasa dan pecahan campuran positif dalam kehidupan sehari-hari
  • Peserta didik membuat model peraga sederhana menggunakan kertas strimin (kertas kotak-kotak) polos dan spidol kertas berbagai warna
  • Peserta didik diberikan lembar kerja berupa merepresentasikan kumpulan bilangan pecahan biasa dan pecahan campuran dengan benda konkret
  • Peserta didik memvisualkan bentuk model nilai pecahan yang diberikan pada lembar kerja menggunakan peraga sederhana tersebut
  • Peserta didik diberikan 5 soal bentuk pecahan yang lebih kompleks lagi dan melakukan langkah yang sama
  • Peserta didik diberikan berbagai alat peraga visual pecahan, seperti lembar kerja dengan gambar pecahan, diagram lingkaran sederhana, dan kotak pecahan
  • Peserta didik bekerja dengan alat peraga visual tersebut untuk menggambarkan beberapa pecahan pada lembar kerja kedua
  • Peserta didik mendiskusikan kelebihan dan kelemahan masing-masing alat peraga visual yang sudah diperagakannya
  • Peserta didik memilih alat peraga yang mereka sukai dan memberikan alasan yang rasional
  • Peserta didik membuat infografis sederhana berisi keunggulan dan kelemahan dua alat peraga yang disediakan bersama teman kelompoknya
  • Peserta didik melakukan games simulasi yaitu membuat bentuk bangunan simbolis seperti kendaraan, pohon, bangunan, dan sejenisnya menggunakan model peraga pecahan yang disediakan
  • Peserta didik memperhatikan beberapa makanan yang diperlihatkan guru
  • Peserta didik menjawab pertanyaan tentang berapa banyak jenis makanan yang diperlihatkan di depan kelas
  • Peserta didik menunjukkan bagian salah satu jenis makanan dengan seluruh makanan yang dibawa
  • Peserta didik diberikan pemahaman awal tentang konsep pecahan senilai berdasarkan ilustrasi yang ditunjukkan menggunakan beberapa jenis makanan
  • Peserta didik membuat hubungan konsep pecahan senilai dengan berbagai jenis makanan yang disajikan
  • Peserta didik dapat melakukan simulai dengan mengumpulkan beberapa jenis makanan atau memotong salah satu jenis makanan yang ada
  • Peserta didik melakukan simulai perbandingan pecahan senilai seperti dengan membandingkan dua buah coklat dengan ukuran sama, yang satu masih utuh dan satunya sudah dibagi 4 bagian
  • Peserta didik menemukan kembali konsep pecahan senilai dari dua buah makanan seperti coklat tadi
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang konsep pecahan biasa dan pecahan campuran menggunakan benda atau makanan yang sering dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari
  • Refleksi bersama melalui kegiatan berbagi pengalaman antar peserta didik dalam menyusun dan memahami konsep pecahan
  • informasi untuk pembelajaran berikutnya terkait persiapan pembelajaran dan perlengkapan yang perlu dipersiapkan peserta didik
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang penggunaan pecahan biasa dan pecahan campuran positif
  • Informasi untuk pembelajaran selanjutnya tentang gambaran aktivitas yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya tentang menyajikan dan memodelkan pecahan campuran
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang menyajikan dan memodelkan pecahan biasa dan pecahan campuran
  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang pengenalan dan menyajikan pecahan senilai