SiapQC lolos

Menciptakan Percakapan Teater

Modul ajar Menciptakan Percakapan Menggunakan Bahasa Sehari-hari untuk Seni Teater kelas 2 fase A.

asesmen

  • Asesmen awal: menirukan suara karakter tokoh dari film atau tayangan dan menilai kemiripan percakapan, nada, serta intonasi.
  • Asesmen formatif: menciptakan percakapan spontan melalui bermain peran, dinilai dari kesesuaian bahasa, variasi intonasi dan nada, penghayatan, serta akting.
  • Asesmen sumatif: menciptakan percakapan sesuai peran dan topik secara lisan atau tulisan.
  • Tindak lanjut berupa pembuatan percakapan singkat, penggunaan teks singkat, atau pendampingan sesuai hasil asesmen.

sumber belajar

  • Kamal, Musthofa dan Rifqi Risnadyatul Hudha. 2021. Buku Panduan Guru Seni Teater.
  • https://s.id/ATPSeniTeaterA
  • Platform Merdeka Mengajar untuk Capaian Pembelajaran Seni Teater Fase A

media

  • Stopwatch, arloji, atau alat pengukur waktu
  • Bola plastik atau bola kertas
  • Skrip percakapan pendek
  • Contoh percakapan teater

tujuan

  • Peserta didik menciptakan percakapan menggunakan bahasa sehari-hari.

kegiatan

  • Guru menyiapkan alat dan media, memberi salam, mengajak berdoa, memeriksa kehadiran, melakukan asesmen awal kemampuan menirukan suara karakter, membentuk kelompok, dan menyampaikan tujuan.
  • Pada pertemuan kedua, guru mengulas kegiatan percakapan spontan dan membentuk kelompok berdasarkan asesmen formatif sebelumnya.
  • Pada pertemuan pertama, peserta didik bermain peran dan bercakap-cakap spontan dalam kelompok dengan peran serta topik menyenangkan.
  • Peserta didik berganti peran dan topik; guru mengamati, mengonfirmasi, dan menguatkan performa mereka.
  • Pada pertemuan kedua, peserta didik dan guru melakukan tanya jawab melalui permainan lempar bola plastik atau bola kertas.
  • Peserta didik menyimak penampilan guru dan menirukannya bersama kelompok.
  • Peserta didik yang sudah dapat membaca menggunakan skrip pendek yang disediakan guru.
  • Kelompok memilih topik kebiasaan di rumah, menciptakan percakapan sesuai topik, lalu mempraktikkannya sebagai teater sederhana di depan kelas.
  • Peserta didik dan guru menyimpulkan materi, memberikan penguatan, serta merefleksikan perasaan dan pemahaman.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.