SiapQC lolos
Biopori untuk Sanitasi
Modul ajar Biopori untuk Sanitasi untuk MATEMATIKA DAN IPAS kelas 3 fase B.
asesmen
- Asesmen Formatif di Awal Pembelajaran
- Asesmen Formatif pada Saat Pembelajaran Berlangsung
- Asesmen Sumatif
sumber belajar
- Internet
- Buku
- Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
- Petugas kebersihan dan keindahan sekolah
media
- Video pembelajaran
- Kamera/Kamera HP
- Printer
- Penggaris
- Bor Biopori/Alat Pembuat Biopori
tujuan
- Menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
- Mengukur dan mengestimasi luas bangun dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah.
kegiatan
- Murid menjawab pertanyaan pemantik sederhana yang disampaikan oleh pendidik.
- Pendidik merespon jawaban yang disampaikan oleh murid.
- Seluruh murid melihat tayangan video atau gambar mengenai “Sanitasi yang Buruk” yang berada di lingkungan sekolah.
- Murid dan pendidik melakukan tanya jawab mengenai kondisi lingkungan sekolah.
- Seluruh murid dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang.
- Murid diberi tugas untuk mencari beberapa alternatif solusi masalah genangan air dari berbagai sumber, seperti internet, buku, atau sumber lainnya yang relevan.
- Setiap perwakilan kelompok, menyampaikan beberapa alternatif solusi masalah genangan air.
- Murid dan pendidik berdiskusi mengenai solusi sanitasi yang buruk sebagai upaya pelestarian sumber daya alam menggunakan alat bantu sederhana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
- Pendidik dan murid menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan pertama.
- Murid mendengarkan penjelasan pendidik tentang satuan baku, cara mengukur jari-jari, diameter, dan tinggi tabung, menggunakan penggaris. menghitung luas alas tabung, dan volume tabung.
- Murid melakukan tanya jawab sederhana tentang satuan baku cara mengukur jari-jari, diameter, dan tinggi tabung, menggunakan penggaris. Menghitung luas alas tabung, dan volume tabung.
- Murid diberi tugas untuk membawa kardus bekas, botol bekas, kertas warna, lem, dan gunting pada pertemuan selanjutnya.
- Pendidik menghadirkan ahli dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Murid dan murid dengan HI belajar langsung dari ahli.
- Murid mengamati penjelasan yang disampaikan oleh ahli dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tentang konsep biopori, ketentuan lubang biopori, cara pembuatan, manfaat lubang biopori, dll.
- Seluruh murid mengamati bagaimana cara kerja biopori, melalui penjelasan ahli Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
- Murid, Pendidik, dan ahli dari DLH, berkeliling sekolah untuk menentukkan daerah mana saja yang sering becek dan tergenang air.
- Setelah mendengarkan arahan ahli dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) murid diberi tugas untuk membuat diorama sederhana dari bahan kardus dan kertas bekas yang telah dibawa murid.
- Murid dan pendidik melakukan tanya jawab secara lisan mengenai biopori.
- Murid menentukan daerah yang memiliki kemungkinan tergenang air dan berkeliling kembali untuk mendapatkan persetujuan pendidik mengenai daerah yang dipilih.
- Murid melakukan wawancara dengan warga sekolah mengenai area sekolah yang sering tergenang.
- Setelah mendapatkan persetujuan pendidik, setiap kelompok memotret daerah terpilih dengan kamera, dan mencetaknya dengan printer.
- Murid berdiskusi kelompok: dengan memperhatikan ketentuan yang telah dijelaskan oleh ahli biopori, murid menentukan berapa lubang yang akan dibuat, ukuran lubang, dan kedalaman lubang, jarak antar lubang, penguatan lubang, serta penutup lubang yang akan digunakan.
- Anggota kelompok bersama-sama menuliskan hasil diskusi kelompok.
- Murid membuat desain model resapan biopori dengan diameter dan ketinggian yang berbeda yang akan ditempatkan sesuai rencana lokasi lubang yang akan dibuat.
- Murid menghitung diameter lingkaran pada bahan biopori (pipa plastik), menghitung jari-jari dengan satuan baku (mistar), serta mengukur tinggi pipa plastik, mengukur luas alas tabung (lingkaran), mengukur luas selimut tabung (persegi panjang), dan menghitung volume tabung dengan satuan baku.
- Murid mengerjakan Lembar Kerja mengenai diameter, jari-jari, tinggi pipa plastik, mengukur luas alas tabung (lingkaran), mengukur luas selimut tabung (persegi panjang), dan menghitung volume tabung dengan satuan baku.
- Murid menganalisa kebutuhan dalam pembuatan biopori.
- Murid membawa alat dan bahan pembuatan biopori sesuai dengan analisa, pada pertemuan berikutnya.
- Murid, murid dengan HI, dan pendidik berdiskusi mengenai efektifitas penggunaan biopori.
- Murid dan murid dengan HI, menuliskan langkah kerja proyek secara rinci pada LK yang telah disediakan.
- Murid dan murid dengan HI, mengumpulkan dan membawa alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan biopori.
- Murid dan murid dengan HI, melakukan kegiatan pembuatan biopori sesuai dengan rencana kelompok masing-masing yang telah disetujui.
- Murid melakukan uji coba terhadap biopori melalui kegiatan yang ditentukan.
- Murid menganalisis hasil uji coba terhadap biopori.
- Murid menilai kekurangan dan kelebihan biopori yang sudah dibuat.
- Murid menyampaikan usulan perbaikan biopori.
- Murid mendokumentasikan kegiatan mereka dengan mengumpulkan foto langkah pembuatan biopori dan menyusunnya dalam jurnal sederhana.
- Pendidik menyampaikan informasi mengenai poster, dan menunjukkan contoh poster.
- Setiap kelompok membuat poster manual dengan teknik menggambar, menggunting, menempel, dan lain sebagainya.
- Pendidik memastikan seluruh murid mengerjakan tugas dengan tertib.
- Karya siswa dipamerkan pada pameran atau buletin sekolah atau showroom sekolah.
- Setiap kelompok mempresentasikan proyeknya di depan kelas.
- Pada saat presentasi, Pendidik melakukan refleksi dengan stimulus berupa pertanyaan.
- Pendidik mencatat semua jawaban yang disampaikan oleh murid.
- Setelah pembelajaran selesai, pendidik pun melakukan refleksi.