SiapQC lolos

Belajar Nilai Tempat

Modul ajar Nilai Tempat untuk Matematika kelas 2 fase A.

asesmen

  • Tes Awal: Mengecek kemampuan berhitung peserta didik yang dilakukan di awal pertemuan.
  • Tes Formatif: Assesmen formatif berupa kegiatan yang aktivitas saat pembelajaran.
  • Tes Sumatif: Diberikan secara tertulis (instrumen tes terlampir).

sumber belajar

  • https://www.didax.com/apps/unifix/
  • https://static.buku.kemdikbud.go.id/content/pdf/bukuteks/kurikulum21/Matematika-Vol-1-BS-KLS-II.pdf

media

  • Gambar/ Power Point

tujuan

  • Menjelaskan nilai tempat puluhan sebagai kumpulan dari 10 satuan

kegiatan

  • Membuka kelas dengan menyapa, berdoa, ice breaking dan memotivasi peserta didik.
  • Apersepsi terkait tujuan pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari (misalnya menghitung jumlah laki-laki dan perempuan di dalam kelas).
  • Mengulas materi sebelumnya.
  • Peserta didik membaca lambang bilangan 1-20 dengan bahasa Indonesia secara lisan untuk mengecek kesiapan peserta didik.
  • Peserta didik berhitung secara bergantian untuk mengetahui jumlah yang hadir.
  • Peserta didik menuliskan jumlah peserta didik yang hadir di kelas pada papan tulis.
  • Peserta didik menganalisis nilai tempat puluhan dan satuannya.
  • Peserta didik menyimak penjelasan konsep nilai tempat puluhan sebagai kumpulan dari 10 satuan.
  • Peserta didik menyimak demonstrasi gelas bilangan dengan menggunakan lidi.
  • Guru mengambil 11 lidi kemudian mengikat 10 lidi dan sisa 1 lidi.
  • Guru memasukkan 10 lidi yang sudah diikat kedalam gelas berwarna biru dan 1 buah lidi ke gelas yang berwarna kuning, seperti pada gambar:
  • Peserta didik mengidentifikasi perbedaan gelas warna biru dan kuning.
  • Peserta didik menyimpulkan makna warna biru sebagai nilai tempat puluhan dan kuning sebagai nilai tempat satuan.
  • Peserta didik secara bergantian melakukan aktivitas gelas bilangan dengan bilangan yang berbeda.
  • Peserta didik melakukan permainan adu cepat.
  • Peserta didik menyiapkan lidi (bisa diganti dengan benda yang ada disekitar peserta didik).
  • Peserta didik menyimak bilangan yang disebutkan oleh guru secara lisan.
  • Peserta didik memisahkan nilai puluhan dan satuan dengan menggunakan lidi.
  • Peserta didik dan guru bersama mengecek hasil pekerjaannya (lakukan secara berulang).
  • Peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan tersebut berpasangan.
  • Peserta didik pemenang permainan diminta menuliskan bilangan dua angka pada papan tulis.
  • Peserta didik yang lain menyebutkan nilai tempat masing-masing bilangan yang dituliskan di papan tulis.
  • Guru memberikan LKPD nilai tempat untuk mengukur ketercapaian pembelajaran.
  • Peserta didik mengerjakan LKPD.
  • Peserta didik melengkapi LKPD dapat dikerjakan dengan dipraktikkan kembali dengan benda konkrit atau langsung melalui pengamatan gambar (LKPD terlampir).
  • Guru mengecek LKPD peserta didik.
  • Peserta didik mengidentifikasi nilai puluhan dan satuan dengan menggunakan linking cube (setiap 10 cube menjadi 1 kelompok berisi 10 yang disebut puluhan).
  • Jika tidak memiliki linking cube dapat mengakses virtual manipulative pada: https://www.didax.com/apps/unifix/
  • Peserta didik menebak bilangan yang ditunjukkan dengan menggunakan linking cube secara lisan dan tulisan serta menyebutkan nilai puluhan dan satuannya. Kegiatan dilakukan berulang agar peserta didik memahami materi pembelajaran.
  • Peserta didik disajikan sebuah gambar linking cube yang mewakili sebuah bilangan.
  • Peserta didik menuliskan jumlah linking cube dan mengidentifikasi nilai puluhan dan satuannya.
  • Peserta didik menuliskan nilai puluhan dan satuannya ke depan kelas.
  • Peserta didik disajikan sebuah bilangan.
  • Peserta didik menempelkan gambar linking cube berdasarkan jumlah bilangan.
  • Peserta didik mengidentifikasi serta menuliskan nilai puluhan dan satuannya .
  • Peserta didik diberikan lembaran test sumatif.
  • Peserta didik mengerjakan test sumatif (terlampir).
  • Peserta didik menyimpulkan aktivitas pembelajaran.
  • Peserta didik menyampaikan perasaannya setelah pembelajaran sebagai refleksi peserta didik.
  • Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
  • Peserta didik berdoa dan salam.